News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

E-Voting Kakanwil Berlanjut, Kini Giliran Pegawai Kemenkum Banten Memilih

Kementerian Hukum (Kemenkum) kembali melibatkan pegawai dalam menentukan pemimpin kantor wilayah (kanwil) di daerah.
Rabu, 9 September 2026 - 13:22 WIB
Kementerian Hukum (Kemenkum) kembali melibatkan pegawai dalam menentukan pemimpin kantor wilayah (kanwil) di daerah.
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Kementerian Hukum (Kemenkum) kembali melibatkan pegawai dalam menentukan pemimpin kantor wilayah (kanwil) di daerah. Melalui mekanisme electronic voting (e-voting), kali ini pegawai Kanwil Kemenkum Banten diberikan kesempatan memilih kepala kantor wilayah (kakanwil) yang sebelumnya telah lolos penyaringan melalui sistem manajemen talenta.

Menteri Hukum (Menkum), Supratman Andi Agtas, mengatakan e-voting menjadi bagian dari uji coba pengembangan manajemen talenta Kemenkum agar proses pemilihan pemimpin tidak hanya mempertimbangkan hasil penilaian kompetensi dan rekam jejak, tetapi juga melibatkan pegawai yang nantinya akan bekerja bersama pemimpin tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“E-voting ini berorientasi pada menciptakan tim di unit kerja yang solid guna meningkatkan pelayanan publik yang semakin gemilang,” kata Supratman di aula Kantor Wilayah Kemenkum Banten,  Rabu (09/09/2026).

Ia menegaskan tidak akan mengintervensi proses maupun keputusan yang dihasilkan melalui mekanisme manajemen talenta. Pegawai pun diminta menggunakan hak pilih secara objektif, tanpa tekanan ataupun kepentingan di luar kepentingan organisasi.

“Saya tidak akan mencampuri keputusan manajemen talenta. Gunakan hak pilih tanpa paksaan dan tanpa kepentingan lain selain kepentingan organisasi. Berikan penilaian secara objektif,” tegasnya.

Supratman juga menitipkan pesan kepada kandidat yang nantinya terpilih agar tidak menjadikan jabatan sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi dari pegawai lainnya. Menurutnya, kualitas seorang pemimpin terlihat dari kemampuannya mendengar dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

“Bagi yang terpilih, jangan congkak, jadilah leader yang baik adalah yang mampu menciptakan suasana kerja yang baik dan mau mendengar. Perlakukan semua orang secara setara agar kualitas pelayanan kita semakin baik,” ujarnya.

Menurut Supratman, setiap orang dalam satu struktur organisasi harus memahami bahwa keberhasilan organisasi tidak dibangun secara individual, melainkan melalui kolaborasi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemenkum, Nico Afinta, selaku ketua tim manajemen talenta menjelaskan bahwa kandidat yang dipilih pegawai merupakan calon yang telah melalui proses penyaringan dalam sistem manajemen talenta Kemenkum.

“Pegawai diberikan kesempatan memilih calon pemimpin yang sebelumnya sudah disaring melalui manajemen talenta. Jadi, kandidat yang dipilih telah melalui proses penilaian terlebih dahulu,” kata Nico.

Sebelum menentukan pilihan, pegawai juga diberikan informasi mengenai masing-masing kandidat melalui video profil. Materi tersebut memuat rekam jejak dan riwayat jabatan kandidat sebagai bahan pertimbangan agar pegawai dapat menentukan pilihan secara objektif.

Banten menjadi Kanwil Kemenkum keempat yang melaksanakan mekanisme e-voting. Sebelumnya, uji coba telah dilakukan di Kanwil Kemenkum Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur.

Melalui e-voting, Kemenkum mendorong proses pemilihan pemimpin yang semakin transparan, objektif, dan partisipatif. Mekanisme berbasis digital tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan manajemen talenta untuk mendapatkan pemimpin yang kompeten sekaligus mampu membangun kolaborasi dengan pegawai.(chm)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Geger! Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Pintu Air Kebon Manggis Jaktim, Polisi Ungkap Faktanya

Geger! Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Pintu Air Kebon Manggis Jaktim, Polisi Ungkap Faktanya

Polisi mengungkap bahwa telah melakukan pengecekan terhadap jasad mengapung di Jakarta Timur dan tidak ditemukan tanda-tanda luka atau tindak kekerasan.
Blak-blakan! Ini Jawaban Jujur Megawati Hangestri saat Media Korea Tiba-tiba Singgung Lagi Soal Manisa BBSK

Blak-blakan! Ini Jawaban Jujur Megawati Hangestri saat Media Korea Tiba-tiba Singgung Lagi Soal Manisa BBSK

Megawati Hangestri akhirnya buka suara mengenai keputusannya meninggalkan Manisa BBSK sebelum menjalani kompetisi penuh di Liga Voli Turki musim lalu.
Otorita IKN Pastikan KIPP Aman dari Karhutla, Titik Api Terdekat Berjarak 40 Km

Otorita IKN Pastikan KIPP Aman dari Karhutla, Titik Api Terdekat Berjarak 40 Km

Otorita IKN memastikan KIPP aman dari karhutla. Titik kebakaran terdekat berjarak 30–40 km dan terus ditangani lewat darat serta udara.
Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Hukum Administrasi GBK, Asep Triyadi, memberikan konfirmasi resmi kepada tvOnenews.com perihal peristiwa penemuan jasad tersebut.
DPR Gelar Audiensi Bareng Kepala Desa AMJ, Terima Usulan Pj Kades Tak Dijabat PNS

DPR Gelar Audiensi Bareng Kepala Desa AMJ, Terima Usulan Pj Kades Tak Dijabat PNS

Dasco menjelaskan para Kepala Desa AMJ menyampaikan aspirasi terkait dampak dari dinamika global terhadap kondisi keuangan untuk pelaksanaan Pilkades.
Massimiliano Allegri Sanjung Arsenal yang Akan Jadi Lawan Napoli di Liga Champions: Salah Satu yang Terbaik

Massimiliano Allegri Sanjung Arsenal yang Akan Jadi Lawan Napoli di Liga Champions: Salah Satu yang Terbaik

Pelatih Napoli, Massimiliano Allegri, memberi sanjungan kepada Arsenal atas kualitas skuadnya. Keduanya akan bersua di pekan perdana Liga Champions 2026-2027.

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya, seorang pria bernama Fajar Sahrudin. Sosok yang dikenal dermawan dan suka berdonasi.
3 Kasus Akhiri Hidup di Kawasan GBK, dari Buruh Bakar Diri hingga Fajar Sahrudin

3 Kasus Akhiri Hidup di Kawasan GBK, dari Buruh Bakar Diri hingga Fajar Sahrudin

Tiga kasus bunuh diri pernah terjadi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, dalam rentang lebih dari satu dekade. Terbaru kasus Fajar Sahrudin.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT