Sering Tak Disadari, Kaheksia Bisa Menghambat Keberhasilan Pengobatan Kanker
- Gambar ilustrasi AI
Menurutnya, kaheksia ditandai dengan penurunan berat badan lebih dari lima persen yang disertai hilangnya massa otot dan gangguan metabolik.
Kondisi tersebut dipicu oleh berbagai faktor. Tumor dapat memicu pelepasan zat inflamasi seperti sitokin proinflamasi dan TNF-alfa yang mengganggu metabolisme tubuh.Â
Di sisi lain, pasien kanker juga kerap mengalami mual, muntah, kehilangan nafsu makan, depresi, hingga efek samping kemoterapi dan radioterapi yang memperburuk asupan nutrisi.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sekitar 40 hingga 80 persen pasien kanker berisiko mengalami malnutrisi, sementara sekitar 50 persen pasien bahkan sudah menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi sejak pertama kali didiagnosis.
Nutrisi Menjadi Bagian Penting dalam Terapi Kanker Modern
Perkembangan terapi kanker saat ini tidak lagi hanya berfokus pada upaya memperpanjang harapan hidup pasien. Pendekatan modern juga menempatkan kualitas hidup sebagai salah satu indikator keberhasilan pengobatan.
Karena itu, para ahli menilai terapi nutrisi harus berjalan bersamaan dengan terapi utama kanker sejak awal diagnosis. Pasien perlu menjalani skrining nutrisi dan evaluasi status gizi untuk mendeteksi risiko malnutrisi sedini mungkin.
Kebutuhan protein pasien kanker diketahui lebih tinggi dibandingkan orang sehat. Pada umumnya, pasien memerlukan asupan protein sekitar 1,2 hingga 1,5 gram per kilogram berat badan setiap hari. Dalam kondisi tertentu, kebutuhan tersebut bahkan dapat meningkat lebih tinggi.
Selain protein, beberapa nutrisi seperti omega-3, branched-chain amino acids (BCAA), whey protein, vitamin, dan mikronutrien tertentu juga diketahui dapat membantu mengurangi peradangan serta mendukung pemulihan tubuh selama menjalani terapi.
Apabila pasien mengalami kesulitan makan secara normal, dokter dapat mempertimbangkan berbagai alternatif seperti makanan lunak, nutrisi cair, oral nutritional supplement (ONS), hingga nutrisi enteral atau parenteral sesuai kondisi klinis.Â
Meski demikian, saluran cerna tetap menjadi jalur pemberian nutrisi yang paling diutamakan selama masih memungkinkan.
Para ahli juga mengingatkan bahwa kurangnya aktivitas fisik dapat mempercepat hilangnya massa otot. Bahkan dalam kondisi tirah baring berkepanjangan, massa otot dapat menurun secara signifikan hanya dalam hitungan hari.
Rehabilitasi Medik Bantu Pasien Tetap Mandiri
Load more