Kisah Konten Kreator Game Online di Grobogan Raih 1,4 Juta Pengikut
- Istimewa
Grobogan, tvOnenews.com - Aktivitas bermain game online yang kerap dianggap sekadar hiburan ternyata dapat berkembang menjadi peluang di industri digital. Hal itu dijalani Ahmad Khanif Mutaqim, kreator konten asal Grobogan, Jawa Tengah yang dikenal dengan nama MazNife Gaming.
Ahmad mulai membuat konten Free Fire pada 2020 ketika masih berstatus sebagai pelajar. Enam tahun menjalani aktivitas tersebut, ia kini telah mengumpulkan sekitar 1,4 juta pengikut di TikTok dan 79.000 subscriber di YouTube.
Perjalanan tersebut tidak berlangsung secara instan. Ahmad harus membagi waktu antara sekolah, membuat konten, bermain gim, dan beristirahat. Tantangan terbesar justru muncul dari bagaimana menjaga aktivitas digital agar tidak mengganggu kewajiban sebagai pelajar.
"Tantangannya tentu di waktunya, karena harus bisa membagi waktu belajar, waktu untuk bermain, dan waktu ngonten. Saya membagi waktu itu ketika malam sebelum tidur disempatkan untuk ngonten, dan di pagi harinya harus bisa bergantian fokus untuk belajar," ujar Ahmad.
Pada 2020, Ahmad memilih Free Fire sebagai fokus kontennya karena gim tersebut sedang berada pada masa popularitas tinggi. Lingkungan pertemanannya juga banyak memainkan gim tersebut sehingga membuatnya ikut tertarik.
"Saya memilih game Free Fire pada saat itu karena puncak rame game tersebut dan juga kalangan saya atau lingkungan saya itu sedang bermain game Free Fire, jadi saya memutuskan untuk bermain juga," katanya.
Konten awal Ahmad di TikTok tidak langsung berupa video permainan biasa. Ia mencoba konsep prank dengan menirukan suara Budi01 Gaming serta suara mantan Presiden Joko Widodo.
"Prank jadi suara Budi01 Gaming dan juga prank seperti suara mantan presiden yaitu Ir. Joko Widodo," kata Ahmad ketika menceritakan konten yang dibuatnya pada awal perjalanan di TikTok.
Format tersebut menjadi salah satu cara Ahmad membangun perhatian penonton. Unsur humor dan rasa penasaran terhadap reaksi orang yang menjadi bagian dari prank membuat penonton tertarik mengikuti video yang dibuatnya.
"Karena tentunya itu menghibur dan membuat orang penasaran atas reaksi orang lain juga. Ketika saya sedang prank orang, penonton juga bakal tertarik bagaimana orang yang saya prank ini berinteraksi dengan saya," ujarnya.
Seiring bertambahnya audiens, Ahmad mulai membangun kedekatan dengan komunitas pemain Free Fire. Sasaran penontonnya terutama berasal dari kalangan pemain Free Fire, mulai dari anak sekolah hingga remaja, baik laki-laki maupun perempuan.
"Target audiens saya tentu kalangan player Free Fire. Target pada umumnya ya dari bocil SD, SMP, SMA hingga remaja, laki-laki maupun perempuan. Intinya audiensnya itu adalah player Free Fire," kata Ahmad.
Ia membangun hubungan dengan penonton melalui gaya komunikasi yang menjadi ciri khasnya. Salah satunya adalah gaya berbicara yang terinspirasi dari Budi01 Gaming, ditambah karakter tawa yang kerap disebut penonton sebagai "ketawa keramat".
"Kedekatan yang saya bentuk kepada mereka dengan cara saya berbicara seperti Budi01 Gaming itu, dan saya mempunyai ciri khas ketawa saya, yang sering mereka sebut 'ketawa keramat'. Dan kedekatan lain yang saya berikan yaitu lelucon yang saya berikan saat ngonten di game Free Fire," ujarnya.
Budi01 Gaming, atau Budi Yanto, menjadi salah satu figur yang paling memotivasi Ahmad ketika menghadapi tekanan sebagai kreator. Menurut Ahmad, sosok tersebut menjadi inspirasi terutama ketika ia menghadapi komentar negatif dari penonton.
"Tentu itu adalah sosok inspirasi saya yaitu Budi01 Gaming nama panggungnya, atau nama aslinya yaitu Budi Yanto," kata Ahmad.
Banyaknya pengikut juga membuat Ahmad tidak terlepas dari hujatan. Namun, ia berusaha membangun mental agar tidak mudah terpuruk ketika menerima komentar negatif.
"Langkah saya agar tidak terpuruk dan kebal hujatan dari orang adalah, satu yang saya pegang intinya orang yang saya inspirasikan tidak merasa terganggu dengan saya, dan dia juga tidak masalah. Dan yang paling penting, jika saya ingin melangkah lebih maju harus siap dengan apa yang saya kerjakan, apalagi ngonten ini asumsi publik, jadi banyak orang yang akan mengomentari," ujarnya.
Bagi Ahmad, komentar publik merupakan konsekuensi dari keputusan untuk tampil di ruang terbuka. Karena itu, ia berusaha tidak menjadikan hujatan sebagai alasan untuk menghentikan aktivitasnya sebagai kreator.
Di tengah kesibukan membuat konten, Ahmad mengaku tidak merasa kehilangan masa remaja karena harus membagi perhatian antara sekolah dan aktivitas digital. Ia justru merasa nyaman karena membuat konten merupakan aktivitas yang memang disukainya.
"Saya tidak pernah berperasaan yang begitu aneh, karena bagi saya waktu itu, karena saya benar-benar suka yang saya jalani dan saya lakukan di waktu itu jadi, tidak terasa bagaimana teman sebaya saya fokus belajar dan bermain, dan saya ketambahan untuk ngonten, itu tidak terasa bagi saya, karena saya lakukan karena senang dan termasuk hobi saya," katanya.
Pada masa awal, Ahmad juga tidak didukung perangkat dengan spesifikasi tinggi. Ia menggunakan Samsung Galaxy V untuk bermain sekaligus memproduksi konten Free Fire.
"Saya memproduksi konten itu di rumah nenek saya ketika pulang sekolah lebih seringnya, dan HP saya waktu itu masih lumayan layar untuk saya bermain dan ngonten Free Fire bagi saya," ujarnya.
Rumah nenek menjadi salah satu tempat Ahmad memproduksi konten setelah pulang sekolah. Dari kondisi sederhana tersebut, ia terus mencoba mengembangkan kemampuan membuat video dan memahami karakter penonton.
Titik balik perjalanan Ahmad terjadi pada 2024 ketika ia memenangkan Lomba Konten Aksi Rekam Free Fire. Pencapaian tersebut menjadi salah satu momentum yang membuatnya semakin yakin bahwa aktivitas sebagai kreator dapat berkembang menjadi sumber penghasilan.
"Saat itu saya mendapatkan momentum, yaitu di 2024 memenangkan Lomba Konten Aksi Rekam Free Fire di kala itu," kata Ahmad.
Sejak awal membuat konten, Ahmad mengaku sudah merasa senang menjalani aktivitas tersebut. Kini, penghasilannya dari TikTok berada pada kisaran Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan.
"Saat saya merasa senang jadi konten kreator itu, yaa sebenarnya sejak awal saya ngonten saya memang merasa senang dan nyaman. Untuk penghasilan saya dari TikTok saat ini yaitu 5-10 juta per bulan," ujarnya.
Angka tersebut menunjukkan adanya peluang ekonomi yang dapat muncul dari industri kreator digital. Namun, perjalanan Ahmad juga memperlihatkan bahwa peluang tersebut dibangun melalui proses panjang sejak 2020, bukan melalui hasil yang diperoleh secara instan.
Dukungan keluarga menjadi faktor lain yang membantu Ahmad mempertahankan konsistensi. Ia menyebut restu, dukungan, dan kepercayaan orang tua sebagai bagian penting dalam perjalanan menjadi kreator Free Fire.
"Peran orang tua pasti itu besar, dari segi restu orang tua, dan dukungan, dan tentunya kepercayaan orang tua terhadap saya yang benar-benar suka dalam ngonten Free Fire ini," katanya.
Setelah enam tahun menjalani aktivitas tersebut, Ahmad kini memiliki sekitar 1,4 juta pengikut TikTok. Ia juga terus mengembangkan kanal YouTube yang telah mencapai 79.000 subscriber.
Target berikutnya adalah membawa pertumbuhan YouTube hingga mencapai angka yang sama dengan pencapaiannya di TikTok.
"Saya ingin lebih mengembangkan akun YouTube saya yang 79.000 subscriber saat ini. Saya ingin kembangkan juga hingga bisa menyentuh angka yang sama dengan TikTok saya, yaitu tembus 1 juta pengikut juga," ujar Ahmad.
Untuk mempertahankan pertumbuhan audiens, Ahmad tidak hanya mengandalkan konten yang sama. Ia berusaha mengikuti perkembangan Free Fire sekaligus membaca tren di media sosial.
"Strategi saya adalah terus update perihal perkontenan Free Fire dan tentunya mengikuti tema dan tren yang ada di social media, agar tidak tertinggal dan selalu update biar tidak tertinggal dan mempunyai banyak hal baru yang perlu dicoba, dan perlu dipelajari tentang hal-hal yang baru," katanya.
Perjalanan MazNife Gaming menjadi gambaran bagaimana perkembangan teknologi dan media sosial menciptakan ruang baru bagi generasi muda untuk mengembangkan minat menjadi aktivitas produktif. Dari membuat video menggunakan perangkat sederhana saat masih sekolah, Ahmad kini membangun audiens jutaan orang melalui konten Free Fire.
Kisah tersebut juga memperlihatkan pentingnya manajemen waktu bagi pelajar yang ingin aktif di dunia digital. Ahmad memilih menggunakan waktu sepulang sekolah dan malam hari untuk membuat konten, sementara waktu pagi hingga siang tetap digunakan untuk mengikuti kegiatan belajar.
Di sisi lain, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan sebagai kreator tidak hanya ditentukan oleh jumlah pengikut. Kemampuan membaca tren, menjaga hubungan dengan audiens, menghadapi kritik, terus belajar, dan memperoleh dukungan keluarga menjadi bagian dari proses yang dijalani Ahmad sejak 2020.
Dengan 1,4 juta pengikut di TikTok dan target satu juta subscriber di YouTube, MazNife Gaming kini menghadapi tantangan baru: mempertahankan relevansi di tengah perubahan tren media sosial sekaligus mengembangkan platform yang masih memiliki ruang pertumbuhan besar.
Bagi Ahmad, perjalanan tersebut masih berlanjut. Konten Free Fire yang awalnya dibuat sebagai bagian dari hobi ketika masih sekolah kini telah berkembang menjadi aktivitas digital yang memberikan penghasilan sekaligus membuka peluang untuk membangun karier di industri kreator.(raa)
Load more