GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

3 Warga Bangkal Seruyan Ditembaki saat Aksi, Diduga Seorang Tewas, Polisi Bantah Pakai Peluru Tajam

Bentrokan antara warga Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, dengan aparat Brimob dan Samapta Polda Kalimantan Tengah, kembali terjadi. Ini adalah bentrokan yang ketiga kali terjadi di tempat yang sama, yaitu areal perkebunan sawit milik PT. Hamparan Masawit Bangun Persada 2 (PT. HMBP 2), yang lahannya masuk dalam wilayah Desa Bangkal.
Minggu, 8 Oktober 2023 - 01:35 WIB
Seruyan
Sumber :
  • Tim tvOne/Didi

Seruyan, tvOnenews.com - Bentrokan antara warga Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, dengan aparat Brimob dan Samapta Polda Kalimantan Tengah, kembali terjadi. Ini adalah bentrokan yang ketiga kali terjadi di tempat yang sama, yaitu areal perkebunan sawit milik PT. Hamparan Masawit Bangun Persada 2 (PT. HMBP 2), yang lahannya masuk dalam wilayah Desa Bangkal.

"Tindakan persuasif yang kami lakukan yaitu mengimbau warga yang jumlahnya seratusan orang agar kembali ke tempat mereka masing-masing, tidak mereka indahkan. Kami terpaksa harus melakukan tindakan tegas," tegas Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Nanang Avianto, melalui Kabid Humas, Kombespol Erlan Munardji, Sabtu (7/10/2023).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diterangkannya, kedatangan warga ke sana adalah dalam rangka untuk melakukan panen massal buah kelapa sawit di lahan kebun perusahaan tersebut.

"Dan tindakan warga ini tentu saja kami cegah, karena ini jelas salah dan melanggar hukum," katanya.

Selain itu, warga yang datang juga membawa puluhan senjata tajam berupa mandau, tombak, dan alat panen sawit seperti dodos dan egrek, serta senpi jenis PCP dengan peluru gotri timah. 

"Mereka (warga) juga kami temukan ada membawa bom molotov. Kami berkali-kali menyerukan himbauan agar mereka segera kembali, tapi himbauan itu tidak mereka hiraukan," kata Erlan lagi.

Dan sebelum petugas mengeluarkan tembakan gas air mata dan tembakan peluru karet, sambung Erlan lagi, beberapa warga justru melakukan penyerangan terlebih dahulu kepada patugas dengan ketapel berpeluru batu.

Sementara itu, akibat tembakan tersebut, warga akhirnya berhamburan kocar-kacir menyelamatkan diri. Dan disitulah terdapat ada jatuh korban, yaitu satu orang tewas dengan luka berlubang di bagian dadanya seperti terkena peluru, serta 1 orang lagi mengalami luka yang diduga juga merupakan luka tembak. 

Saat ini korban yang terluka tersebut tengah mengalami perawatan di RSUD Dr. Murdjani Sampit.

Terkait masalah adanya jatuh korban yang tewas dan luka parah yang diduga terkena tembakan senjata api peluru tajam, menurut Kabid Humas, mereka saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan hal tersebut.

"Saya pastikan, saat bertugas melakukan pengamanan di PT. HMBP 2, petugas kami baik anggota dari satuan Brimob maupun Samapta, hanya dilengkapi gas airmata, peluru hampa dan peluru karet. Kami tidak ada menggunakan peluru tajam. Kami akan menyelidiki ini," tegas Erlan Munadji.

"Dan jika nanti ada ditemukan anggota kepolisian yang bertugas waktu itu terbukti menggunakan senjata tajam, kami pasti akan melakukan penindakan tegas serta akan mengusut tuntas masalah ini," ucapnya.  

Sagaimana diketahui, sejak tanggal 6 September 2023 lalu, hingga sekarang ini, warga bangkal terus menggelar aksi demo, menuntut penyedian lahan plasma sebesar 20 persen dari PT. HMBP 2.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain masalah plasma, warga juga menuntut agar lahan seluas 1.175 hektar yang ada di areal perusahaan serta lahan sepanjang 500 disisi kiri dan kanan jalan masuk menuju perusahaan, agar diserahkan kepada warga untuk dikelola desa.

Namun tuntutan tersebut tidak dipenuhi pihak perusahaan. Mereka hanya mau menyetujui penyediaan beberapa ratus hektar untuk lahan plasma. Kemauan dari pihak perusahaan ini tentu saja ditolak warga, hingga akhirnya mereka menggelar aksi demo hingga berhari-hari, dan sampai terjadi 3 kali bentrok dengan aparat. (dsi/ebs)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Karena Tulang Punggung Keluarga, Ini Alasan Utama Polisi Tangguhkan Penahanan Habib Bahar bin Smith

Bukan Karena Tulang Punggung Keluarga, Ini Alasan Utama Polisi Tangguhkan Penahanan Habib Bahar bin Smith

Polres Metro Tangerang Kota memilih mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap Habib Bahar bin Smith yang telah berstatus sebagai tersangka dugaan penganiayaan.
Hancur Lebur di ACL 2, Bojan Akui Mental Pemain Persib Terdampak

Hancur Lebur di ACL 2, Bojan Akui Mental Pemain Persib Terdampak

Bojan Hodak akui mental Persib terdampak usai kalah telak dari Ratchaburi di ACL 2. Namun ia optimistis Maung Bandung bangkit dan membalas di leg kedua demi tiket lolos.
Maraknya Kecelakaan di Jalan, Guru Besar UI Dorong Desain Jalan Berbasis Batas Kemampuan Manusia

Maraknya Kecelakaan di Jalan, Guru Besar UI Dorong Desain Jalan Berbasis Batas Kemampuan Manusia

Maraknya kecelakaan di jalan membuat Prof. Martha Leni Siregar memaparkan konsep Visi Nol Fatalitas sebagai upaya untuk mengurangi angka kecelakaan.
Polemik Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan, Mensos Buka 'Biang Kerok' Penyebabnya

Polemik Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan, Mensos Buka 'Biang Kerok' Penyebabnya

Polemik penonaktifan peserta BPJS Kesehatan pada sektor Penerima Bantuan Iuran masih bergulir.
Nathalie Holscher Tak Tahan Lagi, Sindir Teddy Pardiyana yang Ribut Warisan: Kerja!

Nathalie Holscher Tak Tahan Lagi, Sindir Teddy Pardiyana yang Ribut Warisan: Kerja!

Nathalie Holscher geram melihat ulah Teddy Pardiyana yang ribut soal warisan mendiang Lina Jubaedah. Ia beri sindiran keras agar Teddy tak menyusahkan orang.
Beli Perhiasan Mewah dari Adelle Jewellery Kini Semakin Mudah, Ada Promo Spesial BRI

Beli Perhiasan Mewah dari Adelle Jewellery Kini Semakin Mudah, Ada Promo Spesial BRI

Nikmati potongan langsung Rp250 ribu untuk setiap transaksi minimal Rp5 juta yang berlaku kelipatan, dengan pembayaran praktis menggunakan BRI Kartu Kredit, BRI Debit, atau QRIS BRImo di EDC BRI.

Trending

Dibungkam Yolla Yuliana Cs, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Megawati Hangestri Cs Tekan Kekalahan

Dibungkam Yolla Yuliana Cs, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Megawati Hangestri Cs Tekan Kekalahan

Tim yang diperkuat Megawati Hangestri, Jakarta Pertamina Enduro, menelan pil pahit pada pertandingan perdana mereka pada seri ke-6 Proliga 2026 di Bojonegoro
John Herdman Full Senyum Jelang FIFA Series 2026, "Si Anak Hilang" Timnas Indonesia Comeback sebagai Starter di Inggris

John Herdman Full Senyum Jelang FIFA Series 2026, "Si Anak Hilang" Timnas Indonesia Comeback sebagai Starter di Inggris

Elkan Baggott kembali starter bersama Ipswich Town. Comeback ini jadi kabar baik bagi pelatih Timnas Indonesia John Herdman jelang FIFA Series 2026 di SUGBK
Suporter Australia Ikhlas Jika Luke Vickery Pilih Bela Timnas Indonesia: Kami Punya Banyak Pemain di Posisinya

Suporter Australia Ikhlas Jika Luke Vickery Pilih Bela Timnas Indonesia: Kami Punya Banyak Pemain di Posisinya

Luke Vickery kabarnya sudah jalin komunikasi dengan pelatih John Herdman, publik Australia ikhlas jika sang striker memilih untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Simak ramalan zodiak 14 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Prediksi lengkap soal cinta, karier, dan keuangan di Hari Valentine.
Bayi Tertinggal Pesawat Usai Delay 5 Jam, Tangis Ibu Pecah: Susu Anak Saya Ada di Bagasi!

Bayi Tertinggal Pesawat Usai Delay 5 Jam, Tangis Ibu Pecah: Susu Anak Saya Ada di Bagasi!

Viral bayi tertinggal usai delay 5 jam Super Air Jet. Susu di bagasi ikut terbang, orang tua protes keras, maskapai akhirnya beri klarifikasi resmi.
Buntut Purbaya Pastikan Ketersediaan Anggaran Rp59 T untuk BPJS, PDIP: Jangan Ada Alasan Lagi RS Menolak!

Buntut Purbaya Pastikan Ketersediaan Anggaran Rp59 T untuk BPJS, PDIP: Jangan Ada Alasan Lagi RS Menolak!

Buntut Menkeu Purbaya menyatakan 3 bulan ke depan BPJS masih bisa berjalan normal, karena anggarannya ada Rp 59 T. Ternyata menyita perhatian PDIP
Pakar Nilai Investigasi Digital Forensik Bisa Bongkar Niat Jahat Pelaku Investasi

Pakar Nilai Investigasi Digital Forensik Bisa Bongkar Niat Jahat Pelaku Investasi

Ruby juga menegaskan hal tersebut terjadi dipicu juga oleh fakta bahwa regulasi belum selaras dengan teknologi yang ada.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT