Dihukum 30 Bulan Gegara Kasus Pemukulan, Eks Timnas Indonesia Jhonny van Beukering Akhirnya Buka Suara
- VIVA
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan striker Timnas Indonesia, Jhonny van Beukering akhirnya buka suara setelah dijatuhi hukuman skorsing selama 30 bulan oleh Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB). Ia memberikan respons panjang sekaligus membagikan rekaman insiden kekerasan yang membuatnya mendapat sanksi berat.
Van Beukering terlibat keributan ketika menjabat sebagai asisten pelatih GVVV. Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan melawan IJsselmeervogels di kompetisi Tweede Divisie atau kasta ketiga Liga Belanda pada September 2026.
Dalam kejadian tersebut, pemain IJsselmeervogels bernama Quiermo Dumay mengalami cedera serius setelah mendapat pukulan di area wajah. Pihak klub menuding Van Beukering sebagai pelaku yang menyebabkan pemainnya kehilangan sejumlah gigi.
Berdasarkan laporan media Belanda, De Telegraaf, komite disiplin KNVB akhirnya menjatuhkan skorsing selama dua setengah tahun kepada mantan pemain Feyenoord tersebut. Keputusan itu sesuai dengan tuntutan jaksa disiplin setelah mempertimbangkan tingkat keparahan cedera korban.
- Kolase tvOnenews.com / VIVA / Instagram @jhonny29983
"Pedoman untuk pelanggaran tersebut adalah hukuman delapan belas bulan; namun, baik jaksa penuntut maupun komite disiplin menganggap cedera yang diderita sebagai faktor penting, oleh karena itu hukuman yang lebih tinggi telah dijatuhkan," demikian bunyi putusan tersebut.
Setelah keputusan tersebut diumumkan, Van Beukering memilih menyampaikan tanggapannya melalui Facebook pada Jumat (16/10/2026) malam. Ia mengakui bahwa KNVB memiliki kewenangan untuk menjatuhkan hukuman terhadap dirinya.
"Selamat siang semuanya, keluarga dan teman-teman. Seperti yang telah Anda baca dan dengar, KNVB ingin menskors saya selama 30 bulan," tulis Van Beukering.
- Instagram @jhonny29983
"Baiklah, itu hak prerogatif mereka dan tidak ada lagi yang dapat Anda lakukan," lanjutnya.
Mantan pemain naturalisasi Timnas Indonesia itu kemudian menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang tetap mendukungnya. Ia menyadari bahwa kasus tersebut membuat publik memberikan berbagai penilaian terhadap dirinya.
"Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang-orang yang mengenal saya secara pribadi atas dukungan mereka," katanya.
"Ada orang yang menghakimi Anda, ada orang yang mendukung Anda. Begitulah hidup," lanjutnya.
Van Beukering menegaskan bahwa hukuman panjang tersebut tidak akan mengubah pandangannya terhadap perjalanan hidup yang telah dilalui. Ia memilih mengenang pengalaman positif selama puluhan tahun berkecimpung di dunia sepak bola.
- Kolase tvOnenews
"Yang ingin saya katakan adalah saya tetap berpegang pada hal-hal indah dalam hidup. Hukuman skorsing 30 bulan tidak mengubah apa pun tentang itu," ungkapnya.
"Saya ingin tetap berpegang pada hal-hal indah dalam hidup, apa yang telah saya alami dalam hidup saya sejauh ini," sambungnya.
"Melatih banyak pemain sepak bola selama 27 tahun terakhir sebagai pelatih, di mana banyak anak laki-laki dapat ditemukan di level tinggi dan bahkan di sepak bola profesional," tambahnya.
Tak hanya berbicara mengenai sepak bola, Van Beukering juga menyinggung berbagai kegiatan sosial yang pernah dilakukannya. Ia mengaku memiliki banyak kenangan ketika membantu anak-anak hingga masyarakat kurang mampu.
"Saya tetap pada pendirian saya; itulah hal-hal indah dalam hidup. Semua anak-anak dan orang lanjut usia yang beruntung saya dampingi," katanya.
"Mulai dari berjalan-jalan hingga menjalankan klub anak-anak untuk orang-orang yang kurang mampu. Memberikan pelajaran berenang, membagikan paket makanan, pelajaran olahraga," lanjutnya.
"Itulah hal-hal indah dalam hidup. Itu tidak mengurangi signifikansi penangguhan saya. Saya hanya ingin mengungkapkan isi hati saya," tegasnya.
Menariknya, Van Beukering juga mengambil langkah tak biasa dengan membagikan rekaman insiden yang menyebabkan dirinya dihukum. Video tersebut ditujukan kepada orang-orang yang masih mempertanyakan keputusan KNVB.
"Kepada orang-orang yang meragukan atau mempertanyakan penangguhan saya. Saya secara pribadi memposting rekaman di sini yang mengakibatkan penangguhan saya selama 30 bulan," jelasnya.
"Dan setelah hari ini, saya akan mengakhirinya sendiri dan hidup terus berjalan. Dan saya akan melanjutkan hal-hal yang membuat saya bahagia. Salam, Jhonny," pungkasnya.
Sebelum hukuman 30 bulan dijatuhkan, Van Beukering sebenarnya sudah menerima sanksi sementara selama 60 hari dari KNVB. Ia juga kehilangan pekerjaannya setelah manajemen GVVV memutuskan untuk memberhentikannya dari jajaran pelatih.(fan)
Load more