Kemenhan Rusia Rilis Video Drone saat Menghancurkan Sejumlah Kota di Ukraina
Ukraina - Rusia berhasil menguasai sebuah sumber tenaga nuklir (PLTN) di Ukraina. Hal ini merupakan penguasaan PLTN kedua setelah chernobyl pekan lalu. Dikabarkan tiga Serdadu Ukraina tewas dalam penyerangan tersebut.
Satu lagi PLTN Ukraina dikuasai Rusia PLTN tersebut adalah PLTN Zaporizhzhia. PLTN ini merupakan PLTN terbesar di Eropa diperkirakan jika PLTN meledak dampaknya akan 10 kali lebih besar dibandingkan ledakan Chernobyl.
Sebuah fasilitas pelatihan di Kompleks PLTN tersebut terbakar sementara itu operator PLTN menyatakan kebakaran berhasil dipadamkan sistem kritis pun dinyatakan utuh dan tidak terjadi kebocoran radiasi.
Tentara Ukraina dinyatakan tewas dalam serangan tersebut sementara lainnya terluka. Penguasaan Rusia atas PLTN ini menjadi yang kedua setelah Rusia berhasil menguasai PLTN Chernobyl yang terletak 100 km di utara Kiev.
Berbeda dari Chernobyl PLTN Zaporizhzhia merupakan tipe lain yang lebih aman. Sementara itu, pemerintah Ukraina memastikan tidak ada korban jiwa warga sipil dan mendesak warganya untuk tidak memprovokasi militer Rusia.\
Hari ini pula Kementerian Pertahanan Rusia merilis sebuah video yang memperlihatkan pesawat nirawaknya yang melakukan serangan ke Ukraina. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia target-target di Donetsk dihancurkan menggunakan peluru kendali di Ibu Kota Ukraina Kiev.
Kondisi semakin mencekam ledakan-ledakan di sana terdengar kian intensif seiring upaya Rusia mendesak masuk Kiev. Kini bahkan Rusia mencoba merebut kota pelabuhan lainnya.
Pertempuran dilaporkan masih berlangsung disana dan sejauh ini setidaknya Rusia telah menguasai lima wilayah termasuk sejumlah kota besar di Ukraina. Sementara itu, polisi Ukraina membantu evakuasi perempuan dan anak-anak mereka akan diangkut ke sebuah tempat di Ukraina Barat.
Evakuasi ini melibatkan 18 anak usia 8-10 tahun bersama ibu-ibu mereka. Dikabarkan para pria dilarang keluar Ukraina sebuah laporan yang belum bisa dikonfirmasi menyatakan bahwa bagian dari tentara Ukraina memastikan para pria Ukraina tidak ikut mengungsi bersama keluarga mereka. (adh)