GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Suami WNA Siram Istri dengan Air Keras Hingga Meninggal

Rabu, 24 November 2021 - 16:41 WIB
  • Reporter :
Cianjur, Jawa barat - Nasib nahas dialami seorang wanita di Cianjur Jawa Barat. Perkawinannya dengan seorang pria asal Timur Tengah justru mengantarkannya ke alam baka.
Kebahagiaan Sarah membina rumah tangga dengan Abdul Latif seorang pria Wna asal Arab Saudi ini rupanya hanya seumur jagung. Bahkan Sarah harus kehilangan nyawa dengan cara tragis, buah ulah biadab suaminya yang tega menyiramnya dengan air keras. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibat siraman air keras itu, Sarah mengalami luka bakar hampir di sekujur tubuhnya. Sementara upaya pelaku yang hendak melarikan diri kembali ke negeri asalnya berhasil dicegah petugas. 
Di lingkungan tempat tinggalnya, Sarah dikenal ramah baik dan tak sedikit pula yang memujinya rupawan. Bahkan satu setengah bulan usai menikah Siri dengan Abdul Latif itu, warga juga mengaku tak pernah mendengar ataupun melihat ada perselisihan berarti di rumah tangga Sarah.
Terang saja warga kaget begitu tahu Sarah mengalami penganiayaan luar biasa hingga merenggut nyawanya itu.
Menurut Psikolog Siti Jesika, penyebab pelaku KDRT biasanya lebih ke ketidakmampuan dirinya dalam mengelola emosi dan mengelola konflik, diakibatkan karena trauma masa lalu.
“Mungkin bisa jadi dia tumbuh di keluarga yang banyak kekerasan. Ayah Atau ibunya mungkin melakukan kekerasan kepada dia. Sehari-hari dia selalu melihat kekerasan,” tutur Siti.
Bila berkaca ke belakang ikhtiar Abdul Latif menikahi Sarah boleh dibilang tak gampang. Sudah tiga kali ia ditolak Sarah maupun keluarganya. Barulah pada pendekatan kali keempat, Abdul Latif berhasil meluluhkan hati Sarah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keseriusan itu setidaknya terlihat saat Abdul Latif tiba-tiba menyodorkan tumpukan rupiah sebagai mahar dan lalu menikahi Sarah secara siri. Selain itu, disebutkan pula bila pria 29 tahun asal Arab Saudi itu pernah berjanji akan membelikan banyak hal untuk mencukupi semua kebutuhannya. Namun, hingga Sarah meninggal janji-janji muluk itu belum ada yang terwujud.
Kini Sarah telah beristirahat dengan tenang di alam barunya. Pun, pihak berwajib masih terus mendalami kasus ini. Sementara, dinginya kamar di balik jeruji besi kini menanti Abdul Latif.(awy)

Berita Terkait

Topik Terkait

Jangan Lewatkan

Gong Xi Fa Cai 2026! Imlek 2026 Berapa Kongzili, Apa Shio Tahun Ini, dan Mengapa Kalender Kongzili Penting Diketahui?

Gong Xi Fa Cai 2026! Imlek 2026 Berapa Kongzili, Apa Shio Tahun Ini, dan Mengapa Kalender Kongzili Penting Diketahui?

Gong Xi Fa Cai 2026! Imlek 2026 berapa Kongzili? Simak penjelasan tahun 2577, shio Kuda Api, dan pentingnya kalender Kongzili.
Bangunan Roboh Saat Hujan Lebat, Warga Tewas Tertimbun di Salatiga

Bangunan Roboh Saat Hujan Lebat, Warga Tewas Tertimbun di Salatiga

Hujan deras yang turun sejak Minggu malam berujung tragedi di Kampung Butuh, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada Senin dini hari (16/2/2026).
Empat Perumahan di Semarang Atas Dihajar Banjir Bandang Hingga Dua Meter

Empat Perumahan di Semarang Atas Dihajar Banjir Bandang Hingga Dua Meter

Intensitas hujan yang sedang hingga tinggi di wilayah Kota Semarang mengakibatkan sejumlah pemukiman warga terendam banjir pada Senin (16/2/2026) dini hari.
Siapa Rudy Santoso? Pemain PSIR Rembang yang Dijatuhi Skorsing 3 Tahun Usai Kedapatan 'Remas' Alat Vital Wasit di Liga 4

Siapa Rudy Santoso? Pemain PSIR Rembang yang Dijatuhi Skorsing 3 Tahun Usai Kedapatan 'Remas' Alat Vital Wasit di Liga 4

Rudy Santoso, pemain sekaligus kapten PSIR Rembang jadi sorotan fans sepak bola usai lakukan tindakan tak terpuji setelah meremas alat vital wasit di Liga 4.
Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Insiden Tembok Roboh di SMPN 182 Jakarta

Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Insiden Tembok Roboh di SMPN 182 Jakarta

Polisi masih menyelidiki soal insiden tembok beton pembatas sekolah SMPN 182 Jakarta, Jakarta Selatan, yang roboh pada Minggu (16/2/2026).
Rupiah Menguat ke Rp16.831 per Dolar AS, Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan Jadi Sentimen Positif

Rupiah Menguat ke Rp16.831 per Dolar AS, Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan Jadi Sentimen Positif

Rupiah menguat ke Rp16.831 per dolar AS setelah inflasi AS lebih rendah dari perkiraan. Simak analisis dan proyeksi pergerakannya.
Jadi Hari Ulang Tahun Terburuk? Bali United Terancam Dapat Sanksi Usai Tumbang dari Persija Jakarta

Jadi Hari Ulang Tahun Terburuk? Bali United Terancam Dapat Sanksi Usai Tumbang dari Persija Jakarta

Bali United harus melalui hari ulang tahun yang sangat pahit. Selain tumbang di kandang sendiri dalam momen tersebut, skuad Serdadu Tridatu juga terancam mendapatkan sanksi yang mengintai. 
Ihsan Tarore Pertanyakan Alasan Denada Tak Akui Ressa sebagai Anak Sejak Awal

Ihsan Tarore Pertanyakan Alasan Denada Tak Akui Ressa sebagai Anak Sejak Awal

​​​​​​​Ihsan Tarore pertanyakan alasan Denada tak akui Ressa sebagai anak sejak awal. Mantan pacar terlihat berikan dukungan doa terbaik untuk Denada.
Banjir Kembali Landa Grobogan, Pemukiman dan Jalur Utama Ganda Jakarta Surabaya Sempat Terhenti

Banjir Kembali Landa Grobogan, Pemukiman dan Jalur Utama Ganda Jakarta Surabaya Sempat Terhenti

Hujan melanda cukup deras semalam membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah kembali terendam banjir, Senin (16/2/2026). 
Dihubungi Pemilik Juventus, Presiden FIGC Langsung Turun Tangan usai Kontroversi di Derby d’Italia

Dihubungi Pemilik Juventus, Presiden FIGC Langsung Turun Tangan usai Kontroversi di Derby d’Italia

Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, langsung turun tangan seiring dengan kontroversi di laga Inter Milan melawan Juventus. Dia menghubungi penunjuk wasit Gianluca Rocchi.
ADVERTISEMENT