News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Megawati Titip Pesan ke Warga Lebak untuk Atasi Stunting: Masak Makanan dari Hasil Kebun Sendiri

Bellia Febrianti Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya menyampaikan pesan menu Megawati Soekarnoputri kepada masyarakat di Lebak, Banten untuk atasi kasus stunting.
Minggu, 11 September 2022 - 05:20 WIB
Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOne

Istri anggota DPR Bellia Febrianti Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya menyampaikan pesan menu Megawati Soekarnoputri kepada masyarakat di Kabupaten Lebak, Banten untuk mengatasi kasus stunting atau kekerdilan pada anak akibat gagal tumbuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Penyampaian pesan menu Megawati itu dinilai lebih simpel guna mengendalikan stunting," kata Bellia Febrianti pada sosialisasi pencegahan stunting, di Desa Asem Margaluyu, Kabupaten Lebak, Sabtu.

Penyampaian pesan menu Megawati itu, agar ibu-ibu di Kabupaten Lebak mau memasak menu makanan dari hasil perkebunan sendiri.

Perkebunan juga bisa ditanam aneka sayuran di pekarangan rumah dan tidak membutuhkan lahan luas.

Selain itu, Megawati juga memiliki resep panduan menu yang simpel, murah dan bisa mengatasi stunting.

"Kami berharap ibu-ibu di sini mau memasak menu ala Megawati Soekarnoputri," katanya menjelaskan.

Menurut dia, PDI Perjuangan sangat peduli untuk pencegahan stunting di berbagai daerah di Tanah Air guna menyelamatkan generasi bangsa.

Penyebaran stunting dipastikan menjadikan ancaman generasi bangsa, sehingga PDI Perjuangan melakukan kegiatan program posyandu hebat,sekaligus sosialisasi pencegahan stunting. Sebab, orang yang terdampak stunting ke depanya memiliki keterlambatan berpikir, sehingga akan melahirkan generasi yang tidak berkualitas.

Karena itu, perempuan dari Fraksi PDI Perjuangan yang tergabung dalam Persatuan istri-istri anggota DPR RI diperintahkan Megawati agar turun tangan ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing untuk mensosialisasikan pencegahan stunting guna menyelamatkan generasi bangsa.

"Kami sebagai istri anggota DPR RI memiliki komitmen dan tanggung jawab untuk pencegahan stunting," katanya menegaskan.

Ia mengajak masyarakat agar mengoptimalkan budaya gotong royong dan bahu-membahu dengan berbagai elemen masyarakat untuk penanganan stunting. Sebab, penanganan stunting itu mulai dari hulu sejak remaja, calon pengantin, kehamilan hingga proses kelahiran.

Selama ini, kasus stunting di Kabupaten Lebak dan Pandeglang cukup tinggi, akibat belum memahami bagaimana pencegahan stunting.

Bahkan, banyak para ibu pasangan usia subur (PUS) dengan angka kelahiran jarak berdekatan, juga pola asuh yang salah dengan tidak memberikan asupan gizi dan nutrisi yang baik terhadap bayinya.

Dengan demikian, kasus prevalensi angka stunting di masyarakat meningkat akibat ketidaktahuan itu.

"Kami melakukan kegiatan sosialisasi pencegahan stunting di Lebak tersebar di 10 desa yang tinggi prevalensi angka stunting," katanya menjelaskan.

Untuk pencegahan stunting, kata dia, tentu masyarakat yang masuk kategori PUS harus rajin mengunjungi fasilitas kesehatan, seperti puskesmas, klinik, dan posyandu untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan kandungan kehamilan dan kesehatan bayinya.

Selain itu juga tetangga agar dapat mengingatkan kepada warga yang hamil dapat dilakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan itu untuk pencegahan dini agar tidak terjadi kasus stunting.

Selama ini, pihaknya mengapresiasi kasus prevalensi angka stunting di Kabupaten Lebak menurun berdasarkan data tahun 2018 tercatat sebanyak 6.495 balita, namun hasil penimbangan pada Juni 2022 tercatat 5.596 orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurunnya kasus stunting itu tentu adanya kebersamaan dan kegotongroyongan berbagai elemen masyarakat berjalan optimal.

"Kami optimistis target 14 persen menurunkan prevalensi angka stunting sampai 2024 bisa terealisasi sesuai dengan harapan Bapak Presiden Joko Widodo," katanya pula. (umm/ant)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MUI Murka Hafalan Surah Ad-Dhuha Diduga Dijadikan Syarat Dapat Miras di Festival Musik, Polisi Diminta Segera Bertindak

MUI Murka Hafalan Surah Ad-Dhuha Diduga Dijadikan Syarat Dapat Miras di Festival Musik, Polisi Diminta Segera Bertindak

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta aparat kepolisian mengusut soal viralnya tantangan hafalan Surah Ad-Dhuha yang diduga sebagai sarana untuk promosi minuman keras (miras) di acara musik.
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.

Trending

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.
Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT