Debat Kedua Caketum HIPMI, Anthony Leong Gagas Youth Development Bank
- Antara
tvOnenews.com - Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anthony Leong, melontarkan gagasan besar pembentukan Youth Development Bank dalam debat calon Ketua Umum BPP HIPMI yang digelar di Ballroom Hotel Meru Suka Bali, Jumat (23/5/2026).
Gagasan tersebut menjadi salah satu materi paling menyita perhatian dalam forum debat karena dinilai menawarkan solusi konkret terhadap persoalan klasik yang selama ini dihadapi pengusaha muda Indonesia, yakni sulitnya akses pembiayaan dan minimnya lembaga keuangan yang benar-benar berpihak kepada wirausaha muda.
Karena itu, HIPMI disebut perlu mendorong lahirnya lembaga keuangan baru yang secara khusus fokus membantu pembiayaan produktif bagi pengusaha muda Indonesia.
“Kami akan mengusulkan kepada pemerintah untuk dibentuk bank baru yang berfokus kepada skema pembiayaan produktif bisnis baru berbasis feasibility study dengan kurasi yang ketat oleh pemerintah dan asosiasi pengusaha,” ujar Anthony pada keterangannya (25/5).
Menurutnya, konsep Youth Development Bank bukan sekadar menghadirkan pinjaman murah, tetapi membangun sistem pembiayaan yang benar-benar berpihak kepada lahirnya generasi pengusaha baru di Indonesia.
Anthony menjelaskan, pembiayaan dalam skema tersebut nantinya diberikan berdasarkan kelayakan bisnis dan potensi usaha, bukan hanya kekuatan agunan atau aset yang dimiliki calon pengusaha.
Ia menilai banyak anak muda Indonesia memiliki ide bisnis yang inovatif dan potensial, namun gagal berkembang karena terhambat sistem pembiayaan konvensional yang dinilai belum ramah terhadap pengusaha pemula.
“Yang kita perjuangkan bukan sekadar bunga yang murah, melainkan jaminan akses pembiayaan yang nyata bagi lahirnya pengusaha-pengusaha muda baru,” tegasnya.
Dalam konsep yang ditawarkan, Youth Development Bank akan menerapkan tingkat suku bunga kompetitif sekitar 2 hingga 3 persen di atas BI Rate agar tetap sehat secara bisnis namun tetap terjangkau bagi pengusaha muda.
Anthony menekankan bahwa proses kurasi akan menjadi bagian penting agar pembiayaan benar-benar diberikan kepada bisnis yang memiliki prospek dan dampak ekonomi nyata. Kurasi tersebut melibatkan pemerintah serta asosiasi pengusaha untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan usaha yang dibiayai.
Anthony juga menyoroti ketimpangan akses modal antara pengusaha di kota besar dan daerah. Menurutnya, banyak pengusaha muda di daerah memiliki potensi besar namun kesulitan berkembang karena minim dukungan pembiayaan.
Melalui gagasan Youth Development Bank, HIPMI diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya pusat-pusat ekonomi baru di daerah sekaligus mempercepat regenerasi pengusaha nasional.
Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha muda produktif untuk menghadapi tantangan ekonomi global, bonus demografi, hingga era digitalisasi ekonomi.
“Kalau akses pembiayaan hanya dinikmati kelompok tertentu, maka pengusaha baru akan sulit lahir. Padahal Indonesia membutuhkan lebih banyak entrepreneur muda untuk menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi nasional,” ujarnya.
Gagasan tersebut mendapat perhatian peserta debat karena dinilai lebih konkret dan terukur dibanding sekadar narasi umum mengenai pemberdayaan anak muda. Sejumlah kader HIPMI menilai ide tersebut dapat menjadi terobosan besar apabila mampu diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah, dunia perbankan, dan organisasi pengusaha.
Panelis debat dan juga Ketua Umum BPD HIPMI Bali 2000-2003, GDE Sumarjaya Linggih yang juga menyampaikan apresiasi gagasan Anthony terkait Youth Development Bank dan gagasan terkait long term economic growth.
"Saya tertarik dan mengapresiasi dengan gagasan saudara terkait program ini Youth Development Bank," ujarnya.
Debat calon Ketua Umum BPP HIPMI di Bali sendiri menjadi momentum penting bagi para kandidat untuk memaparkan arah masa depan organisasi serta strategi memperkuat peran pengusaha muda dalam pembangunan ekonomi Indonesia.(chm)
Load more