Kondisi Terkini Karhutla di Kotawaringin Timur, Kabut Asap Selimuti Ruas Jalan
Kotawaringin timur, tvOnenews.com - Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla) terus meluas di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, seiring musim kemarau yang masih berlangsung.
Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat selama 28 hari setelah luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 351 hektare.
Titik api terbaru muncul di kawasan Jalan Lingkar Selatan, tepatnya di Jalan Amin Klaru, Sampit. Kebakaran melanda lahan gambut yang mengering akibat kemarau sehingga api cepat membesar, diperparah embusan angin kencang.
Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan unsur terkait segera melakukan pemadaman dengan memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar lokasi.
Dari sekitar tiga hektare lahan yang terbakar, petugas baru berhasil memadamkan sekitar dua hektare hingga menjelang malam. Proses pemadaman dilanjutkan pada hari berikutnya untuk mencegah api meluas.
Karhutla juga mengganggu arus lalu lintas di Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Sampit dan Palangka Raya. Kabut asap tebal sempat menutupi ruas jalan di kawasan Jalan Cilik Riwut Kilometer 8, 10, dan 13 sehingga pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang terbatas.
Upaya pemadaman di sejumlah titik terkendala minimnya sumber air dan kondisi lahan gambut yang sangat kering. Kondisi tersebut membuat api mudah menyebar ke area sekitar.
Aparat kepolisian telah memasang garis polisi di lima lokasi kebakaran di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang. Penyidik masih mendalami dugaan tindak pidana pembakaran lahan, termasuk memeriksa pemilik maupun pengelola lahan untuk memastikan penyebab munculnya api.
Menurut hasil penyelidikan sementara, sebagian kebakaran diduga bermula dari api di tepi jalan yang kemudian merambat ke lahan gambut kering. Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menetapkan status tanggap darurat karhutla dan kekeringan mulai 31 Juli hingga 28 Agustus 2026.Â
Sementara itu, kualitas udara di Kota Sampit berada pada kategori kuning sehingga masyarakat, terutama kelompok rentan, diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) juga dilaporkan mulai meningkat seiring memburuknya kualitas udara akibat asap kebakaran.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan operasi modifikasi cuaca sebagai bagian dari mitigasi karhutla di sejumlah wilayah rawan.Â
Namun, pelaksanaan hujan buatan di Kotawaringin Timur belum dapat dilakukan karena kondisi awan dinilai belum memenuhi syarat. BMKG memperkirakan puncak musim kemarau dan potensi karhutla akan berlangsung pada Agustus hingga September 2026, terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan.