GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hasil Autopsi Mahasiswa Medan Tewas di Bali : Tewas Akibat Tergantung dan Tak Temukan Kekerasan

Polresta Denpasar menggelar konferensi pers terkait penyebab tewasnya seorang mahasiswa asal Medan, Sumatera Utara, Aldi Sahilatua Nababan (23) di kamar indekosnya di Jalan Bypass Ngurah Rai, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
  • Reporter :
  • Editor :
Rabu, 13 Desember 2023 - 20:34 WIB
Hasil Otopsi Mahasiswa Medan Tewas di Bali : Tewas Akibat Tergantung dan Tak Temukan Kekerasan
Sumber :
  • tvOne - aris wiyanto

Denpasar, tvOnenews.com - Polresta Denpasar menggelar konferensi pers terkait penyebab tewasnya seorang mahasiswa asal Medan, Sumatera Utara, Aldi Sahilatua Nababan (23) di kamar indekosnya di Jalan Bypass Ngurah Rai, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Dalam konferensi pers yang melibatkan tim forensik dari RSUP Ngoerah Rai, RS Bhayangkara, Medan dan Ahli Psikologi Forensik disimpulkan Aldi tewas akibat gantung diri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

dr Ismurrizal yang merupakan dokter autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat ll, Medan mengatakan bahwa dari kesimpulan tewasnya korban karena mati gantung.

"Jadi dari semua yang kami lakukan pemeriksaan kami berkesimpulan, bahwa korban meninggal akibat mati gantung," kata Ismurrizal, saat konferensi pers di Mapolresta Denpasar, Rabu (13/12).

Ia menerangkan, bahwa pihaknya setelah menerima jenazah Aldi langsung melakukan otopsi dari ujung rambut dan kaki jenazah.

"Kami jumpai jenazah memang sudah mengalami proses pembusukan. Dan sudah diformalin. Dari pemeriksaan kami, hanya menjumpai tali yang melingkar pada daerah leher dengan dijumpai daerah yang kosong pada bawah telinga kiri seperti huruf B terbalik, artinya di situ adalah ikatan tali tersebut," imbuhnya.

Kemudian, setelah dilakukan pemeriksaan semuanya juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan untuk di kantong zakar juga tidak ditemukan adalah kekerasan.

"Tentu kami menjumpai ada seperti yang disebutkan pembesaran kepada kantong buah zakar. Kemudian, kami buka, kami sayat, kami lihat jumlahnya lengkap dan tidak kami temukan adanya tanda-tanda kekerasan. Artinya itu berisi gas-gas pembusukan tidak dijumpai tanda-tanda kekerasan," jelasnya.

Sementara, terkait adanya kabar bahwa di kelamin korban mengalami kerusakan. Pihaknya, menegaskan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada kelamin korban.

 "Memang jenazah yang kami terima sudah mengalami proses pembusukan dan sudah diformalin. Di daerah kelamin, kita jumpai sudah membesar, kemudian pada kantong buah zakarnya, kulitnya sudah terkelupas," ujarnya.

"Dan kita cek, apa ada luka pada isi dari buah zakar tersebut. Maka kita periksa, dia jumlahnya lengkap dan kita tidak menjumpai adanya tanda-tanda kekerasan dan lain-lainnya. Anggota gerak bawah yang dibilang digeser, saya tidak menjumpai, kemudian kekerasan pada buah zakar, saya tidak menjumpai," ungkapnya.

Sementara, dr Dudut Rustyadi yang merupakan dokter forensik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof dr I.G.N.G Ngoerah atau RSUP Sanglah mengatakan, bahwa pihaknya menerima jenazah Aldi pada tanggal 18 November 2023 sekitar pukul 11:20 WITA.

"Dan kita melakukan pemeriksaan luar jenazah. Dari pemeriksaan luar kami periksa jenazah dalam keadaan sudah membusuk. Tanda-tanda pembusuknya itu, antara lain berupa perubahan warna kulit, ada yang berwarna merah kehitaman dan kehijauan," ujarnya.

"Kemudian di beberapa bagian tubuh kulit ari-nya mengelupas kemudian ada pembekalan mulai dari wajah, bibir, lidah menjulur mata terkelubat dan pembengkakan di kantong zakar juga membengkak dan keluar warna merah kehitaman dari lubang hidung dan mulut yang merupakan proses pembusukan itu," lanjutnya.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan luka-luka pihaknya menemukan ada luka lecet tekan yang melingkari leher dengan arah miring dari kanan bawah ke kiri atas. Dari arah tersebut menunjukkan yang aktif adalah berat badannya bukan talinya.

"Kalau tali aktif biasanya tali mendatar, tapi kalau pada kasus gantung itu yang aktif adalah berat badan, sehingga dia akan menunjukkan arah miring," ujarnya.

"Jadi cuman itu luka-luka yang kami temukan pada jenazah. Untuk perkiraan kaus kematian berdasarkan proses pembusukannya itu adalah sekitar dua hari. Jadi melihat dari perubahan yang terjadi pada tubuh korban itu dari pemeriksaan luar yang kami lakukan," ujarnya.

Sementara, Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, bahwa dari hasil olah TKP di kamar indekos korban nomer 10, bahwa korban saat ditemukan tewas sedang tergantung dengan tali.

"Hasil olah TKP, di mana (saat itu kamar korban) terlihat pintu terkunci dan jendela terkunci ada bau menyengat, dengan lengkapnya personil baik dari tim identifikasi dan dari kepolisian, maka karena tidak terbuka (pintu kamar korban) kita meminta bantuan ahli kunci membuka paksa (pintu) di kos tersebut," ujarnya.

Kemudian, setelah dibuka paksa pintu kamar korban ternyata di depan pintu korban tergantung dan saat saksi mendorong pintu kamar korban terasa berat dan di bawah kaki korban ada galon yang dibuat untuk pijakan.

"Korban tergantung di depan pintu kamarnya. Dan pada saat itu saksi (ketika) didorong agak berat, kita lihat juga ada scat TKP. Jadi, di depan pintu, itu korban tergantung di atas kemudian didorong menuju ke dalam sehingga kita bisa masuk ke dalam, pintu (waktu itu) cukup berat," ujarnya.

"Kemudian, di lokasi ditemukan di depan korban itu ada galon dan juga ada tali yang melilit di leher. Jadi ada galon di bawah kaki kemudian ada juga tali di lehernya," ujarnya.

Selain itu, dari olah TKP korban memang sudah beberapa hari tidak keluar dari kamar indekosnya dan kamar indekos korban hanya mempunyai satu pintu dan jendela di bagian depan.

"Kami sudah memeriksa 19 saksi dan kita juga meminta ahli saksi. Hasil dari beberapa pemeriksaan memang yang bersangkutan memiliki sifat sedikit tertutup dan tidak terbuka kepada teman-temannya, termasuk kepada pemilik kosnya," ujarnya.

Sementara dari 19 saksi itu adalah pihak keluarga, teman dan pacar korban dan terakhir korban terlihat pada tanggal 16 November 2023 sekitar pukul 03:00 WITA atau dini hari di sebuah minimarket dan setelah itu korban kembali ke kamar indekosnya.

Pihaknya juga menegaskan, bahwa kesimpulan tewasnya korban itu bisa disimpulkan dari keterangan para dokter yang telah melakukan pemeriksaan.

"Perlu saya sampaikan juga, kami juga melakukan pemeriksaan saksi, di mana saksi salah satu pemilik toko bangunan, di mana dengan ciri-ciri yang mirip dengan korban sekitar tanggal 13 September 2023 siang, (korban) masuk kedalam toko dan membeli tali," ujarnya.

Seperti yang diberitakan, pihak kepolisian Polresta Denpasar, Bali, melakukan penyelidikan terkait viralnya dugaan pembunuhan seorang mahasiswa di Bali bernama Aldi Sahilatua Nababan (23) yang tewas di kamar kosnya, di Jalan By Pass, Ngurah Rai, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Losa Lusiano Araujo mengatakan, penyidik Sat Reskrim Polresta Denpasar dan Polsek Kuta Selatan saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait dengan adanya penemuan orang meninggal bertempat di Kamar Kos-kosan Nomor 10 Gang Kunci, tepatnya di depan Ex Tragia Keluran Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dan diketahui penemuan mayat tersebut pada Sabtu tanggal 18 November 2023 sekira pukul 08.30 WITA," kata Kompol Losa, Rabu (22/11). (awt/gol)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Investasi Masa Depan AC Milan pada Sosok Alphadjo Cisse, Berlian Tersembunyi yang Bikin Manajemen Rossoneri Rela Bakar Uang

Investasi Masa Depan AC Milan pada Sosok Alphadjo Cisse, Berlian Tersembunyi yang Bikin Manajemen Rossoneri Rela Bakar Uang

AC Milan mulai serius menyiapkan proyek jangka panjang di masa depan. Salah satu nama yang mendapat perhatian besar manajemen Rossoneri adalah Alphadjo Cisse.
Gubernur Khofifah Lepas Murid Peserta Magang Kerja Luar Negeri dan Alumni sebagai Pekerja Migran dari SMK Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan

Gubernur Khofifah Lepas Murid Peserta Magang Kerja Luar Negeri dan Alumni sebagai Pekerja Migran dari SMK Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan

Gubernur Khofifah lepas 1790 murid program magang kerja luar negeri, serta alumni sebagai pekerja migran dari SMK wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan.
Jepang dan Qatar Ketar-ketir? John Herdman Klaim Timnas Indonesia Jadi Momok di Piala Asia 2027

Jepang dan Qatar Ketar-ketir? John Herdman Klaim Timnas Indonesia Jadi Momok di Piala Asia 2027

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, optimistis skuad Garuda mampu lolos dari fase grup Piala Asia 2027 meski tergabung bersama lawan-lawan berat.
‎John Herdman Beberkan Alasan Mau Menetap di Jakarta Selama Latih Timnas Indonesia, Singgung Budaya hingga Suporter

‎John Herdman Beberkan Alasan Mau Menetap di Jakarta Selama Latih Timnas Indonesia, Singgung Budaya hingga Suporter

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkap alasan di balik keputusannya menetap di Indonesia selama menangani skuad Garuda.
Pemuda dari Berbagai Provinsi Gotong Royong Bersihkan Aksi Vandalisme di Sejumlah Fasilitas Publik Kota Yogyakarta

Pemuda dari Berbagai Provinsi Gotong Royong Bersihkan Aksi Vandalisme di Sejumlah Fasilitas Publik Kota Yogyakarta

Gerakan gotong royong di era modern mulai bergeser maknanya. Namun, sebuah inisiatif unik muncul dari sekumpulan anak muda yang tergabung dalam Komunitas Gotong Royong Indonesia.
Prabowo: Tragedi Marsinah yang Dibunuh dengan Keji Tidak Seharusnya Terjadi

Prabowo: Tragedi Marsinah yang Dibunuh dengan Keji Tidak Seharusnya Terjadi

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Nama Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran yang dilakukan timnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT