Lama Terlupakan, Bintang Andalan Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Berharap Kembali Bela Garuda di Era John Herdman
- tvOnenews.com/Taufik Hidayat
Jakarta, tvOnenews.com - Lama tak dipanggil Timnas Indonesia, permata Garuda era Shin Tae-yong, Rafael Struick masih menyimpan mimpi untuk kembali. Striker Dewa United itu ingin mendapatkan kesempatan membela Garuda lagi.
Persaingan di lini depan Timnas Indonesia kini semakin ketat. Nama seperti Ole Romeny, Mauro Zijlstra, hingga Mitchell Baker membuat peluang Struick kembali ke skuad semakin berat.
Kondisi tersebut tidak membuat semangat pemain berdarah Semarang itu padam. Struick tetap optimistis bisa kembali mendapatkan kepercayaan dari pelatih John Herdman.
Struick merupakan salah satu pemain diaspora yang memilih melanjutkan karier di kompetisi domestik. Setelah menjalani proses naturalisasi, ia kini memperkuat Dewa United di level klub.
Namun, performa Struick bersama Dewa United musim lalu belum sesuai harapan. Ia hanya mampu mencatatkan satu gol dan satu assist sepanjang musim.
Catatan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Struick untuk kembali masuk skuad Garuda. Terlebih, Herdman kini memiliki banyak pilihan untuk mengisi lini depan Timnas Indonesia.
Sebelumnya, Struick merupakan salah satu pemain yang cukup diandalkan Shin Tae-yong. Ia bahkan sempat menjadi bagian penting Timnas Indonesia dalam berbagai agenda internasional.
Di level senior, Struick telah mencatatkan 23 penampilan bersama Timnas Indonesia. Ia juga pernah memperkuat Garuda dari kelompok usia U-20, U-22, hingga U-23.
Dari seluruh penampilannya di kelompok usia tersebut, Struick tercatat menyumbangkan enam gol dari 16 pertandingan. Pengalaman itu menjadi modal berharga bagi pemain yang kini berusia 23 tahun tersebut.
Namun, namanya mulai menghilang setelah terjadi pergantian pelatih. Struick tidak lagi menjadi pilihan utama ketika Patrick Kluivert hingga John Herdman menangani Timnas Indonesia.
Struick mengakui tidak dipanggil ke tim nasional merupakan situasi yang sulit baginya. Meski begitu, ia tidak ingin menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk berhenti berjuang.
"Untukku, aku selalu ingin bermain untuk timnas, jadi kalau saya tidak dipanggil, selalu buruk," kata Struick saat tampil dalam program YouTube Vindes, Sepik Bola.
Alih-alih menyerah, Struick justru menjadikan situasi tersebut sebagai bahan bakar tambahan. Ia ingin menggunakan pengalaman tersebut untuk terus memperbaiki diri dan menunjukkan kemampuannya di level klub.
Load more