News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Media Malaysia Akui Timnas Indonesia sebagai Pelopor dan Negara Asia Pertama di Piala Dunia

Menariknya, kali ini giliran media asal Malaysia, Makan Bola, yang tiba-tiba mengulas kembali rekam jejak legendaris Timnas Indonesia sebagai pionir atau negara
Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:14 WIB
Timnas Indonesia yang saat itu disebut Hindia Belanda tampil di Piala Dunia 1938
Sumber :
  • FIFA

tvOnenews.com – Sejarah emas sepak bola Indonesia kembali menjadi sorotan dunia internasional. Menariknya, kali ini giliran media asal Malaysia, Makan Bola, yang tiba-tiba mengulas kembali rekam jejak legendaris Timnas Indonesia sebagai pionir atau negara Asia pertama yang berhasil menembus putaran final Piala Dunia.

Fakta sejarah yang terjadi hampir seabad silam ini kembali mencuat ke permukaan dan memicu decak kagum di kawasan Asia Tenggara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ramai orang tidak tahu bahawa Indonesia pernah bermain di Piala Dunia, tetapi ia tidak dikenali sebagai “Indonesia” seperti hari ini," tulis media Malaysia Makan Bola, sebagaimana dikutip tvOnenews.com, Sabtu (16/5/2026).

Makan Bola mengingatkan kembali bahwa sebelum meraih kemerdekaan pada tahun 1945, tim dari kepulauan Nusantara ini bertanding di ajang bergengsi Piala Dunia FIFA 1938 di Prancis.

Kala itu, mereka berkompetisi dengan mengusung nama Hindia Timur Belanda (Dutch East Indies).

Berdasarkan rekam medis resmi badan sepak bola dunia (FIFA), tim tersebut sah dinobatkan sebagai representasi pertama dari benua Asia yang menginjakkan kaki di panggung sepak bola paling akbar di bumi. Sebuah catatan emas yang jarang disorot dalam industri sepak bola modern saat ini.

Namun, format kompetisi zaman dulu yang menggunakan sistem gugur (knockout) langsung membuat perjalanan mereka sangat singkat.

Hindia Timur Belanda hanya memainkan satu pertandingan di Reims, Prancis, pada 5 Juni 1938, dan harus mengakui keunggulan raksasa Eropa saat itu, Hungaria, dengan skor telak 6-0. Hungaria sendiri pada akhirnya berhasil melaju hingga ke babak final.

Sisi lain yang diulas oleh media Malaysia tersebut adalah proses kelolosan yang terbilang unik.

Tim Hindia Timur Belanda berhak melenggang ke Prancis tanpa harus memeras keringat di babak kualifikasi setelah sejumlah negara Asia lainnya memilih menarik diri akibat situasi geopolitik dan kondisi global yang tidak menentu menjelang Perang Dunia II.

Meskipun terkesan hanya "singgah seketika" dan belum berhasil mencetak gol dalam penampilan tunggalnya, partisipasi bersejarah ini tetap dinilai sangat signifikan.

Hal ini membuktikan bahwa determinasi sepak bola dari wilayah Indonesia sudah eksis di level global sejak lama.

Sejak memproklamasikan kemerdekaan pada tahun 1945 dan resmi menyandang nama Timnas Indonesia, tim Merah Putih hingga saat ini memang belum berhasil kembali mencicipi atmosfer putaran final Piala Dunia.

Kondisi ini membuat memori manis di tahun 1938 tetap bertahan sebagai satu-satunya penampilan Indonesia di ajang tersebut hingga detik ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Makan Bola pun menutup ulasannya dengan memberikan penghormatan tinggi bagi Indonesia atas statusnya di masa lalu.

Walau jurang kualitas dengan raksasa Asia modern seperti Jepang dan Korea Selatan kini sudah sangat jauh, Indonesia tetaplah sang pelopor yang membuka jalan bagi sepak bola Asia di mata dunia.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sokong Program 3 Juta Rumah, Ratusan RTLH di Sultra Bakal Direnovasi

Sokong Program 3 Juta Rumah, Ratusan RTLH di Sultra Bakal Direnovasi

Ratusan rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga di 17 kabupaten dan kota yang tersebar di Sulawesi Tenggara (Sultra) direnovasi.
Memperingati Hari Batik Nasional: PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Memperingati Hari Batik Nasional: PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Program pemberdayaan, PNM mendorong para pembatik, khususnya perempuan pelaku usaha, agar tidak hanya mampu mempertahankan keterampilan membatik
Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Memperingati Hari Batik Nasional, PNM memperkuat pembatik perempuan melalui pembiayaan, pelatihan, klasterisasi, dan akses pemasaran di berbagai daerah.
Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Memperingati Hari Batik Nasional, PNM memperkuat pembatik perempuan melalui pembiayaan, pelatihan, klasterisasi, dan akses pemasaran di berbagai daerah.
Kualitas Timnas Indonesia Diakui Usai Pesta Setengah Lusin Gol Lebih atas Bangladesh: Garuda Beda Kelas, Sulit Menyainginya

Kualitas Timnas Indonesia Diakui Usai Pesta Setengah Lusin Gol Lebih atas Bangladesh: Garuda Beda Kelas, Sulit Menyainginya

Timnas Indonesia tunjukkan perbedaan kualitas saat hadapi Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda tutup laga dengan kemenangan telak 9-2, Kamis (01/10/2026).
Pandangan Putri Marino soal Karakter Arya Saloka Menjadi 'Si Pria Koboi' di Film Empat Musim Pertiwi: Misterius

Pandangan Putri Marino soal Karakter Arya Saloka Menjadi 'Si Pria Koboi' di Film Empat Musim Pertiwi: Misterius

Aktris Putri Marino mengungkapkan karakter Arya Saloka baik dan misterius saat menjadi sosok Bisma, si pria koboi yang berkuda dalam film Empat Musim Pertiwi.

Trending

Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Memperingati Hari Batik Nasional, PNM memperkuat pembatik perempuan melalui pembiayaan, pelatihan, klasterisasi, dan akses pemasaran di berbagai daerah.
Sokong Program 3 Juta Rumah, Ratusan RTLH di Sultra Bakal Direnovasi

Sokong Program 3 Juta Rumah, Ratusan RTLH di Sultra Bakal Direnovasi

Ratusan rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga di 17 kabupaten dan kota yang tersebar di Sulawesi Tenggara (Sultra) direnovasi.
Memperingati Hari Batik Nasional: PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Memperingati Hari Batik Nasional: PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Program pemberdayaan, PNM mendorong para pembatik, khususnya perempuan pelaku usaha, agar tidak hanya mampu mempertahankan keterampilan membatik
Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Memperingati Hari Batik Nasional, PNM memperkuat pembatik perempuan melalui pembiayaan, pelatihan, klasterisasi, dan akses pemasaran di berbagai daerah.
Kualitas Timnas Indonesia Diakui Usai Pesta Setengah Lusin Gol Lebih atas Bangladesh: Garuda Beda Kelas, Sulit Menyainginya

Kualitas Timnas Indonesia Diakui Usai Pesta Setengah Lusin Gol Lebih atas Bangladesh: Garuda Beda Kelas, Sulit Menyainginya

Timnas Indonesia tunjukkan perbedaan kualitas saat hadapi Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda tutup laga dengan kemenangan telak 9-2, Kamis (01/10/2026).
Media Vietnam Sentil Kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh, Singgung Faktor Wasit

Media Vietnam Sentil Kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh, Singgung Faktor Wasit

Timnas Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menghajar Bangladesh 9-2. Namun, kemenangan tersebut mendapat sorotan media Vietnam yang singgung.
FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

Menang telak 9-2 dari Bangladesh, Timnas Indonesia mengungguli saingan mereka, Malaysia yang juga menang 6-0 dari Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung dengan waktu yang berbarengan. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT