Menembus Krisis Air di Tanah Megalitikum
- Istimewa
Ketua Yayasan YESS, Emil Salim, menjelaskan bahwa aksi sosial ini difokuskan untuk menyelesaikan persoalan hak dasar warga yang berada di kawasan pelosok dan terluar Indonesia. "Krisis air bersih di kawasan terluar merupakan tantangan kemanusiaan yang membutuhkan aksi nyata dari kita semua. Kolaborasi alumni FEUI 91 melalui YESS dan Sangati hadir untuk memastikan masyarakat di daerah pedalaman mendapatkan hak dasar mereka atas air layak konsumsi," tegas Emil Salim.
Dewan Pembina Yayasan YESS, Achmad Istamar, menekankan bahwa kehadiran akses air bersih ini diharapkan mampu menjadi pendorong kemajuan bagi potensi sosial dan ekonomi warga Kodi. "Proyek air bersih di Kodi ini merupakan wujud nyata komitmen alumni FEUI 91 melalui Yayasan YESS untuk menghadirkan dampak sosial yang langsung dirasakan masyarakat pedalaman. Kami berharap akses air bersih ini dapat menjadi fondasi peningkatan kualitas hidup, kesehatan, dan produktivitas warga di Sumba Barat Daya," jelas Achmad Istamar.
Pembina Yayasan YESS, Heri Susanto, menambahkan bahwa respons cepat di lapangan menjadi prioritas agar warga tidak lagi terbebankan oleh mahal biaya air dan terbatasnya sarana dasar.
"Melihat antusiasme dan perjuangan masyarakat Kodi yang masih hidup tanpa listrik dan terbatas sarana, kami tergerak untuk bergerak cepat menyelesaikan pengeboran ini. Kami tidak sekadar mengebor sumur, tetapi juga menyediakan mesin disel dan tandon air agar manfaatnya terpelihara secara berkelanjutan," pungkas Heri Susanto.(chm)
Load more