Masih Ingat Mitchel Bakker? Bek Grade A yang Hampir Bela Timnas Indonesia Kini Alami Nasib Buruk di Serie A
- atalanta.it
Jakarta, tvOnenews.com - Masih ingat dengan nama Mitchel Bakker? Bek kiri asal Belanda yang sempat ramai dikaitkan dengan Timnas Indonesia itu kini harus mengakhiri petualangannya bersama Atalanta setelah kedua pihak sepakat memutus kontrak lebih cepat.
Atalanta secara resmi mengumumkan perpisahan dengan Mitchel Bakker pada Selasa (1/9/2026). Klub Serie A tersebut menyatakan kontrak sang pemain dihentikan berdasarkan kesepakatan bersama setelah Bakker tidak lagi masuk dalam rencana utama tim.
"Atalanta BC dapat mengkonfirmasi bahwa Klub dan Mitchel Bakker telah sepakat untuk mengakhiri kontrak pemain tersebut," bunyi pernyataan resmi Atalanta.
"Keluarga Percassi, keluarga Pagliuca, dan semua orang di Klub mendoakan yang terbaik untuk Mitchel, baik secara profesional maupun pribadi, untuk babak selanjutnya dalam kariernya," sambungnya.
- Atalanta.com
Keputusan tersebut menjadi akhir dari perjalanan yang kurang berjalan sesuai harapan bagi Bakker di Bergamo. Pemain kelahiran Purmerend, Belanda, 20 Juni 2000 itu sebelumnya datang ke Atalanta pada 2023 setelah meninggalkan Bayer Leverkusen.
Bakker sebenarnya memiliki rekam jejak yang cukup mentereng untuk ukuran pemain berusia 26 tahun. Ia merupakan jebolan akademi Ajax Amsterdam sebelum melanjutkan karier ke Paris Saint-Germain, Bayer Leverkusen, Atalanta, hingga sempat menjalani masa peminjaman bersama Lille.
Bersama PSG, Bakker mendapatkan pengalaman bermain di level tertinggi Prancis dan turut menjadi bagian dari tim yang meraih sejumlah trofi domestik. Setelah itu, ia pindah ke Bayer Leverkusen pada 2021 dan mencatat puluhan penampilan di Bundesliga sebelum berlabuh ke Atalanta.
Kariernya bersama klub asal Bergamo sempat mencapai titik istimewa ketika Atalanta menjuarai Liga Europa 2023-2024. Bakker menjadi bagian dari skuad yang mengalahkan Bayer Leverkusen di final dan membawa trofi Eropa tersebut ke Bergamo.
- LOSC
Namun, perjalanan Bakker di Atalanta tidak berlangsung mulus. Ia hanya mencatat total 23 penampilan bersama tim utama Atalanta dengan torehan satu gol, sementara pada musim 2024-2025 ia dipinjamkan ke Lille.
Di Lille, Bakker justru kembali mendapatkan menit bermain yang lebih banyak. Ia tampil dalam 35 pertandingan pada musim 2024-2025 dan mencetak empat gol serta memberikan tiga assist sebelum kembali ke Atalanta.
Masalah kemudian datang pada musim berikutnya ketika Bakker mengalami cedera serius. Ia dilaporkan mengalami kerusakan ligamen anterior cruciatum atau ACL serta menjalani penanganan terhadap meniskus lutut kanan pada Juli 2025.
Cedera tersebut membuat kesempatan Bakker untuk mendapatkan tempat di skuad utama Atalanta semakin terbatas. Pada musim terakhirnya di Bergamo, ia bahkan hanya mencatat satu penampilan bersama Atalanta U-23 dan satu kali tampil untuk tim Primavera sebelum akhirnya berada di luar skuad utama.
- Atalanta Official
Kondisi tersebut membuat keputusan Atalanta untuk mengakhiri kontraknya tidak terlalu mengejutkan. Padahal, sebelumnya Bakker masih memiliki kontrak bersama La Dea hingga 30 Juni 2027, tetapi kedua pihak memilih mengakhiri kerja sama satu musim lebih cepat.
Sempat Dikaitkan dengan Timnas Indonesia
Nama Mitchel Bakker pernah menjadi perbincangan hangat di Indonesia pada awal 2025. Ketika itu, media Belanda Algemeen Dagblad (AD) melaporkan adanya ketertarikan PSSI terhadap sang pemain karena ia disebut memiliki garis keturunan Indonesia dari keluarga yang berasal dari Maluku.
Bakker memiliki profil yang sangat menarik jika dikaitkan dengan kebutuhan Timnas Indonesia. Selain bermain sebagai bek kiri, pemain dengan tinggi sekitar 1,89 meter tersebut pernah memperkuat berbagai kelompok usia Belanda dari U-15 hingga U-21 dan belum pernah mendapatkan caps bersama tim senior Oranje.
Namun, peluang Bakker untuk memperkuat Timnas Indonesia ternyata tidak berjalan seperti yang ramai diberitakan. PSSI melalui anggota Exco Arya Sinulingga menjelaskan bahwa garis keturunan Bakker menjadi kendala karena berasal dari generasi ketiga atau buyut, sedangkan aturan FIFA terkait perpindahan asosiasi berdasarkan keturunan mensyaratkan hubungan hingga kakek atau nenek.
Erick Thohir juga sebelumnya menyampaikan bahwa PSSI kesulitan memproses Bakker karena tidak ditemukan garis keturunan Indonesia dari orang tua maupun kakek-nenek yang sesuai dengan regulasi FIFA. (fan)
Load more