Jakarta, tvOnenews.com - Ratusan korban dugaan Penipuan wedding organizer Ayu Puspita mendatangi Polres Metro Jakarta Utara hingga Senin siang untuk membuat laporan. Polisi telah mengamankan pemilik dan empat karyawan PT APS, dan saat ini tengah melakukan pemeriksaan.
Korban mengaku tertarik menggunakan layanan wedding organizer Ayu Puspita karena paket harga variatif dan bonus yang ditawarkan. Salah satu pelapor, Satrio Yuda, yang dijadwalkan menikah pada 24 Januari 2026, menyebut telah membayar 90 persen dari total biaya Rp170 juta.
Polisi menyebut WO menerima pembayaran untuk pernikahan dan resepsi, namun pada hari pelaksanaan tidak memenuhi kesepakatan. Pemeriksaan terhadap para terlapor masih berlangsung sebelum naik ke tahap penyidikan.
Kasus ini menarik perhatian publik setelah banyak pasangan pengantin mengaku acara pernikahannya gagal total. Salah satunya dialami Reza dan Meiza, yang menikah pada 7 Desember.
Mereka mengaku dihubungi satu hari sebelum acara oleh pihak WO yang menyatakan seluruh katering tidak tersedia. Pada hari pelaksanaan, tidak satu pun layanan vendor datang, termasuk dekorasi, makanan, dan hiburan.
Meiza menyebut penata rias yang datang bukan rekanan WO dan hanya menerima pembayaran DP Rp2 juta, namun tetap hadir atas inisiatif pribadi.
Sementara itu, Reza menyebut mereka mengambil paket all in mencakup dekorasi, katering, hiburan, fotografer, MUA, dan busana pengantin dengan total pembayaran Rp114,1 juta.
Para korban kini terhubung dalam beberapa grup WhatsApp dengan anggota lebih dari 300 orang. Sebagian telah membuat laporan, sementara lainnya masih mengumpulkan bukti.
Saat ini pelapor yang acaranya sudah terlaksana menjadi laporan utama, sedangkan pasangan yang belum menikah berperan sebagai saksi pendukung. Korban berharap polisi segera menetapkan tersangka dan menindak tegas dugaan penipuan tersebut.