News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Satoru Mochizuki Minta Maaf, Ungkap Biang Kerok Timnas Indonesia Putri Bisa Dipermalukan Singapura

Pelatih Timnas Indonesia Putri, Satoru Mochizuki, menyampaikan permintaan maaf setelah Garuda Pertiwi harus mengakui keunggulan Singapura pada ajang Garuda Championship Series 2026.
Kamis, 4 Juni 2026 - 14:04 WIB
Pelatih Timnas Indonesia Putri, Satoru Mochizuki
Sumber :
  • Tim tvOne/Taufik Hidayat

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia Putri, Satoru Mochizuki, menyampaikan permintaan maaf setelah Garuda Pertiwi harus mengakui keunggulan Singapura pada ajang Garuda Championship Series 2026

Timnas Indonesia Putri dipaksa menelan kekalahan pahit usai tumbang dari Singapura dengan skor 0-2 di Stadion Arcamanik, Bandung, Rabu (3/6/2026) malam WIB. Torehan ini menjadi hasil yang sangat disesalkan karena terjadi saat Indonesia tampil di hadapan pendukung sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kekalahan tersebut menambah pekerjaan rumah bagi skuad Garuda Pertiwi yang tengah berupaya meningkatkan kualitas permainan. Harapan untuk meraih hasil positif di kandang sendiri pun harus pupus setelah Singapura mampu tampil lebih efektif sepanjang pertandingan.

Satoru Mochizuki tidak menutupi kekecewaannya atas hasil yang diraih timnya. Pelatih asal Jepang itu mengaku merasakan kesedihan yang mendalam karena para pemain gagal memberikan kemenangan bagi suporter yang hadir langsung di stadion.

Menurut dia, bermain di kandang seharusnya menjadi keuntungan bagi Timnas Indonesia Putri. Sebab dukungan publik yang besar diharapkan mampu menjadi tambahan motivasi bagi para pemain untuk tampil lebih percaya diri.

Namun, situasi di lapangan berjalan berbeda dari yang diharapkan. Indonesia justru kesulitan mengembangkan permainan sehingga gagal memberikan tekanan yang konsisten kepada tim tamu.

Dalam evaluasinya, Satoru Mochizuki menilai timnya tidak mampu menemukan ritme permainan sejak awal laga. Kondisi tersebut membuat para pemain kesulitan menjalankan instruksi dan skema yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Alhasil permainan Indonesia tidak berkembang secara maksimal. Aliran bola yang biasanya menjadi salah satu kekuatan tim juga tidak terlihat sepanjang pertandingan berlangsung.

“Saya ingin meminta maaf dan saya merasa sangat sedih karena walaupun kita bermain di home tetapi kita kalah dalam pertandingan hari ini,” ujar Satoru Mochizuki. 

Meski menelan kekalahan, namun Mochizuki tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemain di lapangan. Ia menilai seluruh pemain telah berusaha keras untuk memberikan penampilan terbaik selama pertandingan.

Menurutnya, semangat juang yang diperlihatkan para pemain tidak perlu diragukan. Hanya saja, usaha tersebut belum mampu diterjemahkan menjadi hasil positif di papan skor.

Mochizuki bahkan meyakini pertandingan bisa saja berakhir berbeda apabila timnya mampu memanfaatkan momentum dengan lebih baik. Ia juga menyinggung pentingnya arahan dan penyesuaian strategi selama pertandingan berlangsung.

“Pemain sudah berjuang dengan baik serta keras. Dengan tambahan arahan dari pelatih, seharusnya kedudukan bisa berbalik,” kata pelatih asal Jepang tersebut. 

Mochizuki lebih lanjut mengungkapkan bahwa sebenarnya para pemain menunjukkan perkembangan yang cukup baik selama masa persiapan. Hal itu terlihat dari kualitas permainan yang ditampilkan dalam sesi latihan menjelang pertandingan.

Ia menilai para pemain mampu menjalankan latihan dengan baik, termasuk dalam membangun serangan dan mengalirkan bola. Namun, performa yang ditunjukkan saat latihan tersebut tidak sepenuhnya muncul ketika laga resmi berlangsung.

Perbedaan penampilan antara sesi latihan dan pertandingan menjadi salah satu hal yang menjadi sorotan pelatih berusia 61 tahun tersebut. Menurutnya, faktor ritme permainan menjadi penyebab utama kondisi itu terjadi.

“Kalau dilihat dari latihan terakhir, pemain sudah bisa bermain dan membawa bola dengan baik. Tetapi hari ini kesulitan memulai pertandingan untuk mendapatkan ritme yang bagus,” kata Mochizuki. 

Mochizuki juga melakukan evaluasi terhadap perannya sebagai pelatih. Ia mengakui bahwa dirinya mungkin dapat memberikan arahan yang lebih tepat agar para pemain mampu bermain lebih tenang saat menghadapi tekanan pertandingan.

Ketenangan menjadi faktor penting karena dapat membantu pemain mengambil keputusan dengan lebih baik di lapangan. Ketika sebuah tim kehilangan ritme permainan, proses untuk mengembalikannya bukanlah perkara mudah.

Menurut Mochizuki, kondisi tersebut menjadi pelajaran berharga bagi Timnas Putri Indonesia. Pengalaman menghadapi situasi sulit di lapangan dinilai penting untuk mendukung perkembangan para pemain ke depan.

“Mungkin saya bisa memberikan saran supaya pemain lebih tenang lagi dalam bermain. Memang dalam sepak bola ketika kita sudah kehilangan ritme, susah untuk membangun ritme kembali,” ucapnya. 

Selain mengevaluasi jalannya pertandingan, Mochizuki juga menjelaskan alasan di balik susunan pemain yang diturunkan sebagai starter. Ia memastikan keputusan tersebut diambil berdasarkan kondisi fisik serta performa para pemain selama menjalani pemusatan latihan.

Para pemain yang dipercaya tampil sejak awal merupakan mereka yang dinilai menunjukkan kesiapan terbaik selama proses persiapan. Beberapa di antaranya telah mengikuti pemusatan latihan selama kurang lebih satu bulan.

Mochizuki menegaskan bahwa proses perkembangan pemain tidak hanya ditentukan oleh latihan rutin. Pengalaman bertanding, terutama dalam laga internasional, memiliki peran penting dalam membentuk kualitas dan mental seorang pemain.

Hal ini pun membuat ia berharap para pemain dapat menjadikan kekalahan dari Singapura sebagai pelajaran berharga. Pengalaman tersebut diyakini akan membantu mereka berkembang dan tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.

“Pemain tidak hanya berkembang melalui latihan atau uji coba. Melalui pertandingan internasional seperti inilah mereka bisa berkembang,” pungkas Mochizuki.

(igp/nad) 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

5 Jenderal Lapangan Tengah Paling Mematikan yang Siap Mengguncang Grup D Piala Dunia 2026

5 Jenderal Lapangan Tengah Paling Mematikan yang Siap Mengguncang Grup D Piala Dunia 2026

Persaingan di Grup D Piala Dunia 2026 dipastikan bakal membara. Grup yang dihuni oleh Amerika Serikat (AS), Paraguay, Australia, dan Turki ini tidak hanya menyajikan duel antarnegara, tetapi juga adu taktik para jenderal lapangan tengah.
Disindir Pendiri Cherrybelle, Sarwendah Blak-blakan Alasan Ia Ditendang dari Grup: Nanya Kejelasan, Tiba-tiba Disuruh Keluar

Disindir Pendiri Cherrybelle, Sarwendah Blak-blakan Alasan Ia Ditendang dari Grup: Nanya Kejelasan, Tiba-tiba Disuruh Keluar

Sebelum disindir pendiri Cherrybelle, Sarwendah sudah pernah menjabarkan alasan mengapa dulu dirinya justru ditendang dari grup yang membesarkan namanya itu.
Sedan Terbakar Usai Isi BBM di SPBU Probolinggo, Polisi Temukan Delapan Drum Bahan Bakar

Sedan Terbakar Usai Isi BBM di SPBU Probolinggo, Polisi Temukan Delapan Drum Bahan Bakar

Sebuah mobil sedan terbakar usai melakukan pengisian bahan bakar di SPBU Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (4/6/2026).
Revisi UU P2SK Buka Jalan Penghapusan Utang UMKM agar Kembali Produktif

Revisi UU P2SK Buka Jalan Penghapusan Utang UMKM agar Kembali Produktif

Revisi Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) diharapkan menjadi solusi bagi ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini terhadap ambat akibat beban utang yang sulit diselesaikan. 
Reaksi Komisi XI DPR Usai Muncul Rumor Purbaya Bakal Resign dari Menkeu

Reaksi Komisi XI DPR Usai Muncul Rumor Purbaya Bakal Resign dari Menkeu

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun buka suara terkait adanya isu Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan mengundurkan diri. Bagaimana komentarnya?
An Se-young Ungkap Jalin Persahabatan dengan Megawati Hangestri, Akui Rajin Video Call Megatron

An Se-young Ungkap Jalin Persahabatan dengan Megawati Hangestri, Akui Rajin Video Call Megatron

Tunggal putri nomor satu dunia asal Korea Selatan, An Se-young mengaku bahwa dirinya menjalin persahabatan dengan Megawati Hangestri.

Trending

Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Tulis Surat untuk Kepala BGN Nani S Deyang: Terimakasih Atas Hadiah Indah

Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Tulis Surat untuk Kepala BGN Nani S Deyang: Terimakasih Atas Hadiah Indah

Publik tengah dihebohkan dengan terungkapnya kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yakni Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya.
Cerita Prabowo Saat Dapat Laporan Korupsi di BGN, Langsung Panggil BPKP hingga PPATK

Cerita Prabowo Saat Dapat Laporan Korupsi di BGN, Langsung Panggil BPKP hingga PPATK

Presiden RI Prabowo Subianto bercerita saat dirinya mendapat laporan adanya dugaan penyelewengan di lembaga Badan Gizi Nasional (BGN)
Viral di Medsos, Pendiri Cherrybelle Diduga Sindir Sarwendah: Udah Terlihat Kan?

Viral di Medsos, Pendiri Cherrybelle Diduga Sindir Sarwendah: Udah Terlihat Kan?

Pendiri Cherrybelle Dino Raturandang diduga sindir Sarwendah lewat unggahan viral di Threads yang kini tembus 1,2 juta views. ”Udah terlihat kan?” tulisnya.
Soal Kasus Korupsi di BGN, Wakil Ketua DPR Singgung Komitmen Pejabat dan Sikap Integritas

Soal Kasus Korupsi di BGN, Wakil Ketua DPR Singgung Komitmen Pejabat dan Sikap Integritas

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa mengingatkan kepada pejabat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar tetap menjaga integritas.
Hasil Survei Poltracking Terbaru Tunjukan 72,2 Persen Masyarakat Indonesia Puas Kinerja Prabowo-Gibran

Hasil Survei Poltracking Terbaru Tunjukan 72,2 Persen Masyarakat Indonesia Puas Kinerja Prabowo-Gibran

Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei terbaru terkait pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Kamis (4/6/2026). 
Elkan Baggott Dihantam Kabar Tak Sedap dari Inggris Jelang Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday

Elkan Baggott Dihantam Kabar Tak Sedap dari Inggris Jelang Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday

Jelang memperkuat Timnas Indonesia pada agenda FIFA Matchday 2026, Elkan Baggott justru mendapat kabar kurang mengenakkan dari Inggris soal nasibnya di klub.
PBVSI Bisa Jatuhkan Sanksi untuk Megawati Hangestri, Rivan, dan Nizar? Begini Penjelasan Lengkapnya

PBVSI Bisa Jatuhkan Sanksi untuk Megawati Hangestri, Rivan, dan Nizar? Begini Penjelasan Lengkapnya

PBVSI membuka peluang menjatuhkan sanksi kepada Megawati Hangestri, Rivan Nurmulki, dan Nizar Zulfikar usai mundur dari Timnas Voli Indonesia 2026. Simak alasan, aturan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT