Karier di Bidang Industri Kreatif Kian Menjanjikan, Jurusan Desain Kini Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata
- Gambar ilustrasi AI
Karena itu, kebutuhan industri terhadap desainer modern menjadi jauh lebih kompleks. Dunia kerja kini mencari talenta yang tidak hanya menguasai software desain.
Akan tetapi juga mampu melakukan riset pengguna, bekerja lintas disiplin dengan pengembang teknologi dan tim pemasaran, hingga menyampaikan ide kreatif secara argumentatif.
Kebutuhan Talenta Kreatif Indonesia Terus Meningkat
Pertumbuhan industri kreatif Indonesia ikut mendorong tingginya kebutuhan terhadap sumber daya manusia berkualitas. Bidang seperti desain komunikasi visual, UI/UX, animasi, film, hingga desain produk menjadi profesi yang semakin dicari.
Pasar platform pengalaman digital bahkan diproyeksikan tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 25,05 persen hingga 2032. Angka ini memperlihatkan bagaimana kebutuhan terhadap layanan kreatif digital diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Di tengah perkembangan tersebut, dunia pendidikan mulai menyesuaikan kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Salah satu pendekatan yang kini banyak diterapkan adalah project-based learning atau pembelajaran berbasis proyek nyata.
Mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga menghadapi simulasi dunia kerja sejak awal perkuliahan. Mereka dilatih mengerjakan proyek dari klien sesungguhnya, membangun identitas visual brand, membuat antarmuka digital, hingga terlibat dalam produksi karya kreatif yang benar-benar masuk ke pasar.
Pendekatan ini dinilai penting karena industri kreatif bergerak sangat cepat. Lulusan desain dituntut mampu beradaptasi dengan teknologi baru sekaligus memiliki kemampuan komunikasi dan problem solving yang kuat.
Kebutuhan terhadap lulusan desain yang siap kerja juga tercermin dari meningkatnya perhatian industri terhadap kualitas pendidikan kreatif di Indonesia. Dalam QS World University Rankings by Subject 2026 bidang Art & Design, School of Design Binus University menempati posisi kedua di Indonesia pada indikator Employer Reputation.Â
Penilaian ini mengukur tingkat kepercayaan perusahaan dan rekruter terhadap kualitas lulusan berdasarkan survei global yang melibatkan ribuan pemberi kerja.
- Ist
Capaian tersebut menunjukkan bahwa industri kini lebih menghargai lulusan yang mampu langsung beradaptasi dengan kebutuhan kerja kreatif modern. Dean School of Design Binus University, Danendro Adi, S.Sn., M.Arts, menjelaskan bahwa pendidikan desain saat ini tidak cukup hanya menghasilkan karya visual yang menarik.Â
Load more