GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pakar Sayangkan Dugaan Kebun Sawit Pemicu Banjir dan Longsor di Sumatra

Tanpa mengurangi duka cita yang amat dalam terhadap banjir dan longsor yang menelan korban di Sumatera, kajian dan analisis terhadap pemicu bencana harus dilakukan dengan sangat cermat.
Kamis, 4 Desember 2025 - 07:28 WIB
Porfil Singkat Joko Widodo yang Jadi Ketua Task Force BRIN untuk Bencana Sumatera, Pernah Kuliah di UGM
Sumber :
  • istimewa - antaranews

tvOnenews.com - Tanpa mengurangi duka cita yang amat dalam terhadap banjir dan longsor yang menelan korban di Sumatera, kajian dan analisis terhadap pemicu bencana harus dilakukan dengan sangat cermat. Dugaan yang tidak dilandasi data yang akurat bukan hanya gagal menawarkan solusi namun juga berpotensi menimbulkan pengulangan bencana serupa dan dampak negatif berikutnya.

Demikian kesimpulan pendapat yang disampaikan Guru Besar Kebijakan Kehutanan, Prof. Sudarsono Soedomo dan Kepala Pusat Studi Sawit Prof. Budi Mulyanto. Kedua pakar dari IPB University itu menyayangkan sudut pandang yang terlalu tergesa-gesa dan sangat sederhana dalam menghubungkan bencana sebagai dampak perkebunan kelapa sawit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya tidak sependapat dengan adanya tudingan bahwa pembukaan hutan untuk kebun sawit sebagai pemicu terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera,” ujar Prof. Budi Mulyanto.

Prof. Budi Mulyanto bahkan menegaskan bahwa keberadaan perkebunan kelapa sawit bukan menjadi penyebab terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera. Dia meyakini intensitas hujan yang sangat deras yang menjadi penyebab utama terjadinya bencana.

Guru Besar IPB University ini mengutip pernyataan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/12/2025).

Intensitas hujan yang turun pada akhir November lalu mencapai tingkat yang sangat ekstrem, bahkan setara dengan akumulasi hujan selama satu setengah bulan yang turun hanya dalam satu hari.

Akibatnya, kondisi tanah yang tidak sanggup menampung volume air yang begitu besar dalam waktu singkat menjadi pemicu utama bencana hidrometeorologi masif di wilayah tersebut.

“Dalam ekosistem apapun, kalau hujannya sudah segitu itu, kecepatan infiltrasi air itu tidak bisa tertampung ke dalam tanah,” katanya. “Run off-nya atau aliran permukaannya itu pasti besar. Walaupun itu terjadi di hutan belantara,” papar Budi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan data BMKG curah hujan saat itu mencapai 411 mm.

"Karena itu, menurutnya, bencana ini jangan dijadikan momentum untuk membunuh karakter land use (penggunaan lahan) yang ada di Indonesia. Kalau itu terus dilakukan yang rugi kita sendiri,” katanya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sehabis FIFA Series, Tim Pencari Bakat Eropa Sarankan Timnas Indonesia Mulai Intens Dekati Bek Muda Lulusan Bayer Leverkusen

Sehabis FIFA Series, Tim Pencari Bakat Eropa Sarankan Timnas Indonesia Mulai Intens Dekati Bek Muda Lulusan Bayer Leverkusen

Akun media sosial pencari bakat potensial Eropa menyebut jika ada satu pemain Jerman yang bisa didekati secara intens oleh Timnas Indonesia tanpa naturalisasi.
Kisah BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha yang Terbatas hingga Menjadi Andalan Solusi Transaksi Masyarakat

Kisah BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha yang Terbatas hingga Menjadi Andalan Solusi Transaksi Masyarakat

Di tengah meningkatnya kebutuhan transaksi keuangan masyarakat, kehadiran BRILink Agen menjadi solusi yang semakin dibutuhkan, terutama di daerah yang jauh dari kantor bank.
Jangan Remehkan! Satu Dokter Meninggal karena Campak, Masyarakat Diimbau Segera Vaksin

Jangan Remehkan! Satu Dokter Meninggal karena Campak, Masyarakat Diimbau Segera Vaksin

Masyarakat harus waspada terhadap penyakit campak. Sebab seorang dokter dikabarkan meninggal dunia akibat sakit tersebut.
Duel Portugal Kontra Meksiko Diwarnai Tragedi, Seorang Pria Meninggal Dunia di Stadion Pembukaan Piala Dunia 2026

Duel Portugal Kontra Meksiko Diwarnai Tragedi, Seorang Pria Meninggal Dunia di Stadion Pembukaan Piala Dunia 2026

Duel uji coba antara Portugal dan Meksiko diwarnai tragedi. Pembukaan kembali Stadion Azteca untuk Piala Dunia 2026 justru diwarnai oleh kematian seorang pria di Mexico City.
10 Tahun Drakor Populer Goblin, Para Pemain Bakal Reuni dan Kenang Adegan-Adegan Ikonik

10 Tahun Drakor Populer Goblin, Para Pemain Bakal Reuni dan Kenang Adegan-Adegan Ikonik

Dalam rangka ulang tahun ke-10 penayangannya, drakor populer Guardian: The Lonely and Great God atau Goblin bakal merayakannya lewat program spesial. 
Alasan Cristiano Ronaldo Absen saat Portugal Hadapi Meksiko dalam Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026

Alasan Cristiano Ronaldo Absen saat Portugal Hadapi Meksiko dalam Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo tidak tersedia pada saat Portugal bermain menghadapi Meksiko dalam duel uji coba. Ini merupakan persiapan menjelang Piala Dunia 2026.

Trending

Sadar Beda 'Level' dengan Timnas Indonesia, Bintang Bulgaria Akui Skuad Asuhan John Herdman Lebih Berkelas

Sadar Beda 'Level' dengan Timnas Indonesia, Bintang Bulgaria Akui Skuad Asuhan John Herdman Lebih Berkelas

Jelang final FIFA Series 2026, pengakuan menarik datang dari calon lawan Timnas Indonesia. Bintang Bulgaria sadar lawan berikutnya beda level usai pesta gol.
Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
Jelang Final FIFA Series 2026 Kontra Bulgaria, Jay Idzes Jujur Soal Elkan Baggott: Aset Besar Timnas Indonesia

Jelang Final FIFA Series 2026 Kontra Bulgaria, Jay Idzes Jujur Soal Elkan Baggott: Aset Besar Timnas Indonesia

Jay Idzes puji kualitas Elkan Baggott usai laga Timnas Indonesia vs Saint Kitts. Kapten Garuda sebut Elkan aset besar jelang final FIFA Series lawan Bulgaria.
Pelatih Asal Brazil Soroti Kualitas Pemain Timnas Indonesia, Nama Beckham Putra Disebut punya Keunggulan ini

Pelatih Asal Brazil Soroti Kualitas Pemain Timnas Indonesia, Nama Beckham Putra Disebut punya Keunggulan ini

Tidak pernah disangka mantan pelatih timnas Indonesia ini memuji Beckham Putra. Dia melihat ada keunggulan ini dipemain Persib tersebut.
Media Vietnam Tak Habis Pikir, Kok Ranking FIFA Timnas Indonesia Terus Naik Usai Menang Sekali di FIFA Series 2026

Media Vietnam Tak Habis Pikir, Kok Ranking FIFA Timnas Indonesia Terus Naik Usai Menang Sekali di FIFA Series 2026

Kemenangan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 berdampak pada kenaikan ranking FIFA. Media Vietnam pun menyoroti hal ini.
Hasil Kualifikasi Moto3 Amerika 2026: Veda Ega Pratama Gagal Pole Position, Pembalap Indonesia Start dari P4

Hasil Kualifikasi Moto3 Amerika 2026: Veda Ega Pratama Gagal Pole Position, Pembalap Indonesia Start dari P4

Hasil kualifikasi Moto3 Amerika 2026, di mana pembalap Indonesia yakni Veda Ega Pratama akan memulai dari posisi keempat.
Hasil Tinju Dunia: Hajar Keith Thurman Tanpa Ampun Sampai TKO, Sebastian Fundora Pertahankan Gelar Juara Kelas Welter Super WBC

Hasil Tinju Dunia: Hajar Keith Thurman Tanpa Ampun Sampai TKO, Sebastian Fundora Pertahankan Gelar Juara Kelas Welter Super WBC

Duel tinju dunia antara Sebastian Fundora (24-1-1, 15 KO) vs Keith Thurman (31-2, 23 KO) yang memperebutkan gelar juara kelas welter super WBC telah selesai digelar di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (29/3/2026) siang WIB.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT