Terdampak Kekeringan, Ratusan Warga di Dompu NTB Terima Bantuan Gerakan Air Bersih
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) berdampak terhadap warga dalam mengakses air bersih.
Anggota DPRD RI Provinsi NTB, Mirah Midadan Fahmid lantas menggalakan Gerakan Air Bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.
“Program ini hadir sebagai respons cepat terhadap meningkatnya kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Dompu yang mengalami krisis akibat musim kemarau,” kata Mirah yang juga Ketua Umum Matahari Pagi Indonesia (MPI) NTB, Senin (3/8/2026).
Mirah memaparkan dari data per 22 Juli 2026 yang dimilikinya tercatat ratusan kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan pada sejumlah desa dan kelurahan.
Gerakan Air Bersih pun menyasar terhadap wilayah dengan warga terdampak terbanyak yakni Desa Baka Jaya sebanyak 40 KK, Desa Nowa sebanyak 50 KK, dan Kelurahan Kandai Dua sebanyak 45 KK.
Sementara itu, di Kecamatan Pajo, distribusi air bersih menjangkau Desa Ranggo sebanyak 40 KK dan Desa Temba Lae sebanyak 320 KK.
Secara keseluruhan, Gerakan Air Bersih telah memberikan manfaat kepada 495 kepala keluarga yang mengalami kesulitan memperoleh akses air bersih.
Mirah Midadan mengatakan bahwa akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.
Karena itu, gerakan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari upaya membangun solidaritas kemanusiaan di tengah masyarakat yang sedang menghadapi dampak kekeringan.
"Air bersih adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk hadir dan memberikan solusi nyata. Gerakan Air Bersih ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar agar masyarakat dapat tetap menjalankan aktivitas dengan layak di tengah musim kemarau," ujar Mirah.
Ia menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan berdasarkan hasil pendataan di lapangan agar penyaluran tepat sasaran dan dapat menjangkau wilayah yang paling membutuhkan.
Koordinasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan guna memastikan proses distribusi berjalan lancar serta memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat.
Menurut Mirah, persoalan kekeringan diperlukan langkah yang lebih komprehensif melalui penguatan infrastruktur penyediaan air bersih, pembangunan sumber-sumber air alternatif, serta pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan guna menghadapi musim kemarau panjang.
Load more