News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gelar Seminar UPH Gandeng Pemerhati Anti Narkoba, Perangi Narkoba di Kampus

Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT), Henry Yosodiningrat, menyoroti masih maraknya peredaran dan pengendalian bisnis narkotika dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Indonesia.
Rabu, 24 Juni 2026 - 11:47 WIB
Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT), Henry Yosodiningrat, menyoroti masih maraknya peredaran dan pengendalian bisnis narkotika dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Indonesia.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT), Henry Yosodiningrat, menyoroti masih maraknya peredaran dan pengendalian bisnis narkotika dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Henry saat menjadi narasumber dalam seminar bertajuk "Mahasiswa Cerdas dan Berintegritas Menjaga Indonesia Bebas Narkoba" yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam paparannya, Henry menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada lapas maupun rutan yang benar-benar bersih dari praktik penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Saya tantang, tidak ada satu pun lapas atau rutan yang bisa mengklaim dirinya benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkoba. Kalau ada yang mengaku bersih, itu bohong,” ujar Henry, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, persoalan narkotika di Indonesia tidak akan pernah tuntas apabila pemerintah belum mampu memutus mata rantai peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam lapas dan rutan.

Henry mengungkapkan bahwa sejak lama dirinya telah mengingatkan pemerintah mengenai pentingnya membenahi sistem pengawasan di lapas dan rutan. Ia menilai tempat tersebut masih menjadi lokasi yang dianggap paling aman bagi para bandar narkoba untuk mengendalikan jaringan peredaran gelap.

“Putus dulu jaringan peredaran gelap narkotika dari rutan dan lapas. Karena tempat itu menjadi pusat pengendalian bisnis narkotika yang paling aman di republik ini,” katanya.

Menurut Henry, salah satu faktor utama yang membuat jaringan narkoba tetap hidup di dalam lapas adalah masih adanya akses terhadap alat komunikasi. Keberadaan telepon seluler, internet hingga jaringan WiFi memungkinkan narapidana berkomunikasi dengan jaringan di luar penjara.

“Masalahnya sederhana. Selama masih ada handphone dan akses komunikasi, mereka tetap bisa mengendalikan peredaran narkoba. Bahkan ada yang bisa menggunakan laptop dan memasang WiFi,” ujarnya.

Karena itu, Henry mengusulkan agar seluruh lapas dan rutan menerapkan sistem penghalang sinyal atau blind spot area sehingga seluruh perangkat komunikasi tidak dapat digunakan di dalam area penjara.

“Kalau lapas dijadikan area tanpa sinyal, mau bawa seratus atau seribu handphone pun tidak akan berguna. Itu jauh lebih efektif untuk memutus komunikasi mereka dengan jaringan di luar,” tegasnya.

Selain persoalan teknologi, Henry juga menyoroti integritas aparat sebagai tantangan besar dalam upaya pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, perbaikan sistem harus dibarengi dengan penguatan pengawasan dan penegakan disiplin terhadap oknum yang terlibat dalam praktik penyalahgunaan wewenang.

Dalam kesempatan tersebut, Henry juga mengajak kalangan mahasiswa untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui edukasi, pengawasan sosial, dan penguatan integritas generasi muda.

Ia berharap pemerintah, aparat penegak hukum, serta seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi memperkuat pengawasan di lapas dan rutan sebagai bagian dari strategi nasional memutus rantai peredaran narkotika di Indonesia.(chm)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Temukan Dugaan Setoran Sejumlah Kantah ke Kanwil BPN Jatim

KPK Temukan Dugaan Setoran Sejumlah Kantah ke Kanwil BPN Jatim

Adapun kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terkait kasus dugaan suap pengurusan HGB lahan Summarecon di Kabupaten Bogor.
Empat Anggota KKB Nyatakan Kembali ke NKRI, Mereka Serahkan Senjata Api

Empat Anggota KKB Nyatakan Kembali ke NKRI, Mereka Serahkan Senjata Api

Ia mengatakan empat anggota KKB yang menyerahkan senjata api, yakni Bongkar Tabuni dan Lipar Tabuni dari Kodap X/Tolikara, serta Bejo Tabuni dan Kopitua Tabuni dari Kodap XXVIII/Yambi.
Sudah Latihan Bareng Dua Bulan, Ini Kesan Pemilik Nomor 8 di Hillstate Soal Megawati Hangestri

Sudah Latihan Bareng Dua Bulan, Ini Kesan Pemilik Nomor 8 di Hillstate Soal Megawati Hangestri

Pemilik nomor punggung 8 sekaligus pemain senior Hyundai Hillstate Kim Yeon-gyeon memberikan pandangannya setelah dua bulan latihan bareng Megawati Hangestri.
Acungkan Katana ke Polisi, Dua Pelajar SMA Anggota Geng Motor Diamankan

Acungkan Katana ke Polisi, Dua Pelajar SMA Anggota Geng Motor Diamankan

Dua pelajar SMA berinisial AAS (17) dan ZA (17) diamankan setelah diduga mengacungkan senjata tajam jenis katana kepada polisi.
4 Fakta Kasus Video Syur Banyuwangi Bilqis yang Viral: Tersangka Ditangani Pihak Kepolisian

4 Fakta Kasus Video Syur Banyuwangi Bilqis yang Viral: Tersangka Ditangani Pihak Kepolisian

Berikut 4 fakta kasus video syur yang melibatkan selebgram Banyuwangi Bilqis yang viral di media sosial: Tersangka ditangani pihak kepolisian.
Penampakan Uang Ratusan Juta yang Disita KPK Hasil Geledah Kantor BPN Jatim

Penampakan Uang Ratusan Juta yang Disita KPK Hasil Geledah Kantor BPN Jatim

KPK sebut penggeledahan dan penyitaan uang di kantor BPN Jawa Timur ini merupakan penyidikan kasus dugaan suap Hak Guna Bangunan (HGB) lahan milik Summarecon.

Trending

Viral Link Video Syur Seleb Banyuwangi Bilqis, Kuasa Hukum Layangkan Somasi Terbuka

Viral Link Video Syur Seleb Banyuwangi Bilqis, Kuasa Hukum Layangkan Somasi Terbuka

Viral link video syur selebgram Banyuwangi Bilqis, kuasa hukum pihak keluarga layangkan somasi terbuka.
Timnas Indonesia Vs Malaysia Bagaikan Duel Brasil Lawan Argentina, Bergson da Silva: Bakal Sulit dan Penuh Arti

Timnas Indonesia Vs Malaysia Bagaikan Duel Brasil Lawan Argentina, Bergson da Silva: Bakal Sulit dan Penuh Arti

Striker naturalisasi Timnas Malaysia, Bergson da Silva, menyamakan panasnya rivalitas dengan Timnas Indonesia seperti duel Brasil kontra Argentina.
Popularitas Megawati Hangestri di Korea 'Meledak', Sopir Taksi Sampai Minta Tanda Tangan

Popularitas Megawati Hangestri di Korea 'Meledak', Sopir Taksi Sampai Minta Tanda Tangan

Bukti popularitas Megawati Hangestri sebagai atlet asing di V-League adalah ketika sopir taksi di Korea Selatan mengenalinya bahkan sampai minta tanda tangan.
Mengenal Lee Min-young, 'Bocil' Kesayangan Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate

Mengenal Lee Min-young, 'Bocil' Kesayangan Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri punya ‘bocil’ baru di Hyundai Hillstate. Kenalan dengan Lee Min-young, pemain muda yang selalu terlihat dekat dengan Megatron.
Update Klasemen Medali Asian Games 2026: Tim Indonesia Melesat usai Tambah Emas, Kini Pepet Malaysia

Update Klasemen Medali Asian Games 2026: Tim Indonesia Melesat usai Tambah Emas, Kini Pepet Malaysia

Klasemen medali Asian Games 2026 per Minggu (27/9/2026) pagi WIB. Tim Indonesia kini mendekati posisi Malaysia usai berhasil tambah satu emas.
Update Kondisi Emil Audero Jelang Timnas Indonesia Vs Malaysia, John Herdman: Masih Dilakukan Pengamatan

Update Kondisi Emil Audero Jelang Timnas Indonesia Vs Malaysia, John Herdman: Masih Dilakukan Pengamatan

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkap alasan Emil Audero tidak dimainkan saat menghadapi Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026.
Awas Salah Langkah! 5 Zodiak Ini Diprediksi akan Dikejar-kejar Apes pada Tanggal 28 September 2026

Awas Salah Langkah! 5 Zodiak Ini Diprediksi akan Dikejar-kejar Apes pada Tanggal 28 September 2026

Ketika sebagian zodiak bersiap menikmati keberuntungan, lima tanda bintang justru harus menghadapi gejolak energi yang kurang menguntungkan pada 28 September.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT