NasDem Maluku Genjot Realisasi Program Ketahanan Pangan Era Prabowo
- Istimewa
Maluku, tvOnenews.com - Ketua DPW Partai NasDem Maluku, Abdullah Vanath menyatakan kesiapan mendukung program ketahanan pangan dan energi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui pengembangan sektor pertanian di Maluku sesuai arahan Ketua Umum Partai NasDem, Surya paloh.
Salah satu komoditas yang dibidik adalah aren dan bioetanol. Abdullah menilai pengembangan tanaman aren dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus membantu menekan angka kemiskinan di Maluku.
Abdullah mengatakan, Partai NasDem Maluku akan mendorong pengembangan sektor tersebut melalui organisasi sayap Petani dan Nelayan NasDem. Salah satu program yang disiapkan adalah produksi gula aren yang dimulai dari Pulau Seram.
"Maluku ini dikenal sebagai provinsi dengan tingkat kerawanan tertinggi dan salah satu pemucunya adalah alkohol," kata Abdullah, Senin (28/9/2026).
Menurut Abdullah, pohon aren atau gamutu memiliki sejumlah produk turunan, salah satunya sopi. Potensi tersebut, kata dia, dapat dialihkan untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi berupa gula aren bubuk dan cair yang ditujukan untuk pasar ekspor.
"Ini adalah cita-cita saya sejak awal dan kita akan melakukan diversifikasi dari nirai yang diproduksi melalui tanaman aren itu akan kita produksi gula aren dalam bentuk bubuk dan juga cair dan itu akan kita ekspor masuk pasar ekspor baik Eropa termasuk Eropa Timur dan juga wilayah-wilayah Arab,” tuturnya.
Abdullah menilai pengentasan kemiskinan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Partai politik juga dinilai perlu mengambil peran melalui program konkret yang menyentuh masyarakat.
"Saya yakin benar bahwa tugas memangkas kemiskinan rakyat Indonesia bukanlah tanggung jawab pemerintah saja. Semua organisasi termasuk organisasi-organisasi politik harus bertanggung jawab untuk pengentasan kemiskinan di Indonesia,” ujarnya.
Ia menyebut Maluku memiliki lebih dari 1.200 desa dan sebagian masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian serta perikanan. Karena itu, pengembangan komoditas yang mampu bertahan dalam kondisi iklim ekstrem dinilai penting.
"Mimpi saya melalui Petani Nasdem Maluku harus bisa memberi kontribusi penerimaan bagi masyarakat Maluku dalam satu tahun itu bisa mencapai lebih dari 200 miliar rupiah,” katanya.
Menurut Abdullah, pohon aren memiliki daya tahan terhadap musim kemarau karena akarnya dapat menembus tanah hingga kedalaman lebih dari 12 meter. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan secara lebih luas di Maluku.
Ia mencontohkan, apabila setiap desa memiliki petani yang mengembangkan pohon aren, perputaran ekonomi dari produksi nira berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.
"Maluku itu terdiri dari 1.200 desa, lebih 1.200 desa. Pohon aren itu sudah kita hitung , minimal sehari itu dia bisa memproduksi nira 15 liter. Jika seseorang dia punya cukup tiga pohon saja dalam satu kampung dari 1.200 lebih desa di Maluku, maka produksinya setiap hari itu duitnya berputar dan diproyeksikan hampir mencapai setengah triliun rupiah,” tuturnya.
Abdullah menegaskan, pengembangan sektor pertanian dan nelayan menjadi bagian dari strategi NasDem Maluku dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan dan energi.
"Penyumbang kemiskinan terbesar di Maluku itu adalah para petani dan nelayan. Jika para petani dan nelayan itu bisa kita sejahterakan melalui beberapa langkah-langkah konkret yang bisa kita terapkan, maka itu sama saja dengan merubah kemiskinan di Maluku ini menjadi lebih baik,” tutupnya.(raa)
Load more