Belum Dilirik Timnas Indonesia, Pemain Berdarah Bali Ini Tak Tergantikan di MLS dan Bisa Jadi Opsi John Herdman
- REUTERS/Dale Zanine-Imagn Images
Performa Kohler di MLS musim ini menjadi alasan lain untuk memperhatikan perkembangannya. Ia mampu menjaga posisi sebagai pemain reguler di lini belakang New England Revolution.
Pada laga terbaru melawan Real Salt Lake, Kohler kembali tampil selama 90 menit. Meski timnya kalah 0-3, ia tetap menunjukkan statistik individu yang cukup menonjol.
Dilansir dari fotmob.com, Kohler mendapatkan rating 7,1 dan menjadi pemain dengan nilai tertinggi kedua di timnya. Ia hanya berada di bawah bintang New England Revolution, Carles Gil.
Dalam pertandingan tersebut, Kohler mencatat 92 sentuhan bola. Akurasi umpannya juga mencapai 96 persen setelah menyelesaikan 71 dari 74 percobaan operan.
Ia juga menghasilkan dua umpan lambung akurat dan sembilan umpan menuju area sepertiga akhir pertahanan lawan. Kohler bahkan sempat melepaskan satu tembakan yang membentur tiang.
Performa defensifnya juga cukup solid. Kohler memenangkan empat dari lima duel udara dan mencatat enam kali recovery bola tanpa sekali pun kehilangan bola akibat dilewati lawan.
Konsistensi tersebut menunjukkan Kohler bukan sekadar pelapis di New England Revolution. Ia sudah berkembang menjadi salah satu pemain yang dipercaya mengisi lini belakang klub.
Dengan pengalaman di Amerika Serikat dan Jerman, Kohler memiliki profil yang menarik untuk diperhatikan. Apalagi, usianya masih 21 tahun dan peluang membela Timnas Indonesia belum sepenuhnya tertutup.
Jika PSSI benar-benar kembali mencari pemain keturunan untuk memperkuat skuad Garuda, nama Kohler layak masuk radar. Terlebih, John Herdman membutuhkan pemain yang mampu memberikan kedalaman di lini belakang.
(sub)
Load more