Dokter Ditembak Mati Densus 88, Kuasa Hukum Hindari Penangkapan dengan Kekerasan
Sukoharjo, Jawa Tengah -Â Seorang dokter di sukoharjo, Jawa Tengah tewas setelah ditembak tim densus 88. Dokter tersebut diduga terlibat jaringan Islam jamaah islamiyah.
Terkait kejadian ini tim advokasi Islamic Study and Action Center, Endro Luis pun memberikan tanggapannya. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan menyurati Komisi III DPR RI agar dapat mengusut dugaan pelanggaran hukum. Lebih lanjut Enfor mengungkapkan jika pihak keluarga tidak menerima surat penangkapan sebelumnya.
Sebelumnya, seorang dokter di Sukoharjo tewas setelah ditembak tim Densus 88 Antiteror saat akan ditangkap. Dokter bernama Sunardi tersebut dinilai melakukan perlawanan bahkan sempat menabrakkan mobilnya pada petugas.
Dokter Sunardi warga Bendosari, Sukoharjo meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Menurut Endro Sudarsono, perwakilan keluarga mereka terkejut dengan peristiwa yang menimpa Dokter Sunardi dan tidak menyangka polisi menembak mati Dokter Sunardi.
Sementara itu, menurut Sulasmi untuk berjalan saja dia susah kalau sholat ke masjid dia selalu diantar karena saat berjalan harus membawa tongkat. Rencananya usai disalatkan, jenazah akan langsung dimakamkan di pemakaman muslim di kawasan Polokarto. (adh)