News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Lewat Aplikasi Google Komplotan Pembobol Rumah Mewah Beroperasi di Jawa Barat Dibekuk Polisi

Jajaran Polda Jawa Barat berhasil mengungkap komplotan pelaku pembobol rumah kosong yang beroperasi di Purwakarta, Cirebon, Sukabumi dan Tasikmalaya.
Senin, 15 Januari 2024 - 13:57 WIB
Tampang Kedua Komplotan Pelaku Pencurian Rumah Mewah saat ditinggal Penghuninya di Wilayah Jawa Barat berhasil ditangkap Kepolisian Polda Jabar
Sumber :
  • timtvOnenews.com - Cepi Kurnia

Bandung, tvOnenews.com - Jajaran Polda Jawa Barat berhasil mengungkap komplotan pelaku pembobol rumah kosong yang beroperasi di Purwakarta, Cirebon, Sukabumi dan Tasikmalaya. Modus pelaku mencari rumah mewah yang ditinggal penghuninya lewat aplikasi google.

"Untuk ungkapan saat ini ada dua komplotan rumah kosong yang beroperasi di Purwakarta, Sukabumi, Cirebon dan Tasikmalaya, keduanya merupakan spesialis pembobol rumah kosong yang beroperasi di Jawa Barat,"kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Ibrahim Tompo, di Mapolda Jabar, Senin (15/01/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan kedua komplotan ini berbeda ada yang dari Lampung dan Semarang, kedua komplotan itu melakukan aksinya dengan modus yang sama.

Mencari rumah kosong lalu menyatroninya di bobol menggunakan alat yang sudah disiapkannya.

"Untuk yang komplotan Lampung ini melakukan modusnya berpura pura mencari alamat rumah di daerah Purwakarta, Sukabumi lalu setelah itu melakukan aksinya mengambil barang-barang yang ada di rumah tersebut mulai dengan total kerugian ratusan juta rupiah,"katanya.

Sementara untuk komplotan Semarang ini modusnya mencari lewat aplikasi google dengan melakukan pengecekan mencari perumahan-perumahan elit. 

Kemudian para tersangka melakukan patroli atau berkeliling di daerah perumahan tersebut, dan apabila dilihat rumahnya tampak sepi dan kosong tersangka menggunakan modus menempel papan iklan bertuliskan dijual.

"Kemudian apabila orangnya ada dia pura-pura menanyakan alamat atau mencabut dengan mencabut lagi kembali papan iklannya. Namun apabila kosong kemudian dia kontak temannya untuk temannya kemudian datang modusnya sama membuka membuka pintu pagar dengan menggunakan alat gunting alat gunting besar kemudian mencongkel pintu kemudian masuk ke dalam rumah atau jendela dengan menggunakan linggis dan obeng kemudian mencari barang-barang berharga yang ada di ruangan,"ungkapnya.

Kedua komplotan tersebut beraksi menggunakan mobil rental berpura pura sebagai pengusaha dan konsumen saat melancarkan aksinya agar tidak dicurigai petugas keamanan kompleks.

"Atas perbuatan para pelaku kelompok pencurian rumah kosong itu para korban mengalami kerugian ratusan hingga miliaran rupiah,"ungkapnya.

Kombes Pol Ibrahim Tompo menyebut komplotan pencuri rumah kosong itu merupakan residivis sudah beberapa kali keluar masuk penjara.

"Bahkan diantara mereka ada yang dilakukan tindakan tegas terukur karena saat ditangkap mencoba melawan,"katanya.

Untuk barang bukti yang diamankan selain barang hasil curian ada juga sejumlah mobil rental yang digunakan para pelaku, diantara empat mobil Inova dan satu mobil pik up.

"Para pelaku dikenakan pasal 363 KUHP dengan pidana penjara 5 hingga 7 tahun penjara,"ungkapnya. 

 

(cep/ fis)

 

 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Praktisi Hukum Prediksi Ruben Onsu Sulit Rebut Hak Asuh Anak, Soroti Bukti yang Dibawa ke Pengadilan

Praktisi Hukum Prediksi Ruben Onsu Sulit Rebut Hak Asuh Anak, Soroti Bukti yang Dibawa ke Pengadilan

Upaya Ruben Onsu untuk mendapatkan hak asuh anak dari mantan istrinya, Sarwendah, diprediksi menghadapi jalan yang tidak mudah. Apa alasannya?
Ekshumasi Sutrimo Belum Ungkap Penyebab Kematian, 3 Tes Laboratorium Jadi Penentu

Ekshumasi Sutrimo Belum Ungkap Penyebab Kematian, 3 Tes Laboratorium Jadi Penentu

Ekshumasi Sutrimo rampung, namun penyebab kematiannya belum terungkap. Dokter forensik masih menunggu hasil histopatologi, toksikologi dan DNA.
Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Kali ini, pihak Ruben meminta dilakukan audit terhadap uang nafkah anak yang selama ini disalurkan ke Sarwendah.
Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin, Jasaraharja Putera Tinjau Kondisi Korban

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin, Jasaraharja Putera Tinjau Kondisi Korban

Insiden kebakaran melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, pada Rabu (12/8/2026).
Purbaya Soroti Tarif LoLo Jomplang, Kemenhub Bakal Diajak Bereskan Biaya Depo Peti Kemas

Purbaya Soroti Tarif LoLo Jomplang, Kemenhub Bakal Diajak Bereskan Biaya Depo Peti Kemas

Purbaya Yudhi Sadewa akan menggandeng Kemenhub membahas disparitas tarif jasa LoLo depo peti kemas kosong yang lebih mahal di luar pelabuhan.
Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Fakta baru ditemukan dalam kasus mutilasi Depok. Fakta barunya, yakni pelaku mengidap HIV. Selama ini dia rutin kontrol dan membeli obat.

Trending

Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Kali ini, pihak Ruben meminta dilakukan audit terhadap uang nafkah anak yang selama ini disalurkan ke Sarwendah.
Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Fakta baru ditemukan dalam kasus mutilasi Depok. Fakta barunya, yakni pelaku mengidap HIV. Selama ini dia rutin kontrol dan membeli obat.
Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Uang yang dikembalikan Raja Juli ke KPK ternyata kurang 2.000 dolar Singapura. Padahal, pemberian amplop dari Suhardiman kepada Menhut sebesar 14.000 Dolar Singapura.
Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin, Jasaraharja Putera Tinjau Kondisi Korban

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin, Jasaraharja Putera Tinjau Kondisi Korban

Insiden kebakaran melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, pada Rabu (12/8/2026).
Praktisi Hukum Prediksi Ruben Onsu Sulit Rebut Hak Asuh Anak, Soroti Bukti yang Dibawa ke Pengadilan

Praktisi Hukum Prediksi Ruben Onsu Sulit Rebut Hak Asuh Anak, Soroti Bukti yang Dibawa ke Pengadilan

Upaya Ruben Onsu untuk mendapatkan hak asuh anak dari mantan istrinya, Sarwendah, diprediksi menghadapi jalan yang tidak mudah. Apa alasannya?
Ekshumasi Sutrimo Belum Ungkap Penyebab Kematian, 3 Tes Laboratorium Jadi Penentu

Ekshumasi Sutrimo Belum Ungkap Penyebab Kematian, 3 Tes Laboratorium Jadi Penentu

Ekshumasi Sutrimo rampung, namun penyebab kematiannya belum terungkap. Dokter forensik masih menunggu hasil histopatologi, toksikologi dan DNA.
Purbaya Soroti Tarif LoLo Jomplang, Kemenhub Bakal Diajak Bereskan Biaya Depo Peti Kemas

Purbaya Soroti Tarif LoLo Jomplang, Kemenhub Bakal Diajak Bereskan Biaya Depo Peti Kemas

Purbaya Yudhi Sadewa akan menggandeng Kemenhub membahas disparitas tarif jasa LoLo depo peti kemas kosong yang lebih mahal di luar pelabuhan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT