Atlet HYROX Tak Tahan Buang Air di Tengah Pertandingan, Ternyata Begini Penjelasan dari Segi Kesehatan
- REUTERS/Maxim Shemetov
Jakarta, tvOnenews.com - Atlet HYROX asal Australia, Joanna Wietrzyk mengalami insiden memalukan setelah viral bertanding diajang HYROX seri Beijing, Sabtu (12/9/2026).
Joanna Wietrzyk tak bisa menahan diri untuk buang air besar di tengah pertandingan. Akibatnya, dia menyelesaikan ajang dengan kotoran yang masih menempel di tubuhnya.
Keputusan Joanna Wietrzyk untuk meneruskan pertandingan mendapatkan kecaman di media sosial. Termasuk soal sanitasi alat yang 'terinfeksi' karena diduga akan digunakan kembali oleh atlet lainnya.
Pihak HYROX pun sebenarnya telah memastikan bahwa seluruh peralatan yang sempat terpapar oleh Joanna Wietrzyk disanitasi dan bahkan diganti agar tak mengganggu peserta lain.
Sayangnya, kecaman pun tak berhenti karena HYROX memilih untuk membenarkan keputusan Joanna Wietrzyk melanjutkan pertandingan alih-alih memikirkan pihak lain yang terdampak.
Dilansir dari laman Mirror, ternyata kebutuhan atlet untuk buang air besar di tengah pertandingan memang hal yang wajar.
Apoteker Thorrun Govind menyebut bahwa keinginan atlet untuk buang air secara mendadak merupakan reaksi dari saluran pencernaan yang bekerja selama atlet berolahraga.
"Olahraga membuat seluruh tubuh bergerak, termasuk saluran pencernaan," kata Thorrun Govind dikutip dari laman Mirror, Selasa (15/9/2026).
Govind menilai peningkatan pergerakan membuat rangsangan pada usus dan memicu keinginan untuk buang air besar. Tak berhenti di sana, peningkatan aliran darah dan hormon memungkinkan peningkatan keinginan buang air di tengah pertandingan.
"Selain itu, terjadi peningkatan aliran darah serta perubahan pada hormon dan sistem syaraf yang dapat mempengaruhi kecepatan pergerakan isi usus," katanya.
Walau otak masih bisa mengendalikan atlet untuk menahan diri buang air besar, namun ada kalanya atlet bisa kehilangan kendali dan tak bisa lagi menahan keinginannya untuk buang air besar, termasuk yang terjadi pada Joanna Wietrzyk.
"Risiko kehilangan kendali atas buang air besar seperti ini lebih tinggi jika seseorang mengkonsumsi kafein atau makan dalam porsi besar sebelum melakukan olahraga berat," kata Govind.
Belum ada keterangan kenapa Joanna Wietrzyk tak bisa menahan buang air besar di tengah pertandingan. Walau demikian, Joanna Wietrzyk berhasil menyelesaikan pertandingan di peringkat pertama dan sempat ditangani oleh medis.
Load more