Media Kanada Tak Percaya John Herdman Bawa Timnas Indonesia Juara: Dulu Diteriaki Suporter di Pinggir Lapangan
- tvOnenews-Ilham Giovani
tvOnenews.com - John Herdman sukses mencatatkan pencapaian bersejarah bersama Timnas Indonesia setelah membawa skuad Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Keberhasilan tersebut turut mendapat perhatian dari media Kanada, Waking The Red, yang menyoroti perjalanan sang pelatih sejak menangani tim nasional Kanada hingga akhirnya menjadi juara di Asia Tenggara.
Dalam laporannya, Waking The Red menyebut Herdman kini memiliki status baru sebagai juara FIFA ASEAN Cup bersama Indonesia. Mereka juga mengingatkan bahwa perjalanan Herdman bersama Toronto FC tidak berlangsung sesuai harapan setelah sebelumnya berhasil menorehkan prestasi penting bersama tim nasional putra dan putri Kanada.
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Namun, kegagalan di level klub itu seakan terbayar setelah Herdman membawa Indonesia mengangkat trofi dalam turnamen regional pertamanya.
Waking The Red menilai keberhasilan tersebut menjadi pencapaian besar karena Indonesia akhirnya mampu menaklukkan Thailand setelah penantian panjang.
"Masa John Herdman di Toronto FC mungkin tidak berjalan dengan baik setelah penampilan bersejarahnya bersama tim nasional putra dan putri Kanada, tetapi sekarang ia dapat menyebut dirinya sebagai juara Piala ASEAN FIFA bersama tim nasional Indonesia," tulis media Kanada, Waking The Red.
Final FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (5/10/2026), berlangsung dramatis. Indonesia dan Thailand bermain 2-2 hingga babak tambahan sebelum skuad Garuda memastikan kemenangan melalui adu penalti dengan skor 4-2.
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Indonesia sempat unggul lewat gol Dean James pada menit ke-84. Thailand kemudian merespons cepat melalui Iklas Sanron. Pada babak tambahan, Peeradol Chamrasamee membawa Thailand kembali unggul, tetapi Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-116.
Pertandingan akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama sukses menjalankan tugasnya untuk Indonesia.
Bagi Waking The Red, kemenangan tersebut semakin menarik karena Herdman sebelumnya sempat menghadapi periode sulit bersama Indonesia.
Media Kanada itu menyinggung bagaimana sang pelatih sempat mendapatkan tekanan dari suporter setelah Indonesia tersingkir dari Kejuaraan ASEAN pada Agustus.
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Situasi tersebut kini berubah drastis. Hanya beberapa waktu setelah mendapat kritik, Herdman justru membawa Indonesia memenangkan trofi utama pertamanya dalam sejarah FIFA ASEAN Cup.
Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari dukungan staf kepelatihan. Mantan bek tim nasional Kanada, Steven Vitória, turut menjadi bagian dari tim Herdman di Indonesia. Keduanya kini ikut merasakan keberhasilan membawa Garuda mencatat sejarah baru.
“Ini adalah trofi pertama kami dalam sejarah. Yang selalu kami tunjukkan kepada kalian adalah seberapa besar kami akan berjuang untuk negara ini, seberapa besar kami peduli bermain untuk Indonesia. Ini adalah langkah besar pertama tim kami,” kata Herdman.
Waking The Red juga menilai pengalaman Herdman bersama tim nasional Kanada menjadi salah satu alasan mengapa kiprahnya di Indonesia menarik perhatian. Sebelumnya, ia berhasil membawa Kanada kembali ke Piala Dunia 2022 setelah penantian selama puluhan tahun.
"Anda mungkin ingat bahwa segalanya tidak dimulai dengan baik bagi mereka, diteriaki oleh para suporter di pinggir lapangan setelah tersingkir dari Kejuaraan ASEAN pada bulan Agustus, tetapi tidak ada yang lebih populer di negara ini saat ini selain Herdman setelah memberikan kemenangan bersejarah ini," jelas Waking The Red.
Kini, tugas Herdman di Indonesia tidak berhenti setelah mengangkat trofi. Ia memiliki target besar untuk membawa Garuda kembali tampil di Piala Dunia, sekaligus memperbaiki pencapaian Indonesia di Piala Asia.
Selain menangani tim senior, Herdman juga dipercaya mengawasi tim U-23. Salah satu target jangka panjangnya adalah membantu Indonesia mengejar tiket ke Olimpiade, sesuatu yang terakhir kali dirasakan Indonesia pada 1956.
Dengan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai pencapaian awal, perjalanan Herdman bersama Indonesia memasuki babak baru.
Sorotan dari media Kanada menunjukkan bahwa keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kabar besar di Asia Tenggara, tetapi juga menarik perhatian negara asal sang pelatih. (asl)
Load more