USU Gelar ICoPOF 2026, Perkuat Kolaborasi Global untuk Pembangunan Kependudukan dan Keluarga
- Tim tvOne
Medan, tvOnenews.com – Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan The 1st International Conference on Population and Family Development (ICoPoF) 2026 sebagai forum kolaborasi akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi dari berbagai negara untuk memperkuat pembangunan kependudukan dan keluarga berbasis riset.
Konferensi internasional yang mengusung tema “Strengthening Population and Family Development to Achieve the Sustainable Development Goals (SDGs)” itu digelar di Ruang DLCB Lantai 8 Kampus USU, Medan, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan dibuka oleh Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., didampingi Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Sekretaris Utama BKKBN Prof. Budi Setiyono, Ph.D., serta Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN Dr. Eng. Bonivasius Prasetya Ichtiarto.
Konferensi ini merupakan kolaborasi antara USU dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Forum tersebut menjadi wadah untuk membahas berbagai tantangan kependudukan dan pembangunan keluarga sekaligus menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan kebijakan pemerintah menuju pencapaian target pembangunan nasional dan Sustainable Development Goals (SDGs).
Rektor USU, Prof. Muryanto Amin, mengatakan keberhasilan pembangunan berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia, ketahanan keluarga, serta kebijakan publik yang inklusif.
Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin, lintas institusi, dan lintas negara menjadi kebutuhan untuk menghasilkan kebijakan kependudukan yang berbasis bukti ilmiah.
“ICoPoF 2026 menjadi wadah penting untuk mempertemukan peneliti, pembuat kebijakan, praktisi, dan mitra internasional dalam bertukar gagasan, berbagi pengalaman, serta memperkuat kolaborasi guna mendukung kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga berbasis bukti,” ujar Muryanto.
Ia berharap berbagai hasil penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi tersebut dapat menjadi dasar penyusunan evidence-based policy sekaligus menghasilkan rekomendasi strategis bagi pembangunan kependudukan dan keluarga di Indonesia.
Sementara itu, Sekretaris Kemendukbangga/Sestama BKKBN, Prof. Budi Setiyono, mengatakan konferensi tersebut menjadi momentum menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan hasil kajian akademik.
Menurutnya, pemerintah saat ini tengah menyusun Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK) dan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) sebagai acuan tata kelola kependudukan modern untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
“Dua dokumen ini menjadi desain tata kelola kependudukan modern di Indonesia agar tercapai Indonesia Emas 2045,” katanya.
Direktur Direktorat Kerja Sama dan Internasionalisasi USU, Prof. Dr. dr. Dewi Masyithah Darlan, DAP&E, MPH., Sp.Park, menjelaskan ICoPoF merupakan tindak lanjut pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi Kependudukan (KPTK) melalui kolaborasi Kemendukbangga dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ia mengatakan konsorsium tersebut bertujuan memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan kependudukan berbasis bukti.
“Harapannya, konferensi ini menghasilkan rekomendasi ilmiah yang tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat pembangunan kependudukan dan ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
ICoPoF 2026 diikuti 86 peserta, terdiri atas 34 peserta luring dan 52 peserta daring, yang berasal dari 16 perguruan tinggi serta enam institusi dan organisasi pemerintah dari Indonesia maupun luar negeri. Forum ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan jejaring internasional dalam menghasilkan kebijakan kependudukan yang berbasis riset dan kolaborasi lintas sektor.
Load more