Misteri Pembunuhan Wanita di Jombang Terungkap, Kakak Kandung Jadi Tersangka usai Aniaya Adik hingga Tewas Gegara Bumbu Pecel
- Gambar ilustrasi AI
"Di situlah puncaknya pelaku menganiaya korban sampai meninggal," ungkap Agung.
Fakta lain yang ditemukan penyidik menunjukkan bahwa sebelum kejadian, sejumlah penghuni kos sempat mendengar Suparni beberapa kali mengucapkan keinginan untuk menghabisi nyawa adiknya.
Keterangan para saksi itu kemudian memperkuat dugaan bahwa kekerasan yang terjadi bukan sekadar luapan emosi sesaat.
Selain itu, hasil penyidikan juga mengungkap bahwa Choiriyah diduga telah beberapa kali mengalami kekerasan sebelumnya.
Pelaku mengaku sering memukul korban karena merasa terganggu dengan perilaku sang adik yang merupakan penyandang tunagrahita dan baru sekitar dua pekan tinggal bersamanya di rumah kos tersebut.
Sempat Rekayasa Kematian, Ekshumasi Makam Bongkar Fakta Sebenarnya
Usai penganiayaan, Suparni diduga berusaha menghilangkan kecurigaan warga. Sekitar pukul 13.00 WIB, ia berteriak meminta pertolongan dan mengaku adiknya meninggal akibat terpeleset di kamar mandi.
Cerita tersebut sempat dipercaya oleh sejumlah warga. Korban kemudian dibawa ke wilayah Peterongan sebelum akhirnya dimakamkan.
"(Pelaku teriak minta tolong) Hanya modus saja. Setelah itu, korban dibawa ke Peterongan," kata Agung.
Namun, kecurigaan keluarga terhadap penyebab kematian Choiriyah membuat polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah mengekshumasi makam korban pada Minggu (14/6/2026) untuk memastikan penyebab kematian.
Dari hasil pemeriksaan forensik dan pengumpulan alat bukti, penyidik memperoleh petunjuk kuat bahwa korban meninggal akibat penganiayaan. Berdasarkan hasil tersebut, Suparni resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (16/6/2026).
AKP Magribi Agung Saputra menjelaskan bahwa pada awal pemeriksaan pelaku cenderung diam dan berpura-pura sakit sehingga motif pembunuhan belum dapat diketahui secara utuh. Setelah pemeriksaan lanjutan dilakukan, Suparni akhirnya mengakui seluruh perbuatannya.
"Kondisinya sehat, baik dari hasil pemeriksaan kesehatan maupun psikiater," tandas Agung.
Polisi memastikan Suparni kini telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam lingkup keluarga dapat terjadi karena persoalan yang tampak sepele apabila emosi tidak mampu dikendalikan.
Di sisi lain, kasus tersebut juga menunjukkan pentingnya ketelitian dalam mengungkap penyebab kematian yang mencurigakan.
Load more