Pengusaha dan Pabrik Alami Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
Jakarta, tvOnenews.com - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak terhadap aktivitas usaha masyarakat. Sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami penurunan omzet hingga gangguan produksi akibat pasokan listrik yang tidak stabil.
Di Kota Cirebon, Jawa Barat, pelaku usaha pembuatan furnitur dan perlengkapan pesta mengeluhkan terhambatnya proses produksi.
Seluruh tahapan pekerjaan, mulai dari proses desain, pemotongan bahan, hingga tahap akhir pengerjaan, bergantung pada pasokan listrik untuk mengoperasikan komputer dan berbagai mesin produksi.
Saat listrik padam, para pekerja terpaksa mengerjakan pekerjaan yang masih memungkinkan dilakukan secara manual. Kondisi tersebut menyebabkan proses produksi berjalan lebih lambat dan sejumlah pesanan pelanggan terancam tidak selesai sesuai jadwal.
Dampak serupa juga dirasakan sejumlah pabrik tekstil di kawasan Jalan Mahar Martanegara dan Jalan Industri Cibaligo, Bandung, Jawa Barat.
Pemadaman listrik yang terjadi secara bergilir disebut mengganggu proses produksi hingga menyebabkan hasil produksi menurun kualitasnya, bahkan berujung pada kegagalan produksi.
Pelaku industri mengeluhkan jadwal pemadaman yang dinilai tidak sesuai dengan informasi yang sebelumnya disampaikan. Akibatnya, perusahaan kesulitan melakukan langkah antisipasi untuk menjaga kestabilan proses produksi yang sangat bergantung pada pasokan daya listrik.
Kerugian yang dialami perusahaan akibat gangguan produksi tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Sementara itu, di Kota Tegal, Jawa Tengah, aktivitas salah satu bengkel las pembuatan pintu, tralis, kanopi, dan gerbang besi juga terdampak pemadaman listrik.
Sejumlah pekerja terlihat tidak dapat menjalankan pekerjaan utama mereka dan hanya melakukan pengerjaan manual sambil menunggu aliran listrik kembali menyala.
Pelaku usaha setempat menyebut pemadaman yang telah berlangsung selama hampir satu bulan terakhir menyebabkan penyelesaian pesanan pelanggan tertunda. Kondisi itu berdampak pada penurunan omzet harian yang disebut mencapai sekitar 50 persen.
Para pelaku usaha berharap persoalan pemadaman listrik dapat segera diatasi agar aktivitas produksi kembali normal dan kerugian yang lebih besar dapat dihindari.