Guruh Soekarnoputra Wafat, Sandiaga Uno: Indonesia Kehilangan Maestro Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif
- YouTube Sounds From The Corner
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno datang melayat ke rumah duka almarhum Guruh Soekarnoputra di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, pada Sabtu (26/9/2026).
Sandiaga mengungkapkan bahwa pada hari ini Indonesia kehilangan sosok maestro kebudayaan dan ekonomi kreatif.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Hari ini bangsa Indonesia kehilangan seorang tokoh nasional. Maestro kebudayaan dan ekonomi kreatif,” kata Sandiaga, kepada awak media, Sabtu (26/9/2026).
Sandiaga mengaku bahwa dirinya merupakan tetangga dari Guruh. Sosok almarhum terkenal sebagai warga yang sering memberikan kontribusi positif.
“Atas nama warga sekitar, kebetulan kami tinggal di sekitar sini, kami mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi raji'un turut bela sungkawa. Bapak Guruh Soekarnoputra terkenal sebagai warga yang memberikan kontribusi positif,” terang Sandiaga.
Bahkan, Sandiaga mengaku sejak kecil sering berkunjung ke rumah Guruh. Semasa kenal, dirinya sering diberikan wejangan saat memulai usaha hingga bermitra.
“Saya waktu masih kecil sering main ke rumah ini. Beliau banyak memberikan wejangan saat memulai usaha, pernah juga bermitra, dan saat di pemerintah beliau juga mitra kerja kami di Komisi X,” ucapnya.
“Jadi kami kehilangan tokoh ekonomi kreatif yang telah memberikan kontribusi luar biasa melalui perannya di Swara Maharddhika maupun juga di kepartaian. Kita doakan beliau husnul khotimah dan diberikan tempat di sisi terbaik Allah SWT,” terang Sandiaga.
Untuk diketahui, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals.
Sehari sebelumnya, putra Presiden ke-1 RI Soekarno ini dikabarkan tengah mengalami kritis dan dirawat di rumah sakit.
Politisi PDIP Guntur Romli membenarkan soal Guruh yang tengah dirawat di rumah sakit.
“Betul. Mohon doanya,” kata Guntur, saat dihubungi, pada Jumat (25/9/2026). (ars/nsi)
Load more