Harga Sapi Impor Melambung Pedagang Beralih ke Sapi Lokal Untuk Siasati Kenaikan Harga.
- Usep
Kota Bogor, Jawa Barat - Melonjaknya harga daging sapi dari Rp.100.000/kg menjadi Rp.140.000/kg dipicu oleh kenaikan harga sapi impor asal Australia. Sapi jenis Brahman Cross atau BE X merupakan sapi potong campuran jenis Brahman dan Eropa yang banyak diimpor dari Australia.
Sapi pedaging Brahman Cross memang termasuk sapi unggulan dengan ukurannya yang besar. Satu ekor sapi rata-rata berat bersih daging 500 kg hingga 700 kg. Selama ini harganya Rp.55.000/kg dalam kondisi hidup di Unit Pelaksana Tekhnis Daerah Rumah Potong Hewan atau UPTD RPH bubulak, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor, Jawa Barat.
" Sebenarnya harga sapi impor jenis BE X atau brahman Cross mengalami kenaikan yang tadinya 55 ribu rupiah per kilo gram hidup sekarang jadi 65 ribu rupiah per kilogram hidup. Jadi sekarang pemotongan sapi untuk kebutuhan masyarakat Bogor menurun. Yang tadinya 35 sampai 40 ekor per hari, sekarang cuman setengahnya antara 19 sampai 20 ekor sapi saja "ujar kepala UPTD Rumah Potong Hewan Dinas Ketahana Pangan dan Pertanian Kota Bogor Didong Suherbi kepada tvonenews di kantornya.
Untuk satu ekor sapi BE X dengan bobot 500 Kg bisa dibeli seharga 27,5 Juta rupiah. Namun dalam sebulan terakhir harganya naik jadi Rp.65.000/kg hidup atau Rp. 32,5 juta rupiah dengan bobot 500 kg.
Idong panggilan akrab pria yang sudah 20 tahun mengabdi sebagai ASN di RPH Bubulak ini menambahkan kenaikan harga sapi impor memicu kenaikan harga daging di pasaran.
Untuk mensiasati kondisi ini, sebagian pedagang memilih membeli sapi lokal yang ukurannya lebih kecil. Namun jumlah sapi lokal tidak banyak dan harus mandatangkan dari Jawa timur atau Jawa tengah. (Usep Saripudin/Hdi)
Load more