Andre Rosiade Bicara Jujur soal John Herdman dan Shin Tae-yong, Kondisi Fisik Pemain Timnas Indonesia Disorot
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Klub Semen Padang, Andre Rosiade, melontarkan kritik terbuka kepada pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, setelah skuad Garuda gagal meraih gelar juara Piala AFF 2026. Menurut Andre, kegagalan tersebut tidak bisa dilepaskan dari evaluasi terhadap kinerja pelatih asal Inggris itu.
Timnas Indonesia kembali mengakhiri perjalanan di ajang Piala AFF 2026 tanpa trofi. Bahkan, Garuda harus tersingkir lebih cepat karena gagal lolos dari fase grup.
Hasil tersebut memperpanjang penantian Indonesia untuk menjadi juara Piala AFF. Sejak turnamen pertama digelar pada 1996, Timnas Indonesia masih belum mampu mengangkat trofi kompetisi paling bergengsi di Asia Tenggara itu.
Pada edisi 2026, Indonesia hanya finis di posisi ketiga Grup A. Raihan tujuh poin dari empat pertandingan membuat Rizky Ridho dan rekan-rekannya gagal mengamankan tiket ke semifinal.
Indonesia sebenarnya sempat menjaga asa hingga pertandingan terakhir. Namun, hasil imbang 1-1 melawan Singapura membuat peluang Garuda sirna.
Singapura menutup fase grup di posisi kedua dengan delapan poin. Sementara Vietnam keluar sebagai juara grup setelah mengumpulkan 10 poin.
Andre menilai kegagalan tersebut membuat John Herdman layak menerima kritik dari publik sepak bola Indonesia. Menurutnya, seorang pelatih tidak boleh dianggap kebal terhadap penilaian setelah hasil yang mengecewakan.
"John Herdman harus diberikan ruang untuk dikritik. Ya, karena John Herdman kan manusia biasa. Karena dia menurut saya sudah menikmati bulan madu," ujar Andre di Tangerang, Selasa (25/8/2026).
"Wajar kalau ada yang mengkritik John Herdman. Karena dengan pemain yang begitu banyak naturalisasi, kita malah kalah," tambahnya.
Andre menyoroti materi pemain yang dibawa Herdman di Piala AFF 2026. Ia menilai Timnas Indonesia memiliki banyak pemain naturalisasi sehingga ekspektasi terhadap tim menjadi jauh lebih tinggi.
Karena itu, menurut Andre, kegagalan menembus semifinal menjadi hasil yang sulit diterima. Ia menilai skuad Garuda semestinya mampu melangkah lebih jauh dengan kualitas pemain yang dimiliki.
Selain hasil pertandingan, Andre juga mengkritisi kondisi fisik para pemain Timnas Indonesia. Ia merasa ada perbedaan yang cukup mencolok dibandingkan saat skuad Garuda masih ditangani Shin Tae-yong.
Menurut Andre, Timnas Indonesia di era Shin dikenal memiliki daya tahan fisik yang sangat kuat. Para pemain disebut mampu tampil ngotot hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir, bahkan ketika laga berlanjut ke babak tambahan.
Sebaliknya, Andre menilai kondisi tersebut belum terlihat di bawah kepemimpinan Herdman. Ia mengaku melihat para pemain mulai kehilangan tenaga ketika pertandingan memasuki babak kedua.
"Mohon maaf ya, saya ini penonton bola, saya nggak bela Shin Tae-yong. Tapi faktanya, di zaman John Herdman menit 60, itu pemain kita udah ngos-ngosan," kata Andre.
Andre menegaskan kritik yang disampaikannya bukan untuk menjatuhkan Herdman. Ia berharap komentar tersebut menjadi bahan evaluasi agar Timnas Indonesia bisa tampil lebih baik pada turnamen berikutnya.
Ia bahkan menyebut Herdman harus segera menyadari tantangan nyata yang dihadapi sepak bola Indonesia. Menurut Andre, kritik diperlukan agar pelatih bisa melakukan pembenahan.
Agenda terdekat Timnas Indonesia adalah tampil di FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen tersebut akan berlangsung pada 24 September hingga 4 Oktober 2026 dengan Indonesia sebagai salah satu peserta di divisi utama.
Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Grup tersebut dinilai memberikan peluang besar bagi Garuda untuk membuktikan diri setelah kegagalan di Piala AFF.
Andre pun memasang target yang sangat tinggi untuk Herdman pada ajang tersebut. Ia menilai Timnas Indonesia tidak memiliki alasan untuk gagal menjadi juara.
"Ya harusnya kita harus juara, nggak ada cerita enggak juara," ucap Andre.
FIFA ASEAN Cup 2026 kini menjadi ujian penting bagi John Herdman untuk menjawab kritik yang mengarah kepadanya. Penampilan Timnas Indonesia di turnamen itu akan menjadi tolok ukur apakah evaluasi yang diminta berbagai pihak benar-benar membuahkan perubahan.
(igp/rda)
Load more