Nganjuk, tvOnenews.com - Nasib petani Cabai di Desa Jatigreges kian memprihatinkan. Selain harga jual cabai di tingkat petani yang terus merosot, serangan hama patek atau antraknosa turut menyebabkan hasil panen menurun drastis.
Petani mengeluhkan Harga cabai yang tidak sebanding dengan biaya produksi. Di tengah harga pupuk, obat-obatan, dan tenaga kerja yang tinggi, cabai justru dijual dengan harga rendah sehingga tidak mampu menutup modal tanam.
Kondisi diperparah dengan merebaknya penyakit antraknosa yang menyerang buah cabai. Penyakit ini menyebabkan cabai membusuk, mengering, dan rontok sebelum masa panen. Akibatnya, banyak tanaman gagal panen dan produktivitas lahan menurun tajam.
Sejumlah petani di wilayah Kecamatan Pace mengaku telah mengeluarkan biaya perawatan tambahan untuk pengendalian hama, namun hasilnya belum maksimal.
Kerugian pun tak terhindarkan, bahkan sebagian petani terancam tidak bisa melanjutkan masa tanam berikutnya.
Petani berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, baik melalui stabilisasi harga, bantuan sarana produksi, maupun pendampingan teknis untuk mengatasi serangan penyakit tanaman.
Mereka khawatir, jika kondisi ini terus berlanjut, sektor pertanian cabai di Kabupaten Nganjuk akan semakin terpuruk.