Sering Tak Disadari, Kaheksia Bisa Menghambat Keberhasilan Pengobatan Kanker
- Gambar ilustrasi AI
tvOnenews.com - Perkembangan layanan kanker di Indonesia dalam satu dekade terakhir menunjukkan kemajuan yang signifikan. Jika sebelumnya banyak pasien harus berobat ke luar negeri untuk mendapatkan layanan onkologi komprehensif, kini semakin banyak rumah sakit di Tanah Air yang mampu menghadirkan teknologi diagnostik, radioterapi modern, terapi target, hingga layanan rehabilitasi kanker yang mendekati standar internasional.
Tren serupa juga terjadi di kawasan Asia Tenggara. Negara seperti Singapura telah lama menjadi rujukan pengobatan kanker melalui pusat kanker nasional yang terintegrasi dengan riset dan pendidikan medis.Â
Sementara itu, Korea Selatan dan Jepang dikenal memiliki tingkat keberhasilan terapi kanker yang tinggi berkat pemanfaatan precision oncology, yaitu pendekatan pengobatan yang disesuaikan dengan karakteristik genetik masing-masing pasien.Â
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker menjadi salah satu penyebab kematian utama secara global dengan hampir 20 juta kasus baru dan sekitar 9,7 juta kematian pada 2022. Angka tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas layanan kanker di berbagai negara.
Di Indonesia, penguatan layanan kanker juga menjadi bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional.Â
Kementerian Kesehatan melalui Rencana Kanker Nasional mendorong peningkatan kapasitas rumah sakit, pemerataan layanan onkologi, penguatan sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi medis yang lebih modern.Â
Namun, di tengah perkembangan terapi yang semakin canggih, para dokter mengingatkan bahwa masih ada tantangan besar yang sering luput dari perhatian, yakni masalah malnutrisi dan kaheksia pada pasien kanker.
Kaheksia, Komplikasi yang Kerap Dialami Pasien Kanker
Melansir dari laman resmi, forum ilmiah yang menghadirkan pakar onkologi dari berbagai negara itu membahas perkembangan terapi kanker modern sekaligus tantangan yang masih dihadapi pasien selama menjalani pengobatan.
Salah satu topik yang mendapat perhatian khusus dalam The 6th Siloam Oncology Summit 2026 adalah kaheksia, yaitu kondisi kekurangan energi kronis yang sering terjadi pada pasien kanker. Berbeda dengan penurunan berat badan biasa, kaheksia melibatkan hilangnya massa otot, gangguan metabolisme, penurunan kekuatan tubuh, hingga berkurangnya respons pasien terhadap terapi.
Dokter Gizi Klinik Subspesialis Nutrisi, Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MS, SpGK(K), menjelaskan bahwa kondisi ini cukup sering ditemukan terutama pada pasien kanker saluran cerna dan kanker stadium lanjut.Â
Load more