Kepala BNPB Update Korban Gempa NTT Dan Data Sementara Kerusakan Rumah
Manggarai, tvOnenews.com - Sejumlah pasien dengan kondisi patah tulang atau fraktur di Posko Ronting, Kecamatan Lambaleda Utara, Nusa Tenggara Timur, dievakuasi melalui jalur udara karena akses transportasi darat masih terbatas pascagempa.
Evakuasi dilakukan menggunakan helikopter Basarnas. Seluruh pasien kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Komodo di Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Selain mengevakuasi pasien, helikopter tersebut membawa tim tenaga medis dari Labuan Bajo menuju Kecamatan Lambaleda Utara. Pengiriman tenaga kesehatan dilakukan karena wilayah tersebut masih mengalami kekurangan tenaga medis setelah bencana.
Sebanyak lima tenaga medis dikirim ke lokasi, terdiri atas dokter, perawat, dan apoteker. Tim tersebut juga membawa logistik obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat di posko pengungsian.
Sementara itu, data sementara penanganan korban gempa mencatat 70 orang meninggal dunia, 517 orang mengalami luka berat, satu orang luka sedang, dan 664 orang mengalami luka ringan.
Kerusakan bangunan juga terus didata. Pemerintah mencatat lebih dari 5.000 rumah rusak berat, hampir 2.000 rumah rusak sedang, serta sekitar 4.500 rumah rusak ringan. Data tersebut masih bersifat sementara dan diperkirakan terus berubah seiring proses pendataan di lapangan.
Memasuki hari keempat pascagempa, Satgas Gabungan melaporkan sebagian besar jalur transportasi darat di Pulau Flores telah kembali dapat dilalui.
Ruas jalan yang membentang dari Labuan Bajo hingga Larantuka disebut telah pulih. Beberapa akses yang sebelumnya terputus akibat longsor juga mulai kembali normal.
Salah satu wilayah yang sebelumnya mengalami gangguan akses berada di Manggarai, termasuk jalur menuju Reo. Setelah dilakukan penanganan, jalur tersebut kini kembali terbuka.
Pemulihan akses transportasi menjadi salah satu prioritas karena jalur darat dibutuhkan untuk mempercepat distribusi logistik, mobilisasi tenaga medis, serta evakuasi warga dari wilayah terdampak bencana.