News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Pembunuhan Keji Ibu dan Anak di Subang, Saksi yang Diperiksa Penyidik Polda Jabar Bertambah menjadi 19 Orang

Ibrahim Tompo mengatakan ke-19 saksi itu ada yang merupakan saksi lama dan ada juga saksi baru, untuk segera mengungkap kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.
Jumat, 11 Agustus 2023 - 16:56 WIB
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo bicara tentang kasus pembunuhan Subang.
Sumber :
  • Cepi Kurnia

Bandung, tvOnenews.com- Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menyebut hingga saat ini sudah memeriksa 19 saksi terkait kasus Subang yaitu pembunuhan terhadap seorang ibu dan anak di dalam bagasi mobil di Dusun, Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang 18 Agustus 2021.

"Hingga saat ini Polda Jabar telah memeriksa 19 Saksi tambahan kasus Subang," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo saat dihubungi tvOnenews.com, Kamis (10/8/2023).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ibrahim Tompo mengatakan ke-19 saksi itu ada yang merupakan saksi lama dan ada juga saksi baru, untuk mengungkap kasus pembunuhan ibu anak di Subang tersebut.

"Ada saksi baru dan ada saksi lama, tidak bisa disebut identitas atau datanya agar tidak mengganggu proses dan akan diinfokan jika ada perkembangan," ungkapnya.

Ibrahim Tompo menambahkan, Polda Jawa Barat memanggil para saksi tersebut agar kasus ini bisa segera terungkap dan pelakunya dapat segera diproses hukum, untuk memberikan rasa keadilan terhadap korban dan keluarga.

Kasus ini bermula saat ibu dan anak, Tuti Suhartini (55) dan Amelia Mustika (23) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam bagasi mobil di Dusun Seuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Cagak, Kabupaten Subang, pada 18 Agustus 2021 silam. Namun hingga kini pelakunya belum juga terungkap.

 

Kesaksian dr Sumy Hastry Purwanti terkait kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang 

Bebarapa waktu lalu, ahli Forensik dr Sumy Hastry Purwanti hadir sebagai narasumber di podcast Deddy Corbuzier, berbicara soal kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang yang hingga kini belum menemui titik terang. 

Pada awalnya Deddy Corbuzier menanyakan kepada dr Hastry apakah ada kasus yang pernah ditanganinya, tapi tak mendapat hasil yang bagus dan membuatnya angkat tangan.  

"Kasus Subang, saya dikejar tuh netizen karena kasus subang, yang 18 Agustus tahun 2021 tuh," ujarnya, yang dilansir dari Kanal Youtube Deddy Corbuzier, pada Jumat (2/5/2023). 

"Angkat tangannya karena apa tuh?" tanya Deddy Corbuzier. 

"Iya, belum ditangkap pelakunya, belum ada. padahal saya sudah otopsi kedua. Dan saya sudah jelaskan, paparkan, udah kasih clue-clue nya, tapi belum ada tersangka sampai sekarang," bebernya.  

dr Sumy Hastry Purwanti menyatakan bahwa tugasnya telah selesai dalam menyajikan data dan alat bukti.  

"Tapi saya gemes, padahal menurut saya itu bisa (terungkap). Kan nonton CSI toh, kita main DNA, saya ngomongin di sini aja yah, biar didengar," tegasnya.  

Dokter Forensik yang pernah menangani kasus Freddy Budiman ini menyebut bahwa DNA di TKP telah diambil, tapi tidak ada yang cocok.  

"Kalau nggak ada yang cocok, kita ambil DNA yang saksi itu, ternyata dari saksi itu juga gak ada yang cocok," ujarnya.  

"Kita tariklah dari garis keturunan ibu, iya kan itu siapa tahu ada yang cocok gak? ternyata belum dikerjakan," sambungnya. 

Tak sampai disitu saja upaya dari dr Sumy Hastry, sebagai dokter forensik dirinya menganalisa dari jam kematian atau waktu kematian (thanatology). 

"Saya punya jam kematian loh, jam kematian dia dibunuh, memang jelas dia dibunuh kan. Karena saya kan otopsi, TKP di situ," ungkapnya. 

Lebih lanjut, dr Hastry Purwanti membeberkan soal waktu kematian dari kedua korban, ibu dan anak, Tuti Suhartini (55) dan anaknya, Amalia Mustika Ratu (23). 

"Bu Tuti mungkin meninggal, ini bukan berdasarkan sesuai visum ya yang saya tulis, pokoknya saya ngomong jam kematian," ujarnya.  

"Bu Tuti dibunuh jam 2 sampai jam 4, Amel jam 4 sampai jam 6. Saya bermain dong di jam segitu, handphone siapa yang online, ambillah DNA nya, kita di TKP tuh udah ada 2 DNA yang kita ambil diduga pelaku (yang asing)," ungkapnya.  

"Mohon maaf ya, pak Kabareskrim," ucapnya seolah tak enak menyebutkan. 

"Berarti lamban dong?" tanya Deddy Corbuzier.  

"Ah gua nggak ngomong ya, nggak apa-apa lah gua dipindah ke kamar mayat lagi," ucapnya seolah takut menyebutkan.  

"Tapi kan passion anda," Deddy Corbuzier menimpali. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

dr Sumy Hastry berharap, sebagai Dokter dan Polisi agar kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang tersebut dapat segera terungkap.   

"Saya tersiksa untuk Subang itu, wong datang ke mimpiku," pungkasnya.
   
Perlu diketahui, jabatan terakhir dr. Hastry adalah Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Semarang. Ia merupakan seorang Polwan pertama di Asia yang memiliki gelar Doktor Forensik.(cep/rfi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Depan FIFA, Thom Haye Bicara Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia

Di Depan FIFA, Thom Haye Bicara Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia

Di depan FIFA, Thom Haye menyebut langkah Timnas Indonesia untuk mengalahkan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 tidak berjalan mudah. Laga melawan Malaysia jadi fokus berikutnya.
Sambil Berlinang Air Mata, Asri Welas Kenang Sosok Guruh Soekarnoputra

Sambil Berlinang Air Mata, Asri Welas Kenang Sosok Guruh Soekarnoputra

Asri Welas mengenang Guruh Soekarnoputra yang meninggal dunia. Selama 11 tahun belajar seni, ia menyimpan banyak ilmu dan pesan dari sang maestro.
Gus Ipul Minta Buktikan Aliran Dana Rp480 Miliar di Muktamar NU, Siap Layangkan Somasi

Gus Ipul Minta Buktikan Aliran Dana Rp480 Miliar di Muktamar NU, Siap Layangkan Somasi

Gus Ipul kembali menegaskan somasi bukan langkah akhir. Namun, jika tidak ada klarifikasi atau dinilai tidak sesuai fakta, PBNU akan meneruskan perkara ke proses hukum.
Pengakuan Jokowi soal Lawan Politik PSI: Banyak yang Ketakutan

Pengakuan Jokowi soal Lawan Politik PSI: Banyak yang Ketakutan

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Joko Widodo mengakui bahwa PSI mulai mendapat perhatian dari pihak lain walapun masih tergolong baru
Lewati Babak Kualifikasi di Peringkat ke-4, Basral Graito Melaju ke Final Skateboard Street Putra Asian Games 2026

Lewati Babak Kualifikasi di Peringkat ke-4, Basral Graito Melaju ke Final Skateboard Street Putra Asian Games 2026

Wakil Indonesia di cabang olahraga Skateboard nomor Street Putra Asian Games 2026, Basral Graito, sukses mengunci satu tempat di babak final.
Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Thailand Bantai Pakistan 4-0, Teerasak Poeiphimai Menggila di Laga Perdana

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Thailand Bantai Pakistan 4-0, Teerasak Poeiphimai Menggila di Laga Perdana

Thailand mengawali FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 4-0 atas Pakistan. Teerasak Poeiphimai tampil gemilang dengan mencetak dua gol untuk Gajah Perang.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 27 September 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 27 September 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Minggu, 27 September 2026, membawa energi yang menuntut keseimbangan antara empati dan keterbukaan. Bebera
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT