Temuan Mengejutkan Polisi saat Geledah Rumah Terduga Peledakan di SMAN 72
Jakarta, tvOnenews.com - Kepolisian terus mendalami insiden ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta Utara. Berdasarkan hasil penggeledahan di rumah terduga anak yang berhadapan dengan hukum, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang memiliki kesesuaian dengan barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP).
Polda Metro Jaya menyebut barang bukti tersebut masih dianalisis lebih lanjut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa bahan yang diduga peledak harus melalui uji laboratorium forensik untuk memastikan kandungan dan keterkaitannya dengan ledakan.
Polisi juga masih mendalami motif terduga pelaku. Terduga anak yang merupakan siswa SMAN 72 saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Insiden ledakan tersebut mengakibatkan 96 orang menjadi korban. Sebanyak 14 orang masih dirawat di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, 14 orang di RS Yarsi, dan satu orang di Rumah Sakit Pusat Pertamina.
Pasca kejadian, kegiatan belajar mengajar di SMAN 72 belum kembali berlangsung. Lingkungan sekolah dijaga ketat aparat kepolisian.
Selain itu, petugas dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), mobil trauma healing, dan tim Himpunan Psikologi Indonesia juga berada di lokasi untuk memberikan pendampingan psikologis.
Sejumlah orang tua siswa datang ke sekolah untuk mengambil barang milik anak yang tertinggal saat insiden.
Pihak sekolah sementara menerapkan pembelajaran jarak jauh guna mendukung proses pemulihan trauma dan sterilisasi lingkungan sekolah.
Sementara di RS Yarsi, 19 korban sempat ditangani. Saat ini 15 korban masih menjalani rawat inap untuk perawatan lanjutan dan observasi.
Satu korban berada dalam kondisi gawat darurat di ICU dan akan menjalani operasi lanjutan untuk pembersihan luka bakar.
Sebelumnya korban tersebut telah menjalani operasi pengangkatan limpa akibat pecah setelah ledakan.
Program pendampingan psikologis juga mulai diberikan kepada siswa dan guru, termasuk rencana trauma healing ke rumah-rumah siswa yang terdampak.