GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Balita Pasien Pertama Hepatitis Akut Misterius di Bali, Tidak Memiliki Riwayat Perjalanan Keluar Daerah

Ketua (IDAI) Provinsi Bali, memastikan pasien balita berumur dua tahun yang dinyatakan probable hepatitis akut tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah.
Minggu, 29 Mei 2022 - 06:39 WIB
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Provinsi Bali, dr IGN Sanjaya Putra
Sumber :
  • tvone - aris w

Denpasar, Bali - Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Provinsi Bali, dr IGN Sanjaya Putra memastikan pasien balita berumur dua tahun yang dinyatakan probable hepatitis akut misterius tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah. Selama ini orangtuanya tidak pernah berpergian jauh dan hanya beraktivitas seperti biasanya.

"Ibunya ini bidan, sempat kita tanya tidak ada berpergian dan aktivitas biasanya. Riwayat perjalanan tidak ada," kata Sanjaya, saat ditemui di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyebutkan, untuk saat ini kasus probable hepatitis akut di Bali baru ditemukan satu kasus saja dan masyarakat di Bali juga tidak perlu panik. Karena, kasus penyakit hepatitis akut misterius itu tidak seperti Covid-19 yang begitu mudah menular atau ada klaster.

"Ini kasusnya tidak ada klaster atau berkelompok. Misalnya kasus ini, orang tuanya tidak kena. Yang jelas kenyataannya tidak ada klaster. Karena sampai saat ini, di luar (negeri) pun tidak ada klaster, makannya saya bilang tidak usah kita panik tapi perlu kita waspada," imbuhnya.

Ia menyebutkan, pasien yang terkena probable hepatitis akut biasanya keluhannya di saluran cerna, mual dan muntah, sakit perut dan mata kuning. Namun, menurutnya masyarakat tidak perlu panik, tapi waspada karena penyakit baru yang belum diketahui penyebabnya dari mana.

Sementara, pihaknya meminta untuk mencegah penyakit tersebut tentu adalah memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar dan kebersihan secara pribadi.

"Waspada wajib terhadap suatu penyakit. Apalagi suatu penyakit yang baru wajib kita waspada tapi kita tidak usah panik.  Dibeberapa negara yang sebelumnya menemukan kasus ini lebih banyak terjadi gangguan saluran cerna," ujarnya.

"Sehingga pencegahannya kita berorentasi itu, menjaga kebersihan lingkungan, menjaga kebersihan pribadi, alat-alat makan tidak boleh pakai bersama, kita makan kira-kira yang tidak terkontaminasi dengan virus atau patogen. Misalnya air minum dimasak yang baik, bahan makanan yang kita konsumsi harus bersih," ujarnya. 

Seperti yang diberitakan, seorang anak berjenis laki-laki berusia dua tahun di Denpasar, Bali, terserang penyakit hepatitis akut misterius namun kondisinya hingga saat ini secara klinis maupun hasil laboratorium cukup baik.

Anak tersebut merupakan warga Denpasar, Bali, dan dinyatakan probable hepatitis akut setelah dilakukan pemeriksaan.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) IGN Sanjaya Putra mengatakan, bahwa anak tersebut berusia dua tahun dan masuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali, pada tanggal 15 Mei 2022 lalu.

"Kasusnya hepatitis akut yang probable ini hasilnya. Tapi pasiennya keadaan klinisnya baik," kata Sanjaya, saat ditemui di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Jumat (27/5).

Ia menyebutkan, bahwa awalnya riwayat pasien mengalami keluhan saluran cerna, mual, muntah, sakit perut dan mata kuning. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan hefatitis dari A hingga E hasilnya negatif.

"Hepatitis A sampai E-nya negatif sehingga kita golongkan kasus hepatitis akut non etiologinya dan  kasusnya boleh disebut probable. Pasien umur dua tahun dan keadaan klinisnya baik, mungkin sehari dua hari ini kita pulangkan," imbuhnya.

Selain itu, sebelumnya juga dilakukan pemeriksaan simple yang dikirim ke Jakarta. Simplenya ada darah, lalu swab tenggorokan dan anus. Namun, untuk simple kencing dan kotoran diperiksa di RSUP Sanglah Denpasar.

"Untuk klinisnya baik dan laboratoris dari pemeriksaan lab juga hefatitis E pun tidak ada. Makannya ditentukan probable. Sehingga (hasil pemeriksaan hefatitis) ABCD dan E itu hasilnya negatif. Itu yang disebut non etiologi. Karena virus hepatitis target utamanya di hepar," ungkapnya.

Ia juga menyatakan, untuk pemeriksaan khusus pada pesien tersebut tidak ada. Hanya saja dirawat di ruang isolasi karena kasus baru tapi bukan seperti ruangan isolasi pasien Covid-19. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Masuknya mulai tanggal 15 Mei, kita rawat di ruangan isolasi. Kita, berikan terapi terutama anti oksidan dan hasilnya baik mudah-mudahan sehari dua hari ini pulang. Hepatitis itu proses radang yang pelan-pelan akan sembuh. Dia klinismya baik anaknya tidak ada panas, main dan aktivitas lain bagus," ujarnya. (awt/rey) 

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gelaran Nobar Film Dokumenter Pesta Babi Bagi Kaum Muda Banjir Dukungan

Gelaran Nobar Film Dokumenter Pesta Babi Bagi Kaum Muda Banjir Dukungan

Film dokumenter 'Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita' tengah menjadi sorotan hangat publik dengan berbagai kontroversinya.
Tren Penikmat Meningkat, Jurnalis Ikut Pelatihan Pembuatan dan Usaha Kopi

Tren Penikmat Meningkat, Jurnalis Ikut Pelatihan Pembuatan dan Usaha Kopi

Usaha kopi rumahan hingga gerai sederhana kini semakin mudah ditemui dan mampu menjangkau pasar di tingkat lokal.
Setelah Adam Alis, Marc Klok Kini Kasih Bonus untuk Julio Cesar Usai Cetak Gol Kemenangan bagi Persib Bandung

Setelah Adam Alis, Marc Klok Kini Kasih Bonus untuk Julio Cesar Usai Cetak Gol Kemenangan bagi Persib Bandung

Kapten Persib Bandung Marc Klok jawab spekulasi Bobotoh yang bilang jika dirinya akan kasih bonus ke Julio Cesar yang cetak gol kemenangan atas PSM Makassar.
Seusai Banding, Nasib Ibrahim Arief Kini di Tangan PT: Segera Ditahan atau Tetap Bebas?

Seusai Banding, Nasib Ibrahim Arief Kini di Tangan PT: Segera Ditahan atau Tetap Bebas?

Penanganan perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook yang menyeret Ibrahim Arief alias Ibam kini memasuki babak baru.
Alasan Dedi Mulyadi Minta Mahkota Binokasih dan Prasasti Batutulis Segera Dikaji Secara Ilmiah

Alasan Dedi Mulyadi Minta Mahkota Binokasih dan Prasasti Batutulis Segera Dikaji Secara Ilmiah

Pandangan masyarakat terhadap benda-benda bersejarah yang sering dianggap keramat atau mistis kini ingin diubah oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). 
Respons Laporan "Bang Resmob", Polisi Bebaskan Korban Penyekapan di Showroom Motor Cakung

Respons Laporan "Bang Resmob", Polisi Bebaskan Korban Penyekapan di Showroom Motor Cakung

Keberadaan saluran pengaduan khusus “Bang Resmob” kembali membuktikan efektivitasnya dalam merespons tindak kriminal. 

Trending

Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Buntut polemik Lomba Cerdas Cermat yang digelar di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian publik. Pernyataan yang dilontarkan MC dinilai memperkeruh suasana
Dedi Mulyadi Kena Semprot DPRD! Perayaan Milangkala Tatar Sunda Disebut Tak Sesuai Sejarah, Pemprov Jabar Diminta Tanggung Jawab

Dedi Mulyadi Kena Semprot DPRD! Perayaan Milangkala Tatar Sunda Disebut Tak Sesuai Sejarah, Pemprov Jabar Diminta Tanggung Jawab

Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi terkait perayaan Milangkala Tatar Sunda menuai kritik pedas dari parlemen. 
KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) tiba-tiba minta maaf ke warga Jawa Barat usai puncak Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bandung. Ada apa?
Sherly Tjoanda Ungkap Alasan Selalu Tampil Cantik di Hadapan Publik: Almarhum Suami Saya Suka Tanya Soal Ini

Sherly Tjoanda Ungkap Alasan Selalu Tampil Cantik di Hadapan Publik: Almarhum Suami Saya Suka Tanya Soal Ini

Gubernur Sherly Tjoanda ungkap alasan selalu tampil cantik di hadapan publik, bahkan katanya almarhum suaminya suka menanyakan soal itu.
Alasan Dedi Mulyadi Minta Mahkota Binokasih dan Prasasti Batutulis Segera Dikaji Secara Ilmiah

Alasan Dedi Mulyadi Minta Mahkota Binokasih dan Prasasti Batutulis Segera Dikaji Secara Ilmiah

Pandangan masyarakat terhadap benda-benda bersejarah yang sering dianggap keramat atau mistis kini ingin diubah oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). 
Suporter PSM Makassar Invasi Lapangan Stadion Gelora BJ Habibie, Pemain Persib Bandung Kena Tendang

Suporter PSM Makassar Invasi Lapangan Stadion Gelora BJ Habibie, Pemain Persib Bandung Kena Tendang

Pemain Persib Bandung kena tendangan suporter PSM Makassar yang menginvasi lapangan Stadion Gelora BJ Habibie buntut kekecewaan timnya kalah di pekan ke-33.
Bareskrim Polri Usut Kasus Dugaan Penganiayaan WNI oleh Sindikat Tambang Timah Ilegal di Malaysia

Bareskrim Polri Usut Kasus Dugaan Penganiayaan WNI oleh Sindikat Tambang Timah Ilegal di Malaysia

Seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Prabumulih, Sumatera Selatan, berinisial DC, dilaporkan menjadi korban penyekapan dan penganiayaan berat oleh sindikat tambang timah ilegal di Malaysia. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT