Ketika Pedagang Pasar Tradisional Bali Mulai Pakai QRIS, Ini Dampak QRIS bagi UMKM dan Ekonomi Daerah
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Kepala Pasar Bebandem I Nengah Sunandiasa melihat kemudahan transaksi sebagai salah satu manfaat yang bisa langsung dirasakan pedagang maupun pembeli.
"Mudah-mudahan perputaran dagang di pasar bisa lebih lancar, nggak ada lagi yang batal belanja gara-gara masalah receh,” ujar I Nengah Sunandiasa, Kepala Pasar Bebandem, dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
Penerapan pembayaran digital juga menunjukkan bahwa transformasi pasar rakyat tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi. Kemampuan pedagang memahami sistem dan menggunakannya secara aman menjadi faktor penting agar digitalisasi benar-benar memberikan manfaat.
Dari Sukawati hingga Denpasar, Transaksi Digital Makin Didorong
Digitalisasi pembayaran juga menyasar Pasar Seni Sukawati, Gianyar, melalui program Pasar Rakyat Bali Go Digital yang menjadi bagian dari Baligivation (Bali Digital Innovation Festival) 2026.
Program tersebut berlangsung dalam periode 22 Juni hingga 22 Agustus 2026, dengan puncak kegiatan pada 12 Agustus 2026. Selain memperkenalkan transaksi nontunai, kegiatan tersebut turut memberikan edukasi kepada pedagang mengenai keamanan dan kenyamanan dalam menggunakan pembayaran digital.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan pembayaran digital di pasar rakyat dan sentra usaha masyarakat. Sasaran utamanya bukan hanya meningkatkan jumlah transaksi nontunai, tetapi juga membantu pelaku usaha memahami perubahan pola pembayaran konsumen.
Bagi pedagang yang sehari-hari berhadapan langsung dengan wisatawan maupun konsumen lokal, keberadaan metode pembayaran digital dapat menjadi alternatif ketika pembeli tidak membawa uang tunai.
Putu Wardani, pedagang aksesori di Pasar Seni Sukawati, merasakan perubahan perilaku konsumen tersebut.
"Sejak orang juga banyak belanja online, ternyata yang datang langsung ke toko pun makin jarang pegang uang cash. Untung sekarang dengan digitalisasi ini, jadi saya nggak kehilangan pembeli cuma gara-gara mereka lupa bawa dompet," jelas Putu Wardani, pedagang aksesoris di Pasar Seni Sukawati.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi pembayaran tidak hanya berkaitan dengan teknologi. Perubahan perilaku konsumen juga membuat pelaku usaha kecil perlu menyesuaikan diri agar tidak kehilangan transaksi hanya karena metode pembayaran yang tersedia terbatas.
Apa Dampaknya bagi UMKM dan Ekonomi Bali?
Load more