News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anak SMP di Bali Curi Jutaan Rupiah dari Uang Sesajen di 40 Pura 

Aksi pencurian uang sesajen atau sesari di 40 Pura, dilakukan seorang bocah berinisial DY (14) yang masih duduk di bangku SMP. Dia mengumpulkan jutaan rupiah
  • Reporter :
  • Editor :
Kamis, 24 Maret 2022 - 09:53 WIB
Sesajen di Bali
Sumber :
  • Antara

Badung, Bali - Aksi pencurian uang sesajen atau sesari di 40 Pura, tempat persembahyangan umat Hindu Bali dilakukan seorang bocah berinisial DY (14) yang masih duduk di bangku SMP. 

"Total Pura lebih dari 40 lokasi," kata Kasi Humas Polres Badung, Iptu Ketut Sudana, Kamis (24/3/2022) 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terungkapnya aksi bocah tersebut, terjadi saat pelaku melakukan aksinya di Pura Dalem Jati Banjar Blumbang, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, pada Selasa (22/3) sekitar pukul 10.30 Wita.

Saat itu, pencurian di TKP diketahui berawal dari seorang pelapor bernama I Putu Arsa Wijaya ditelpon oleh Jero Bendesa bahwa telah terjadi pencurian uang sesari di Pura Dalem Jati Penarungan. Pada saat itu, pelaku atau bocah itu sudah ditangkap oleh warga yang saat itu sedang itu melaksanakan gotong royong di seputaran TKP. 

Mengetahui hal itu, pelapor langsung menuju lokasi kejadian ternyata benar telah terjadi pencurian uang sesari milik Pura Dalem Jati sebanyak Rp 6.755.000.

"Dan dengan adanya kejadian tersebut korban melaporkan ke Polres Badung guna proses penyidikan lebih lanjut," imbuhnya.

Bocah tersebut ditangkap warga beserta uang tunai sejumlah Rp 3.177.000 di dalam sebuah tas plastik warna hitam dan uang tunai sejumlah Rp 3.548.000, di dalam sebuah tas plastik warna merah, 1 unit sepeda motor Honda Supra warna hitam  beserta kuncinya. 

"Modus operandinya, dengan menggunakan pakaian adat sembahyang masuk ke dalam areal pura dan mengambil uang sesari yang ada di aeral pura dengan menggunkan plastik atau kresek," ujarnya.

Kemudian, dari hasil pemeriksaan kepada bocah tersebut, bahwa mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian uang sesari tersebut sebanyak Rp 6.755.000 dalam bentuk pecahan seribu hingga seratus ribu rupiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, bocah tersebut juga  mengakui melakukan aksi pencurian seorang diri untuk dimiliki dan dipakai sehari hari. 

"Bahwa yang bersangkutan sebelum melakukan pencurian di Pura Dalem Jati Penarungan, juga pernah mencuri di wilayah Badung yaitu di pura yang ada di Mengwitani, Pura Taman Ayun, Pura Alas Arum Sangeh, Pura di Sebalah Barat pertigaan Abiansemal, Pura Sada Kapal, Pura Desa Munggu. Dan juga beberapa pura di daerah Tabanan dengan total Pura lebih dari 40 lokasi," ujarnya. (Aris Wiyanto/act) 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sehari KPK OTT Dua Lokasi di Jakarta dan Banjarmasin

Sehari KPK OTT Dua Lokasi di Jakarta dan Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta dan Banjarmasin. OTT ini dilakukan di hari yang sama, Rabu (4/2/2026).
Polisi Ungkap Pembuang Bayi di Senduro Lumajang, Pelakunya Orang Tua Kandung

Polisi Ungkap Pembuang Bayi di Senduro Lumajang, Pelakunya Orang Tua Kandung

Kepolisian Sektor Senduro Lumajang Jawa Timur, akhirnya berhasil menemukan pelaku pembuang bayi laki-laki di sebuah warung gorengan Desa Kandangan Kecamatan Senduro Lumajang, pada Rabu (4/2) pagi.
Tragedi Siswa Ngada, Menko PM Cak Imin: Masyarakat Kalau Ada Masalah Ekonomi Sampaikan Pada Kita

Tragedi Siswa Ngada, Menko PM Cak Imin: Masyarakat Kalau Ada Masalah Ekonomi Sampaikan Pada Kita

Kasus anak bunuh diri di NTT, negara seharusnya tidak boleh kecolongan hanya karena jalur komunikasi antara masyarakat dan pemerintah tersumbat, baik secara administratif maupun sosial.
Bahar Bin Smith Minta Tunda Pemeriksaan Perdana Sebagai Tersangka, Kuasa Hukum Beberkan Alasannya

Bahar Bin Smith Minta Tunda Pemeriksaan Perdana Sebagai Tersangka, Kuasa Hukum Beberkan Alasannya

Bahar bin Smith minta penundaan pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Banser Kota Tangerang hari ini.
Presiden Instruksikan Penggunaan Genteng untuk Program 3 Juta Rumah, Ini Respon Pengrajin Lokal di Banyuasin

Presiden Instruksikan Penggunaan Genteng untuk Program 3 Juta Rumah, Ini Respon Pengrajin Lokal di Banyuasin

Presiden Prabowo Subianto menurunkan instruksi penggunaan genteng untuk program 3 juta rumah. Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) seluruh
Tiket Arus Balik H+1 Lebaran 2026 Mulai Dijual Malam Ini, Simak Jadwalnya!

Tiket Arus Balik H+1 Lebaran 2026 Mulai Dijual Malam Ini, Simak Jadwalnya!

PT KAI mulai melakukan penjualan tiket kereta api untuk periode arus balik H+1 Lebaran 2026 pada Kamis (5/2/2026). Ini jadwal lengkap pemesanan tiket arus balik

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT