Libur Panjang, Jumlah Penumpang Bandara Soetta Naik 10% | tvOne
Tangerang - Jumlah penumpang bandara Soekarno Hatta mengalami peningkatan jelang perayaan Natal dan libur tahun baru meski ada kewajiban melakukan tes PCR antigen. Sementara itu, di stasiun Senen Jakarta Pusat, penumpang kereta api jarak jauh masih menggunakan prosedur yang lama yakni hanya mensyaratkan rapid tes antibodi.
Berdasarkan pantauan tim tvOne di Bandara Soekarno Hatta, terdapat kenaikan jumlah penumpang yang berangkat mencapai 10 persen. Selain itu, nampak pula calon penumpang yang akan berangkat melakukan tes PCR dan antigen. Terpantau hingga Minggu siang, ada sekitar 800 calon penumpang yang melakukan tes PCR antigen.
Diketahui, PT Angkasa Pura II menyatakan mulai 21 Desember 2020 calon penumpang pesawat memiliki tiga alternatif layanan tes COVID-19 di Airport Health Center Bandara Soekarno-Hatta. Tiga alternatif rapid rest ini untuk memberikan pilihan bagi calon penumpang pesawat agar dapat merencanakan tes COVID-19 dengan lebih baik, dan juga memecah penumpukan calon penumpang.
Alternatif pertama, calon penumpang pesawat dapat melakukan pemesanan terlebih dahulu (pre-order service) untuk memilih jadwal tes di Airport Health Center Terminal 2 (shelter skytrain) atau Terminal 3 (area lounge umroh). Pre-order ini dilakukan melalui aplikasi Travelation milik PT Angkasa Pura II.
Alternatif kedua, calon penumpang pesawat dapat melakukan tes PCR atau rapid test antigen di dalam kendaraan secara drive thru di tiga lokasi. Lokasi pertama sudah eksisting saat ini yaitu drive thru test di lapangan parkir area Terminal 3 domestik, serta akan ada lokasi kedua di area parkir Terminal 1B, dan lokasi ketiga di area parkir Terminal 2D.
Alternatif ketiga, calon penumpang pesawat dapat langsung menuju Airport Health Center Terminal 3 (SMMILE Center) dan Terminal 2 (Shelter Skytrain) untuk melakukan tes (walk in service), seperti yang sudah dilakukan saat ini.
Sementara itu berdasarkan pantauan di stasiun Pasar Senen, belum diwajibkan melakukan rapid tes antigen bagi calon penumpang. Pihak PT KAI Daop 1 Jakarta sejauh ini masih mengacu pada Surat Edaran (SE) Kemenhub No. 14/2020 dan SE Gugus Tugas Covid-19 No. 9/2020. Hal ini dikarenakan pihak PT KAI Daop 1 masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah soal kebijakan rapid test ataupun swab antigen bagi pengguna kereta api jarak jauh.
Masyarakat yang akan menggunakan KA Jarak Jauh diharuskan untuk menunjukkan Surat Bebas Covid-19 (Tes PCR/Rapid Test Antibodi) yang masih berlaku selama 14 hari sejak diterbitkan.
Meski hanya mensyaratkan rapid tes antibody, namun pihak PT KAI memastikan tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan baik di stasiun maupun selama dalam perjalanan yaitu dengan menyediakan wastafel dan hand sanitizer, menyemprotkan cairan disinfektan di stasiun dan kereta. (ito)
(Lihat Juga: Konsultan pulmonologi paparkan akurasi swab antigen)