Pandit Vietnam Sebut Timnas Indonesia Lebih Unggul, Kim Sang-sik Diminta Bermain Bertahan
- tvOnenews.com/Julio Tri Saputra | Dok. VFF
tvOnenews.com - Pertandingan Timnas Indonesia vs Vietnam pada lanjutan Grup A Piala AFF 2026 menjadi salah satu laga yang paling dinantikan publik Asia Tenggara.
Duel yang akan digelar di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026), diprediksi menjadi penentu perebutan posisi puncak klasemen sekaligus membuka jalan menuju babak semifinal.
Menariknya, jelang laga bergengsi tersebut, pandit sepak bola Vietnam, Quang Huy, justru melontarkan prediksi yang cukup mengejutkan.
Meski mengakui kualitas Timnas Indonesia meningkat drastis dan bahkan menyebut skuad Garuda lebih kuat dibanding beberapa tahun lalu, ia memperkirakan pertandingan akan berakhir imbang.
- Kita Garuda
Skuad Garuda tampil meyakinkan pada dua pertandingan awal Grup A.
Tim racikan John Herdman sukses menghajar Kamboja 5-1 sebelum melanjutkan tren positif dengan kemenangan 3-0 atas Timor Leste.
Delapan gol yang telah dicetak menunjukkan tajamnya lini serang Indonesia.
Mitchell Baker menjadi sorotan utama setelah mencetak empat gol hanya dalam dua pertandingan.
Selain Baker, kreativitas Thom Haye, mobilitas Eliano Reijnders, hingga keseimbangan permainan Marc Klok dan Ivar Jenner membuat permainan Indonesia semakin sulit dihentikan.
Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri juga menjadi keuntungan tambahan bagi Garuda untuk menjaga rekor sempurna sekaligus mengamankan tiket menuju semifinal.
Sementara itu, Vietnam datang dengan status juara bertahan.
Tim asuhan Kim Sang-sik mengawali turnamen dengan kemenangan telak 7-0 atas Timor Leste sebelum ditahan imbang tanpa gol oleh Singapura.
Hasil tersebut membuat pertandingan melawan Indonesia menjadi laga yang sangat menentukan bagi The Golden Star Warriors.
Jika melihat sejarah, duel Indonesia dan Vietnam memang selalu berlangsung sengit.
Sejak 1991, kedua negara sudah bertemu sebanyak 31 kali di berbagai ajang.
Indonesia sedikit unggul dengan koleksi 11 kemenangan, sedangkan Vietnam mengantongi sembilan kemenangan. Sebanyak 11 pertandingan lainnya berakhir tanpa pemenang.
Produktivitas gol kedua tim juga hampir identik. Indonesia telah mencetak 36 gol ke gawang Vietnam, sementara Vietnam mengoleksi 35 gol ke gawang Garuda.
Khusus di ajang Piala AFF, Indonesia dan Vietnam sudah bertemu sebanyak 11 kali sejak edisi 1996.
Garuda meraih tiga kemenangan, Vietnam dua kemenangan, sedangkan enam pertandingan lainnya berakhir imbang.
Statistik tersebut semakin menegaskan bahwa laga kali ini berpotensi berlangsung sangat ketat.
Komentator senior Vietnam, Quang Huy, menilai hasil imbang yang diraih Vietnam saat menghadapi Singapura justru menjadi keuntungan psikologis bagi Indonesia.
Menurutnya, tim asuhan John Herdman akan tampil dengan rasa percaya diri tinggi dan tidak akan gentar menghadapi sang juara bertahan.
"Saya rasa Indonesia akan bermain dengan sikap yang selalu mereka tunjukkan, mereka tidak akan gentar. Dengan kata lain, melihat Vietnam bermain imbang seperti itu, mereka akan memasuki pertandingan dengan keunggulan dan akan memiliki strategi untuk menangkis serangan kita," kata Quang Huy dikutip dari Soha.vn.
Pengamat tersebut juga mengakui perkembangan kualitas Timnas Indonesia yang kini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu.
Salah satu perhatian terbesar Quang Huy tertuju kepada striker muda Indonesia, Mitchell Baker.
Penyerang berpostur 197 sentimeter itu telah mengoleksi empat gol dalam dua pertandingan dan dinilai menjadi ancaman paling serius bagi pertahanan Vietnam.
Karena itu, Quang Huy menyarankan Kim Sang-sik agar tidak memainkan strategi menyerang secara terbuka.
"Indonesia adalah tim yang, meskipun masih kekurangan beberapa pemain kunci, secara keseluruhan kuat dan memiliki kemampuan menyerang yang sangat baik. Mereka bisa mencetak gol dari berbagai situasi. Saya rasa Vietnam sebaiknya tidak bermain menyerang melawan mereka."
- Federasi Sepak Bola Vietnam/vff.org.vn
Ia juga menilai Vietnam harus mematikan suplai bola kepada Baker, terutama dari sektor sayap.
"Dengan striker Baker, secara umum perlu untuk membatasi aktivitas Indonesia di sayap, membatasi umpan silang dan peluang bola mati mereka. Pada saat yang sama, sangat penting untuk menerapkan strategi bertahan melawan bola-bola lambung di area penalti, dengan koordinasi antara kiper dan bek tengah."
Menurutnya, duet bek tengah Vietnam seperti Thanh Chung dan Doan Van Hau harus mampu mengawal Baker sepanjang pertandingan.
"Untuk menjelaskan lebih detail, lini pertahanan kami memiliki Thanh Chung dan Van Hau untuk menghentikan Baker. Dan ketika lawan mendapatkan bola mati, para pemain di lini serang juga harus mundur untuk mendukung para pemain bertahan."
Analisis tersebut sejalan dengan performa Baker sepanjang turnamen.
Selain unggul dalam duel udara, striker berusia 19 tahun itu juga efektif membaca ruang dan memanfaatkan umpan silang maupun bola mati, sesuatu yang menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia di bawah John Herdman.
Prediksi Skor 1-1, Vietnam Tetap Optimistis Lolos
Meski mengakui kualitas Indonesia meningkat pesat, Quang Huy tetap yakin Vietnam mampu membawa pulang satu poin dari Bogor.
Ia memprediksi pertandingan akan berakhir dengan skor 1-1.
"Saya merasa Vietnam akan bermain imbang 1-1 tetapi tetap akan lolos. Karena Indonesia tidak akan mengincar hasil imbang saat menghadapi Singapura. Mereka adalah tim yang lebih kuat dan ingin membuktikan kekuatan mereka," pungkasnya.
Prediksi itu menunjukkan rasa hormat Vietnam terhadap perkembangan Timnas Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, Garuda memang mengalami peningkatan signifikan berkat kombinasi pemain diaspora, talenta muda lokal, serta pendekatan taktik modern yang diterapkan John Herdman.
Meski demikian, Vietnam tetap merupakan salah satu kekuatan terbesar di Asia Tenggara.
Organisasi permainan yang disiplin, pengalaman sebagai juara bertahan, serta kualitas individu para pemain membuat duel di Stadion Pakansari diprediksi berlangsung sengit hingga peluit panjang berbunyi.
Laga ini bukan hanya soal perebutan tiga poin, tetapi juga menjadi pembuktian siapa yang paling layak menyandang status favorit juara Grup A Piala AFF 2026.
(tsy)
Load more