Timnas Indonesia Wajib Waspada, Jepang Turunkan 24 Pemain yang Berkarier di Eropa
- JFA
Salah satu perhatian dalam daftar pemanggilan kali ini adalah kembalinya Takumi Minamino ke skuad Jepang. Pemain AS Monaco tersebut sempat absen hampir satu tahun akibat cedera ligamen anterior atau ACL.
- ANTARA FOTO/Reuters/Gonzalo Fuentes/nym.
Di sisi lain, Jepang belum dapat diperkuat Kaoru Mitoma. Pemain Brighton tersebut tidak masuk dalam daftar pemain karena masih mengalami cedera.
Komposisi skuad Jepang kali ini juga memperlihatkan dominasi pemain yang berkarier di luar negeri. Dari total 28 pemain yang dipanggil, hanya empat orang berasal dari kompetisi J.League, sedangkan 24 lainnya bermain untuk klub-klub di Eropa.
Pemanggilan pemain untuk agenda internasional November kali ini juga memiliki arti penting bagi masa depan kepelatihan Timnas Jepang. Pasalnya, penundaan Piala Asia 2027 memunculkan spekulasi bahwa dua pertandingan melawan Brasil dan Paraguay berpotensi menjadi penampilan terakhir Hajime Moriyasu sebagai pelatih kepala.
Sebelumnya, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengumumkan pada tanggal 3 bahwa penyelenggaraan Piala Asia mengalami perubahan jadwal. Turnamen yang semula direncanakan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 kini diundur menjadi 23 Desember 2027 sampai 21 Januari 2028.
- REUTERS - Jose Breton/Pics Action/NurPhoto
Perubahan tersebut membuat rencana pergantian pelatih di tubuh Timnas Jepang ikut menjadi perhatian. Kontrak Moriyasu sebelumnya telah diperpanjang hingga Piala Asia 2027. Namun, penundaan turnamen membuat tahapan akhir masa kepelatihannya berpotensi mengalami perubahan.
JFA sebelumnya telah menunjuk Go Oiwa sebagai penerus Moriyasu. Berdasarkan rencana awal, Oiwa akan mulai menangani tim nasional senior Jepang pada Maret mendatang.
Saat ini, Oiwa juga masih bertanggung jawab atas tim nasional kelompok usia yang dipersiapkan menghadapi Olimpiade Los Angeles 2028. Kondisi tersebut membuat JFA perlu mempertimbangkan secara matang waktu pergantian pelatih.
Apabila Moriyasu mengakhiri masa jabatannya sebelum Maret, Timnas Jepang berpotensi mengalami kekosongan kepemimpinan selama periode tersebut. Selain itu, jadwal Piala Asia yang baru juga berdekatan dengan penyelenggaraan Piala Asia U-23, sehingga tugas Oiwa menangani dua tim nasional sekaligus dapat menjadi tantangan tersendiri.
Atas pertimbangan tersebut, JFA dikabarkan tengah mengevaluasi waktu yang paling tepat untuk melakukan pergantian pelatih.
Meski masa depannya masih menjadi perhatian, Moriyasu menegaskan bahwa perubahan jadwal Piala Asia tidak mengubah komitmennya terhadap Timnas Jepang.
Load more