KBM di SMAN 72 Masih Diliburkan, Sekolah Masih Dijaga Polisi dan TNI
Jakarta, tvOnenews.com - Pasca insiden ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pihak sekolah hingga kini belum kembali menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara langsung. Lingkungan sekolah masih ditutup dan dijaga ketat oleh aparat keamanan.
Pantauan di lokasi pada Senin pagi, aparat Polri dan TNI terlihat berjaga di sekitar area sekolah. Akses ke dalam gedung sekolah dibatasi untuk umum, termasuk untuk siswa.
Selain aparat keamanan, tim dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) hadir di sekolah untuk memberikan pendampingan psikologis dan trauma healing kepada para siswa terdampak serta pihak sekolah.
Sementara itu, perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) juga tampak berada di lokasi untuk mendukung penanganan lanjutan serta koordinasi keamanan.
Pihak sekolah sampai saat ini belum memberikan keterangan resmi mengenai kapan proses belajar tatap muka akan kembali dilaksanakan.
Di sisi lain, beberapa orang tua siswa datang ke sekolah untuk mengambil barang-barang anak mereka yang tertinggal saat insiden terjadi pada Jumat lalu.
Salah satu orang tua siswa menyampaikan bahwa anaknya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka serius.
Ia juga menyebut sempat terjadi dugaan kesalahan penanganan medis sehingga harus dilakukan operasi ulang.
Hingga kini, terduga pelaku ledakan maupun para korban masih dirawat di rumah sakit. Pihak kepolisian belum mengumumkan secara resmi identitas pelaku dan motif di balik tindakan peledakan tersebut.
Pemeriksaan masih terus dilakukan untuk mengungkap latar belakang kejadian.