Kronologi "Big Match" Tawuran Geng Motor di Deli Serdang, Remaja 14 Tahun Tewas Dikeroyok Ratusan Orang
- Gambar ilustrasi AI
"Dari hasil penyelidikan yang kita dalami, untuk massa dari grup SL itu massa yang paling banyak. Kami dapat informasi di lapangan, ada sekitar 200 lebih dengan mengendarai 100 sepeda motor dan dua unit mobil, tapi masih kami dalami," kata Hafiz.
Sementara itu, kelompok NKB hanya memiliki sekitar 50 hingga 60 anggota. Ketimpangan jumlah tersebut membuat kubu NKB memutuskan mundur saat bentrokan mulai terjadi.
"Dari geng NKB, mereka ada sekitar 50 atau 60 orang," ujarnya.
Karena kalah jumlah, anggota NKB memilih melarikan diri dari lokasi. Namun nahas, korban Muharam Nasution tertinggal dari rombongannya setelah terjatuh.
"Sehingga tidak imbang, Geng NKB mundur, tapi korban jatuh," kata Hafiz.
Menurut Adrian, korban sempat ditabrak menggunakan sepeda motor hingga tersungkur ke jalan sebelum akhirnya menjadi sasaran amukan massa.
"Setelah terjatuh, korban menjadi sasaran pengeroyokan. Para pelaku menggunakan senjata tajam, batu, panah, dan lainnya hingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian," jelas Adrian.
## Enam Pelaku Ditangkap, Polisi Masih Buru Keterlibatan Lain
Tim gabungan Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Patumbak bergerak cepat melakukan penyelidikan setelah insiden tersebut. Hasilnya, enam orang berhasil diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.
"Untuk pelaku yang kita amankan ada enam orang. Rata-rata masih di bawah umur, tapi ada dua orang yang sudah dewasa," ujar Adrian.
Keenam pelaku tersebut adalah RDS (18), FT (17), RY (19), MOHH (17), IL (17), dan GR (21). Mereka memiliki peran berbeda dalam pengeroyokan yang menewaskan korban.
MOHH dan FT diketahui melempari korban dengan batu. RDS turut menyerang dan melempar batu. GR menendang korban sebanyak dua kali. Sementara IL diduga menebaskan parang ke bagian punggung korban hingga dua kali. RY juga terlibat dalam pelemparan batu.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh. Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Omrin Siallagan mengungkapkan luka paling fatal berada di bagian punggung yang menembus organ vital.
"Berdasarkan pemeriksaan, didapatkan robek pembuluh darah besar jantung. Penyebab kematian adalah luka tusuk pada punggung kanan yang mengenai tulang iga kanan, dan menembus pembuluh darah besar jantung, sehingga menyebabkan mati lemas," ujar Omrin.
Load more