Pelatih Oman Kena Semprot Media Sendiri usai Dipermalukan Timnas Indonesia, Akui Garuda Kini Berbahaya
- Instagram @timnasindonesia
tvOnenews.com - Kemenangan telak Timnas Indonesia atas Oman pada FIFA Matchday Juni 2026 terus menjadi bahan perbincangan hingga ke Timur Tengah.
Bukan hanya karena skor 3-0 yang tercipta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026), tetapi juga karena hasil tersebut menghadirkan debut yang pahit bagi pelatih baru Oman, Tarik Sektioui.
Timnas Indonesia tampil impresif sepanjang pertandingan dan berhasil mengunci kemenangan lewat gol Justin Hubner pada menit ke-13, Ole Romeny menit ke-28, serta Ragnar Oratmangoen pada menit ke-56.
Hasil tersebut sekaligus menjadi salah satu kemenangan paling berkesan bagi skuad Garuda dalam beberapa tahun terakhir.
Selain mengakhiri catatan panjang tanpa kemenangan atas Oman, Indonesia juga berhasil menunjukkan bahwa mereka kini mampu bersaing dengan tim-tim yang memiliki ranking FIFA lebih tinggi.
Di sisi lain, kekalahan ini justru menjadi sorotan besar di Oman.
Sejumlah media setempat menilai Tarik Sektioui gagal memberikan kesan positif pada laga perdananya bersama Al Ahmar.
- tvOnenews-Ilham Giovani
Pertandingan melawan Indonesia merupakan laga internasional pertama Tarik Sektioui sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala Oman pada Maret 2026.
Pelatih asal Maroko tersebut datang dengan ekspektasi tinggi setelah dipercaya menggantikan Carlos Queiroz yang menerima tawaran untuk menangani Timnas Ghana.
Meski memiliki waktu persiapan beberapa bulan, Oman justru tampil jauh dari harapan saat menghadapi Indonesia.
Media Oman Observer secara terbuka mengkritik hasil yang diraih Sektioui pada laga debutnya.
"Pelatih kepala baru Oman, Tarik Sektioui, memulai kiprahnya dengan kurang memuaskan saat Timnas Oman menelan kekalahan 3-0 dari tuan rumah Indonesia dalam pertandingan persahabatan internasional di Jakarta pada Jumat," tulis Oman Observer.
Penilaian tersebut muncul karena Oman datang ke Jakarta dengan status unggulan.
Sebelum pertandingan berlangsung, mereka masih menempati posisi ke-79 ranking FIFA, sedangkan Indonesia berada di peringkat ke-122 dunia.
Namun sepanjang pertandingan, perbedaan ranking tersebut nyaris tidak terlihat.
Indonesia justru tampil lebih dominan dalam penguasaan permainan, agresif saat menekan lawan, dan efektif dalam memanfaatkan peluang yang tercipta.
Kekalahan dari Indonesia menjadi pukulan tersendiri bagi Oman.
Selain kehilangan poin FIFA, mereka juga gagal mempertahankan dominasi yang selama ini cukup sering diperlihatkan saat menghadapi Timnas Indonesia.
Sebaliknya, kemenangan tersebut memberi tambahan poin penting bagi skuad Garuda yang membuat posisi Indonesia melonjak ke peringkat 118 dunia untuk sementara.
Perkembangan ini menjadi bukti bahwa jarak kualitas antara Indonesia dan negara-negara papan menengah Asia semakin menipis.
Dalam beberapa tahun terakhir, Timnas Indonesia memang mengalami peningkatan signifikan, baik dari segi kualitas pemain maupun organisasi permainan di lapangan.
Menariknya, sebelum pertandingan berlangsung, sejumlah media Oman sebenarnya sudah memberikan peringatan kepada publik bahwa Indonesia bukan lawan yang bisa dianggap enteng.
Media Al Watan bahkan secara khusus membahas perkembangan pesat yang diperlihatkan skuad Garuda dalam beberapa tahun terakhir.
"Tim Indonesia menunjukkan level teknik yang sangat baik di kualifikasi Piala Dunia terakhir, mencapai babak play-off sebelum tersingkir oleh Arab Saudi dan Irak," tulis Al Watan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa performa Indonesia mulai mendapat perhatian serius dari negara-negara Asia Barat.
Keberhasilan Garuda bersaing di level yang lebih tinggi membuat citra Indonesia di mata dunia sepak bola Asia mengalami perubahan signifikan.
Jika dahulu Indonesia sering dipandang sebagai tim pelengkap, kini situasinya berbeda. Banyak negara mulai melihat Garuda sebagai lawan yang mampu memberikan kejutan.
Media Oman juga menyoroti peran besar para pemain diaspora dan naturalisasi yang menjadi tulang punggung Timnas Indonesia saat ini.
Menurut mereka, kehadiran para pemain yang berkompetisi di Eropa telah mengangkat level permainan Garuda secara keseluruhan.
"Tim Indonesia memiliki pemain berpengalaman, terutama sejumlah pemain naturalisasi yang telah banyak berkontribusi bagi tim dan telah menempatkan tim Indonesia pada posisi yang kompetitif setelah sebelumnya menjadi tim yang tidak dianggap serius di Asia," tambahnya.
Penilaian tersebut menggambarkan bagaimana persepsi terhadap Timnas Indonesia mulai berubah.
Saat ini skuad Garuda diperkuat banyak pemain yang memiliki pengalaman bermain di kompetisi Eropa, mulai dari Emil Audero, Justin Hubner, Elkan Baggott, Joey Pelupessy, Ole Romeny, hingga Ragnar Oratmangoen.
Kombinasi pemain diaspora dan talenta lokal membuat Indonesia memiliki kedalaman skuad yang jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu.
Kemenangan atas Oman menjadi salah satu indikator bahwa proyek pembangunan Timnas Indonesia mulai menunjukkan hasil nyata.
Bukan hanya menang, Indonesia mampu mengalahkan lawan dengan ranking jauh lebih tinggi melalui permainan yang terorganisir dan efektif.
Hal itu pula yang membuat media Oman akhirnya mengakui bahwa Indonesia kini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.
Bagi Tarik Sektioui, kekalahan di Jakarta menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi sebelum Oman kembali menjalani agenda internasional berikutnya.
Sementara bagi Indonesia, kemenangan ini menjadi tambahan kepercayaan diri yang sangat penting menjelang berbagai agenda besar, termasuk persiapan menuju Piala Asia 2027.
(tsy)
Load more