News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Media Vietnam Mulai Curiga, Timnas Indonesia Disebut Siapkan 2 Pemain Naturalisasi Lagi

Media Vietnam mulai waswas usai naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker disetujui. Timnas Indonesia disebut masih menyiapkan dua pemain keturunan lagi.
Senin, 22 Juni 2026 - 08:07 WIB
Pemain Keturunan Medan di Liga Australia, Luke Vickery
Sumber :
  • instagram.com/mfcbulls/

tvOnenews.com - Rencana Timnas Indonesia menambah kekuatan lewat jalur naturalisasi kembali menjadi sorotan, bukan hanya di dalam negeri tetapi juga di Asia Tenggara.

Kali ini, perhatian datang dari Vietnam setelah proses naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker mendapat persetujuan dari Komisi X DPR RI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa skuad Garuda belum berhenti memperkuat diri jelang agenda penting berikutnya, termasuk ASEAN Championship 2026.

Situasi itu pula yang membuat media Vietnam mulai menaruh perhatian lebih besar terhadap perkembangan Timnas Indonesia, terlebih kedua tim dipastikan akan berada dalam jalur persaingan yang sama.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut positif lampu hijau yang diberikan Komisi X DPR RI terhadap dua pemain keturunan tersebut.

Menurut Erick, naturalisasi bukan sekadar menambah nama di daftar pemain, melainkan bagian dari strategi jangka pendek dan jangka panjang untuk memperkuat kualitas tim nasional.

"Ini wujud nyata sinergi yang luar biasa antara pemerintah, wakil rakyat, dan federasi dalam membangun Timnas Indonesia yang lebih tangguh di kancah internasional," ujar Erick Thohir.

Pernyataan Erick menegaskan bahwa proyek naturalisasi yang dijalankan PSSI tidak berdiri sendiri, melainkan berjalan melalui jalur formal dan mendapat dukungan dari banyak pihak. 

Dengan kata lain, federasi ingin memastikan setiap langkah yang diambil benar-benar terukur dan memberi dampak nyata bagi perkembangan sepak bola nasional.

Erick juga menekankan bahwa naturalisasi bukan berarti menutup jalan bagi pemain lokal. 

Justru, menurutnya, kehadiran pemain keturunan diharapkan bisa menjadi pelengkap dan mendorong peningkatan kualitas internal skuad Garuda.

"Kami sangat menghargai setiap catatan dari dewan dan akan terus menjaga amanah ini, tidak hanya melalui naturalisasi yang selektif, tetapi juga dengan terus memperkuat pembibitan dan pembinaan pemain lokal jangka panjang," ucapnya.

Dari pernyataan itu, terlihat bahwa PSSI ingin menjaga keseimbangan antara kebutuhan jangka pendek dan pembangunan jangka panjang. 

Naturalisasi dipakai sebagai solusi untuk menambah kualitas serta kedalaman skuad, tetapi pembinaan pemain muda lokal tetap disebut sebagai fondasi utama.

Erick bahkan menjelaskan lebih rinci alasan mengapa Luke Vickery dan Mitchell Baker dinilai dibutuhkan oleh tim nasional.

"Kedua atlet itu diperlukan untuk memperkuat kedalaman skuad timnas."

"Mereka dibutuhkan untuk transfer pengetahuan serta melengkapi kemampuan pesepak bola lokal, baik untuk kepentingan tim nasional maupun liga profesional," tambahnya.

Itu menunjukkan bahwa PSSI tidak hanya melihat dua pemain ini dari sisi teknis di lapangan. Ada harapan bahwa kehadiran mereka juga bisa membawa pengalaman, budaya latihan, dan pemahaman sepak bola modern dari lingkungan kompetitif luar negeri ke dalam ekosistem sepak bola Indonesia.

Siapa Luke Vickery dan Mitchell Baker?

Dari dua nama yang sedang diproses, Luke Vickery menjadi salah satu sosok yang cukup menarik perhatian.

Pemain berusia 20 tahun itu saat ini bermain di Macarthur FC di Australia. Ia memiliki garis keturunan Indonesia dari ibu dan neneknya yang lahir di Medan, Sumatera Utara.

Luke disebut punya profil menyerang yang fleksibel dan dinilai bisa menjadi aset penting untuk menambah variasi di lini depan maupun sektor sayap.

Pada musim 2025/2026, ia mencatatkan 24 penampilan, dengan kontribusi lima gol dan satu assist.

Statistik itu menunjukkan bahwa Luke bukan sekadar pemain pelengkap, melainkan sosok yang mulai terbiasa tampil reguler dan memberi dampak bagi timnya.

Sementara itu, Mitchell Baker merupakan pemain berusia 19 tahun yang berkarier di Georgetown University dalam kompetisi NCAA Amerika Serikat.

Ia memiliki darah Indonesia dari kakek dan nenek pihak ibu yang berasal dari Yogyakarta dan Semarang.

Meski bermain di level sepak bola kampus Amerika Serikat, Mitchell tetap dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan. 

Usianya yang masih muda membuatnya dipandang sebagai investasi jangka panjang, terutama jika Timnas Indonesia ingin menyiapkan generasi penerus untuk level U-23 maupun senior.

Langkah Indonesia menambah amunisi naturalisasi rupanya ikut dipantau serius oleh media Vietnam.

Salah satu media yang menyoroti perkembangan ini adalah Soha, yang menilai bahwa kebijakan PSSI berpotensi membuat kekuatan Timnas Indonesia semakin berbahaya menjelang ASEAN Championship 2026.

Hal itu bisa dimaklumi karena Indonesia dan Vietnam dipastikan akan saling berhadapan sejak fase grup.

Dengan sejarah rivalitas yang kian panas dalam beberapa tahun terakhir, setiap perkembangan di kubu Garuda tentu akan menjadi perhatian serius di Hanoi.

Soha bahkan menuliskan secara terbuka bahwa naturalisasi pemain-pemain keturunan baru bisa menjadi ancaman nyata bagi Vietnam.

"Timnas Indonesia akan memiliki lebih banyak bintang naturalisasi dari Jerman dan Belanda, yang menimbulkan kekhawatiran bagi Timnas Vietnam."

"Menurut informasi terbaru, setelah Luke Vickery dan Mitchell Baker, Timnas Indonesia akan menaturalisasi dua pemain lagi dari Jerman dan Belanda."

"Jelas bahwa Timnas Indonesia masih aktif mengejar strategi naturalisasi untuk memperkuat tim nasionalnya (termasuk tim U-23)."

"Langkah ini menimbulkan tantangan signifikan bagi para pesaingnya, termasuk Timnas Vietnam."

"Timnas Vietnam dan Indonesia akan saling berhadapan sejak babak penyisihan grup ASEAN Championship 2026."

"Indonesia juga kemungkinan akan menjadi rintangan terbesar dalam perjalanan mempertahankan gelar regional bagi tim asuhan pelatih Kim Sang-sik," tulis Soha.

Vietnam mulai melihat Indonesia bukan lagi sekadar pesaing biasa di kawasan Asia Tenggara. 

Jika sebelumnya kekuatan Garuda banyak bertumpu pada nama-nama naturalisasi yang sudah lebih dulu bergabung, kini ancamannya bisa bertambah lewat generasi baru pemain diaspora yang lebih muda dan diproyeksikan untuk jangka panjang.

(tsy)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemkab Tapteng Percepat Realisasi TKD Rp 123,727 Miliar Untuk Pemulihan Pascabencana

Pemkab Tapteng Percepat Realisasi TKD Rp 123,727 Miliar Untuk Pemulihan Pascabencana

Pemkab Tapteng menegaskan komitmen penuh untuk mempercepat realisasi dan penggunaan TKD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp123,727 miliar, sebagai instrumen anggaran untuk mempercepat penanganan, rehabilitasi, rekonstruksi dan pemulihan masyarakat pascabencana.
Gali Memori Kolektif, Kelompok Riset FIB UI Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan di Candi Cangkuang Garut

Gali Memori Kolektif, Kelompok Riset FIB UI Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan di Candi Cangkuang Garut

Kelompok Riset KR NEXUS FIB UI mendorong upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis memori kolektif, sejarah lokal, dan pengetahuan masyarakat adat di Candi Cangkuang dan Kampung Pulo.
Kurangi Subjektivitas Pengisian Jabatan, Setelah Jatim Menkum Supratman Serahkan Pemilihan KaKanwil Sumut Lewat E-Voting

Kurangi Subjektivitas Pengisian Jabatan, Setelah Jatim Menkum Supratman Serahkan Pemilihan KaKanwil Sumut Lewat E-Voting

Kementerian Hukum menguji penerapan manajemen talenta berbasis e-voting di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Utara.
UI Green Marathon Sukses Digelar, Hampir 3.500 Peserta Antusias Ramaikan Lomba Lari di Kampus UI Depok

UI Green Marathon Sukses Digelar, Hampir 3.500 Peserta Antusias Ramaikan Lomba Lari di Kampus UI Depok

UI Green Marathon sukses digelar di kampus UI Depok dengan diikuti hampir 3.500 peserta. Event perdana Rektorat ini juga membawa misi memperkuat dana abadi UI.
KPK Telusuri Selisih 2.000 Dolar Singapura dari Amplop Bupati Kuansing ke Raja Juli

KPK Telusuri Selisih 2.000 Dolar Singapura dari Amplop Bupati Kuansing ke Raja Juli

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencari selisih uang sebesar 2.000 Dolar Singapura yang diberikan oleh Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby ke Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.
Purbaya Temukan Banyak Masalah dalam Keuangan MBG di Daerah, BGN Diminta Segera Benahi

Purbaya Temukan Banyak Masalah dalam Keuangan MBG di Daerah, BGN Diminta Segera Benahi

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menemukan banyak kekurangan dalam pertanggungjawaban keuangan MBG di daerah dan akan melaporkannya kepada BGN.

Trending

Istana Kaget Ada Siswa Sekolah Rakyat Lolos Seleksi Calon Paskibraka Nasional, Ini Sosoknya

Istana Kaget Ada Siswa Sekolah Rakyat Lolos Seleksi Calon Paskibraka Nasional, Ini Sosoknya

Siswa Sekolah Rakyat berhasil menembus seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional yang akan bertugas dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026.
Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Dana White's Contender Series, salah satunya ada pertarungan antara Bilal Hasan melawan Mridul Saikia.
Media Sosial Dongkrak Omzet UMKM Lokal

Media Sosial Dongkrak Omzet UMKM Lokal

Kehadiran media sosial kini bukan lagi sekadar panggung hiburan, melainkan telah bertransformasi menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi mikro.
FIFA Resmi Cabut Sanksi Persib Bandung, Robert Rene Alberts Akhirnya Bikin Klarifikasi: Saya Sebenarnya Tak Mau

FIFA Resmi Cabut Sanksi Persib Bandung, Robert Rene Alberts Akhirnya Bikin Klarifikasi: Saya Sebenarnya Tak Mau

Mantan pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, akhirnya membuat klarifikasi soal laporannya yang menyebabkan klub dihukum. FIFA sempat menjatuhkan hukuman kepada Maung Bandung, namun akhirnya mencabutnya.
Profil Bilal Hasan, Petarung MMA Indonesia yang Resmi Raih Kontrak UFC

Profil Bilal Hasan, Petarung MMA Indonesia yang Resmi Raih Kontrak UFC

Menilik profil singkat Bilal Hasan, petarung MMA Indonesia yang baru saja meraih kontrak UFC usai tampil gemilang di Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 pada Rabu (12/8/2026) pagi WIB.
Lansia Korban Penipuan Iming-Iming Tebus Aset Rp3 Miliar di Tangsel Sempat Terjebak Satu Jam di Kamar Mandi, Kunci Dibawa Pelaku

Lansia Korban Penipuan Iming-Iming Tebus Aset Rp3 Miliar di Tangsel Sempat Terjebak Satu Jam di Kamar Mandi, Kunci Dibawa Pelaku

Polisi mengungkap fakta baru dibalik penangkapan dua pria berinisial A (38) dan EJ (45) yang melakukan penipuan menggunakan modus tebus aset Rp3 miliar terhadap wanita lansia di Tangerang.
Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT