Jokowi Tegur Kedisiplinan TNI-Polri
Jakarta - Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono merespons pernyataan Presiden Joko Widodo dalam rapat pimpinan TNI-Polri agar WhatsApp Group di kalangan TNI Polri didisiplinkan. Yudo berjanji akan melakukan introspeksi ke dalam terutama ke keluarga TNI. Menurutnya TNI harus tetap tegak lurus mendukung berbagai program pemerintah.
Sebelumnya, Presiden Jokowi soroti lemahnya kedisiplinan anggota dan keluarga TNI-Polri.
Lemahnya disiplin jajaran TNI dan Polri untuk tidak ikut dalam urusan demokrasi, Jokowi contohkan dalam isu pemindahan ibu kota negara ( Ikn).
Jokowi menegaskan, pemindahan IKN Nusantara telah diputuskan secara politik ketatanegaraan yang disetujui oleh delapan dari sembilan fraksi di DPR. Karena itu, di dalam disiplin TNI dan Polri, hal ini sudah tidak bisa diperdebatkan lagi oleh jajaran TNI dan Polri maupun keluarganya.
“Misalnya bicara mengenai IKN, nggak setuju IKN apa. Itu sudah diputuskan pemerintah dan disetujui DPR. Kalau di dalam disiplin TNI Polri sudah tidak bisa diperdebatkan apalagi di WA (Whatsapp) grup dibaca gampang,” tutur Jokowi.
Jokowi menegaskan, TNI dan Polri pun tak bisa ikut dalam urusan demokrasi. “Tidak bisa yang namanya tentara, yang namanya polisi itu ikut dalam urusan demokrasi,” tegas dia.(awy)