News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Akses Jalan Warga Ditembok, Pemkot Bekasi Akan Memediasi Warga dengan Pengembang

Meski sudah ditinjau langsung oleh Lurah, Camat serta Dinas Tata Ruang, namun Plt Wali Kota Bekasi mengaku belum mendapatkan hasil dari kunjungan tersebut.
Jumat, 30 Juni 2023 - 14:05 WIB
Rumah warga Cluster Green Village Kota Bekasi terhalang tembok.
Sumber :
  • Kurnia Dwi Hapsari

Bekasi, tvOnenews.com - Aktifitas warga yang terdampak pemagaran terganggu karena akses jalannya hilang dan kini hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Warga pun terus berupaya mendapatkan akses jalannya kembali, salah satunya dengan meminta bantuan Pemkot Bekasi. Setelah dilakukan peninjauan oleh perwakilan Pemkot, Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengatakan, Pemerintah Kota Bekasi akan melakukan mediasi antara warga Cluster Green Vilage dengan pengembang perumahan.

"Ya saya sudah perintahkan, kita lihat kaji dari ketentuan hukumnya dan tentunya persoalan antara pengembang ini harus ditengahi oleh pemerintah dan harusnya mesti kita mediasi, sehingga pada akhirnya warga masyarakat tidak mengalami kesulitan terkait dengan proses kepemilikan tanah," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tri mengatakan, dalam proses mediasi pihak Pemkot akan berupaya berkomunikasi dengan pengembang sehingga kesulitan warga dapat teratasi. 

"Yang penting kita harus tetap menghormati hukum yang ada, keputusan yang sudah ada, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana mengkomunikasikan antara pengembang yang ada sehingga warga masyarakat tidak mengalami kesulitan. Karena ini kan dua-duanya ada di kewenangan perizinan nanti ada di dinas tata ruang," jelas Tri.

Meski sudah ditinjau langsung oleh Lurah, Camat serta Dinas Tata Ruang, namun Tri mengaku belum mendapatkan hasil dari kunjungan tersebut. Sebelumnya Plt meminta dinas terkait untuk melakukan investigasi serta memverifikasi pembangunan Cluster Green Vilage.

Saat ini warga cluster yang jalannya terdampak penutupan tembok beton sedang mengumpulkan dokumen pembelian rumah sehingga bisa dijadikan bahan investigasi oleh Pemkot Bekasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Pemkot Bekasi Tinjau Cluster Green Village

Sebelumnya Pemerintah Kota Bekasi yang diwakili Lurah Perwira, Camat Bekasi Utara serta utusan dari Dinas Tata Ruang, akhirnya meninjau langsung lokasi jalan rumah warga Cluster Green Village yang tertembok, Selasa (27/06/2023). Warga bergegas mengumpulkan dokumen pembelian rumah untuk proses verifikasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Yunus Effendi, Ketua RW 07 yang ditemui pada Rabu (28/06/2023) mengatakan, kedatangan Pemkot ke wilayahnya bertujuan untuk mengecek kondisi bangunan warga cluster yang kini hanya bisa dilalui berjalan kaki.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Ultimatum Pimpinan BUMN Lama, KPK Respons Soal Panggilan Kejaksaan

Prabowo Ultimatum Pimpinan BUMN Lama, KPK Respons Soal Panggilan Kejaksaan

Meski dalam pernyataannya Prabowo tidak secara eksplisit menyebut KPK, lembaga antirasuah memastikan komitmen pemberantasan korupsi tetap berjalan secara sinergis antarpenegak hukum.
Komentar Berkelas Para Bintang Timnas Futsal Indonesia soal Laga Kontra Jepang di Semifinal Piala Asia Futsal 2026

Komentar Berkelas Para Bintang Timnas Futsal Indonesia soal Laga Kontra Jepang di Semifinal Piala Asia Futsal 2026

Para pemain bintang Timnas Futsal Indonesia memberikan komentar berkelas soal pertandingan melawan Jepang di Piala Asia Futsal 2026.
3 Pemain Diaspora Timnas Indonesia di Eropa yang Berpeluang Invasi Super League Musim Depan, Nomor Dua Gratis

3 Pemain Diaspora Timnas Indonesia di Eropa yang Berpeluang Invasi Super League Musim Depan, Nomor Dua Gratis

Meskipun peluangnya agak berat, namun deretan pemain diaspora Timnas Indonesia di Eropa ini masih berpeluang ikuti jejak kompatriotnya untuk ke Super League.
Sebelum Kejadian Memilukan, Anak SD di NTT yang Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Sempat Mengeluh Pusing dan Tak Mau Berangkat Sekolah

Sebelum Kejadian Memilukan, Anak SD di NTT yang Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Sempat Mengeluh Pusing dan Tak Mau Berangkat Sekolah

Sebelum kejadian memilukan terjadi, anak kelas IV SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu sempat mengeluh pusing dan tak mau berangkat sekolah. 
Mauro Zijlstra Lebih Pilih Persija, Media Belanda Kaget Striker Timnas Indonesia itu Rela Tinggalkan Eropa di Usia Muda

Mauro Zijlstra Lebih Pilih Persija, Media Belanda Kaget Striker Timnas Indonesia itu Rela Tinggalkan Eropa di Usia Muda

Striker Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra, menjadi sorotan media Belanda usai kabar kepindahannya ke Liga Indonesia. Media tersebut sayangkan kepindahannya.
Daftar 28 Pemain Timnas Indonesia U-17 untuk Hadapi China Resmi Diumumkan: Nova Arianto Panggil Pemain Diaspora

Daftar 28 Pemain Timnas Indonesia U-17 untuk Hadapi China Resmi Diumumkan: Nova Arianto Panggil Pemain Diaspora

Timnas Indonesia resmi mengumumkan daftar pemain yang dipanggil untuk memperkuat tim U-17. Dari 28 pemain yang terpanggil, ada satu penyerang yang berkarier di luar negeri alias diaspora.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Kasus dugaan penelantaran anak yang menyeret nama artis Denada menjadi sorotan publik. Kini sudah mengakui Ressa sebagai anak.
Insiden Memalukan di Liga Italia, Bintang Inter Milan Blak-blakan Minta Maaf ke Emil Audero

Insiden Memalukan di Liga Italia, Bintang Inter Milan Blak-blakan Minta Maaf ke Emil Audero

Insiden memalukan mewarnai lanjutan pekan ke-23 Serie A. Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada kiper Emil Audero menyusul aksi pelemparan kembang api dari tribun pendukung Nerazzurri yang mengarah langsung ke sang penjaga gawang.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT